Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maraknya Kasus Bunuh Diri, Bukti Rusaknya Sistem Kapitalisme.

Thursday, September 18, 2025 | Thursday, September 18, 2025 WIB

 



Oleh : Dartem 


Publik dikejutkan dengan adanya kasus tragis yang terjadi di Banjaran kabupaten Bandung. Seorang ibu berinisial EN (34) diduga telah meracuni kedua anaknya lalu melakukan bunuh diri. Surat wasiat pun ditemukan oleh polisi yang isinya berkaitan dengan penderitaan juga kekesalan terhadap suaminya akibat utang keluarga dan tekanan ekonomi.


A Kasandra Putranto, seorang Psikolog Klinis Forensik lulusan Universitas Indonesia mengungkapkan, kasus ini tidak bisa dikatakan sebagai tindakan kriminal semata. Namun lebih bersifat multidimensional, yaitu adanya faktor psikologis akibat tekanan mental. Kasus ini tidak bisa dilihat hanya dari sisi hukum, namun lebih kepada kesalahan sistemik dalam penanganan kesehatan mental, Metrotvnews,com (9/9/2025)


Kasus bunuh diri kembali menggegerkan dunia medsos. Trenyuh, sedih, miris , itulah perasaan kita melihat berita itu. Seorang ibu yang seharusnya menjadi pelindung anaknya tapi justru menghilangkan nyawa anak. Jika ditelaah lebih dalam, kasus ini bukanlah semata-mata karena depresi menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya. Walaupun tidak dipungkiri bahwa kondisi ibu tersebut berada dalam kondisi tertekan dan malu karena ucapan tetangganya.  


Salah satu pemicunya adalah suaminya sendiri. Suami yang menjadi tulang punggung justru terjerumus judol dan pinjol. Perlu diketahui bahwa pinjol dan judol adalah penyakit yang mematikan dan sudah banyak memakan korban. Maraknya judol dan pinjol adalah bukti bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang terpuruk. Kesenjangan ekonomi tampak jelas terlihat, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. 


Kemiskinan inilah yang mengakibatkan seseorang melakukan berbagai cara praktis untuk mendapatkan uang. Faktor kemiskinan itulah yang mengakibatkan seseorang bisa melakukan hal-hal yang melanggar syari'at seperti bermain judi online dan akhirnya terjebak Pinjol. Mereka beranggapan bahwa Pinjol adalah solusi bagi mereka.


Disisi lain, negara tidak bisa menopang kebutuhan rakyatnya, sehingga rakyat berjibaku sendiri mencari segala kebutuhan hidupnya. Inilah kelemahan negara dalam sistem yang kapitalistik. Agama dijauhkan dari kehidupan sehingga masyarakat sangat lemah dari sisi ruhiyah. Tidak ada kesabaran dalam menghadapi kemiskinan dan sadar bahwa judol adalah perbuatan tidak bermanfaat samasekali. Itulah hasil dari diterapkannya sistem kapitalisme sekuler hari ini. Sistem bathil inilah yang melahirkan berbagai kerusakan dan kesengsaraan bagi manusia. 


Padahal syariat Islam memiliki solusi tuntas semua masalah. Islam memiliki konsep hidup yang jelas sesuai tuntunan syari'at.

Dalam Islam, kehidupan masyarakat didasari dengan akidah Islam. Dengan landasan keimanan, seseorang akan lebih kuat dalam menghadapi situasi sesulit apapun itu.

Karena ia sadar bahwa apa yang Allah tetapkan untuk kita, itulah yang terbaik walaupun menurut pandangan manusia itu buruk. 


Tekanan batin mungkin saja ada , namun tidak membuatnya hilang akal sehatnya. Namun akan tumbuh kesabaran dalam menjalani kehidupan. Terlebih lagi, masyarakat dalam Islam itu akan hidup saling peduli dengan tetangga, tidak mudah mencela ataupun mengolok-olok tetangganya. Mereka justru akan saling ber-amar Ma'ruf nahi mungkar satu sama lain. 


Kemudian, pemimpin dalam Islam adalah sebagai raa'in (Pengurus urusan rakyat). Negara bertanggungjawab atas kebutuhan dasar rakyat seperti sandang pangan dan papan. Maka dari itu, seorang pemimpin akan membuka lapangan kerja yang luas agar seorang kepala rumah tangga bisa bekerja. Pemimpin-pemimpin/Khalifah akan selalu memantau kondisi rakyatnya, jangan sampai ada rakyat yang hidup susah. 


Islam juga akan memberantas praktek pinjol dan judol demi menjaga rakyatnya dari tindakan yang melanggar syari'at.

Sanksi yang tegas dan membuat efek jera akan membuat manusia takut berbuat pelanggaran. Begitulah penjagaan Islam dari segi hukum. Pemimpin dalam Islam akan betul-betul melakukan kewajibannya yaitu mensejahterakan rakyat dan mengurus rakyatnya dengan penuh tanggungjawab.

Jika Islam dijadikan sebagai solusi, maka akan tercipta keadilan yang hakiki. Keadilan akan dirasakan oleh seluruh alam.


Sejarah telah membuktikan kejayaan dan kegemilangan ketika syariat Islam diterapkan secara kaffah dalam naungan daulah Islam. Sehingga tidak ada cara lain kecuali dengan kembali kepada syari'at Islam yang shahih. 

Inilah yang harus diperjuangkan oleh para pengemban dakwah Islam ideologis agar kehidupan Islam kembali terwujud.


Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update