Oleh Yeni Aryani
Di saat para penguasa negeri-negeri muslim tetangga Gaza menjabat tangan zionis tanda kerjasama saling menguntungkan, warga Gaza masih meregang nyawa bukan hanya karena tembakan senjata, bom, bom yang dijatuhkan tetapi tiadanya pasokan pangan yang sampai ke perut mereka.
Pintu perbatasan rafa dibuka alakadarnya saja, kalaupun ada bantuan yang berhasil masuk, merupakan "jebakan" bantuan yang sampai ke tangan merekapun, jumlahnya tidak sesuai standar kwalitas dan kuantitas kebutuhan warga Gaza. Pelaparan yang tersistematis ini sukses besar, berjalan sesuai rencana kafir barat yang sejak dulu ingin menguasai tanah kaum muslim.
Saat ini gaza masih bersimbah darah, genosida belum berhasil dihentikan masihkah kita harus diam saja?. Angka korban-korban jiwa kian bertambah tidakkah ini menyesakan dada?
Dari data word Food Programe/WFP pelaparan di Gaza masuk fase tingkat 5, yakni bencana kelaparan. 5,5 juta populasi Palestina 100 persen warga Gaza menghadapi kerawanan pangan akut, 70 ribu anak anak kekurangan gizi akut dan Al Jazeera melaporkan sejak mei 2025, 1.500 orang tewas saat mencari bantuan makanan, Senin 4/8/2025
Genosida, pelaparan di Gaza ini telah memantik gerakan gerakan dari berbagai kalangan yang terus menyuarakan kemerdekaan Palestina seperti, aksi damai di belahan dunia bahkan daerah, long Mach to Gaza beberapa waktu lalu, Serta reaksi beberapa negara yang perwakilannya duduk di keanggotaan PBB, namun suara suara mereka tidak di gubris oleh kaum terlaknaat ini. Hal ini membuktikan kecaman, ancaman bahkan solusi yang di berikan bukanlah solusi yang tepat.
Jadi STOPLAH berharap pada sistem yang ada, kebijakan kebijakan yang di ambil oleh kaki tangan atau para pengkhianat kaum muslim. Satu satunya solusi tuntas yang dapat mengakhiri kezaliman di Gaza Palestina tiada lain hanyalah jihad dan khilafah. Melalui kepemimpinan yang menerapkan syari'at Islam sebagai dasar hukum kepengurusan negaranya akan mengirimkan pasukan militer bersenjata lengkap maju bersama melawan penjajah.
Allah SWT telah memerintahkan kepada umat Islam agar berjuang, berjihad, berperang melawan ketika kaum muslim itu di ganggu seperti yang terdapat dalam Alquran yang artinya "Perangilah mereka di Mana saja kalian menjumpai mereka, usir lah mereka dari tempat mereka mengusir kalian. Kekufuran itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan" TQS Al Baqarah ayat 191.
Kita tidak boleh diam lagi, kita harus bangkit bersatu, kompak berusaha, satu suara membela Gaza dimanapun kita berada. Kita harus menolong mereka karena Rasulullah Saw telah bersabda yang artinya "Tidaklah seseorang membiarkan (tidak menolong) seseorang muslim di satu tempat saat kehormatannya di lecehkan,harga dirinya di rendahkan, melainkan Allah akan membiarkan dia, (tidak menolong dirinya) di tempat ia ingin mendapatkan pertolonganNya" HR Ahmad.
Dengan kembali pada aturan sang pencipta genosida, pelaparan di Gaza bahkan kezaliman di seluruh dunia dapat di hentikan, kesejahteraan keamanan keselamatan nyawa akan di jaga, karena pemimpin dalam Islam menyadari sepenuhnya bahwa amanah yang dipikulnya kelak akan di mintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Wallahu a'lam bi Ash-Shawaab

No comments:
Post a Comment