Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Puskesmas Banja Loweh Digarap Timses Bupati 50 Kota, Progres Masih Jalan di Tempat

Saturday, September 20, 2025 | Saturday, September 20, 2025 WIB Last Updated 2025-09-20T06:48:35Z

 

Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota – Proyek renovasi Puskesmas Banja Loweh kembali menuai sorotan. Pasalnya, pernyataan Kepala Dinas Kesehatan sekaligus PPK, Yulia Masna, yang menyebut progres pembangunan sudah meningkat 5 persen, ternyata tidak sejalan dengan fakta lapangan.


Dalam pesan pendek via  whatsapp kepada media, Sabtu (20/9), Yulia menyebut pekerjaan terus berjalan dan progres sudah naik 5 persen dari jadwal.


"Tidak ada keterlambatan, pekerjaan lebih cepat 5 % dari schedule", pesannya singkat.


Namun, hasil pantauan awak media di lokasi pada 17/9 lalu memperlihatkan kondisi berbeda. Pekerjaan masih berkutat pada slof pondasi dan pengikatan besi, jauh dari gambaran percepatan. 


Bahkan konsultan pengawas dari CV. Harrisa Consultan, Yunus, membenarkan bahwa hingga 17 September pekerjaan masih pada tahap pemasangan balok pondasi.


Sementara itu, pihak rekanan CV. Pangeran Di Sukses sendiri mengaku progres baru mencapai 11,8 persen dari total pekerjaan, sebuah angka yang memperlihatkan keterlambatan cukup signifikan di minggu keenam masa kontrak.


Kondisi ini memunculkan kontroversi: klaim optimistis Yulia Masna soal kemajuan progres tidak sepenuhnya terkonfirmasi di lapangan. Publik pun menilai ada jarak antara pernyataan resmi dan fakta riil proyek, yang bukan saja lamban, tapi juga abai terhadap aspek keselamatan pekerja. 


Dari pantauan media, para pekerja yang terlihat di lapangan juga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja. Hal ini menyalahi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mewajibkan pemberi kerja menyediakan perlindungan bagi tenaga kerja di lokasi proyek.


Yang lebih mengkhawatirkan, kondisi ini bukan sekadar kelalaian, tetapi terkesan pembiaran yang dilakukan dengan sengaja. Sebab, aktivitas proyek terus berjalan meskipun tanpa standar keselamatan minimal, sementara pihak kontraktor maupun konsultan pengawas seolah menutup mata.. (Rstp)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update