Nusantaranews.net, Agam — Sudah hampir satu dekade masyarakat Jorong Lurah Dalam, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, menunggu perbaikan jalan menuju kampung mereka. Meski kepemimpinan di Kabupaten Agam sudah berganti hingga tiga periode bupati, kondisi jalan tetap belum tersentuh pengaspalan.
Bayu Ramadhan, jurnalis independen asal Payakumbuh yang juga putra daerah, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, jalan layak merupakan hak dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan.
“Sudah tiga periode bupati berganti, tapi jalan Lurah Dalam masih belum mendapat perhatian. Padahal jalan ini sangat vital bagi warga, baik untuk akses sekolah, bekerja maupun aktivitas ekonomi,” ujar Bayu, Sabtu (20/9).
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat sudah sering disampaikan, baik melalui media maupun forum warga.
“Masyarakat sudah lama menunggu janji perbaikan jalan ini. Harapan kami pemerintah daerah segera menindaklanjutinya agar warga bisa menikmati akses yang lebih baik,” tambahnya.
Bayu juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. “Kami hanya meminta hak dasar yang memang seharusnya dipenuhi pemerintah. Pajak sudah kami tunaikan, tentu masyarakat juga berharap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan bisa diberikan,” jelasnya.
Ia optimis Bupati Benni Warlis, dengan pengalaman birokrasi yang panjang dan rekam jejak prestasi sebagai ASN, bisa memberikan perhatian lebih pada persoalan infrastruktur di kampung tersebut.
“Kami yakin pemerintah daerah bisa mendengar suara masyarakat, dan kami berharap segera ada tindak nyata,” tutup Bayu.

No comments:
Post a Comment