Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyoal Bendera One Piece

Saturday, August 16, 2025 | Saturday, August 16, 2025 WIB

 



Oleh Ummu Thufail 

Ibu & Penggiat Literasi


Beberapa hari terakhir ini menjelang hari kemerdekaan, publik Indonesia dihebohkan dengan kemunculan bendera bajak laut dari animasi one piece diberbagai ruang publik. Simbol tengkorak bertopi jerami berjuluk Jolly Roger kelompok topi jerami, terlihat dimural, dipakai atribut kendaraan bahkan ada yang terpasang didepan-depan rumah beberapa warga hingga linimasi media sosial.

Fenomena tersebut tentu saja memicu beragam respon, terutama dari pihak pemerintah sendiri. Bagi penggemar anime, gambar tersebut adalah sebuah ikon persahabatan dan kebebasan dalam kisah fiksi karya Eiichi Ra oda. Namun bagi sebagian pihak, kemunculannya dianggap provokatif dan berpotensi mengganggu simbol negara.

Perdebatanpun mengemuka, memecah opini antara yang menggangapnya ekspresi kreatif dan yang melihatnya sebagai pelanggaran etika kebangsaan.

Dalam perspektif komunikasi, ini adalah pertarungan makna, proses ketika satu simbol diperebutkan tafsirnya oleh berbagai pihak dengan kepentingan berbeda. Di dunia one piece, Jolly Roger melambangkan kebebasan, solidaritas dan perlawanan terhadap tirani. Namun ketika hadir diruang publik Indonesia, ia mengalami resignifikasi atau dimaknai ulang sebagai metamorfora ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap pemerintah.

Seruan ajakan pengibaran bendera one piece yang bertepatan pada momentum HUT RI ke 80 ini tentu saja  bukanlah bentuk makar, akan tetapi sebuah bentuk kekecewaan yang mendalam terhadap kondisi bangsa yang semakin jauh dari semangat kemerdekaan.

Dengan usia kemerdekaan yang sudah mencapai 80 tahun, rakyat Indonesia tentu berharap hidup yang lebih baik berupa kesejahteraan, keadilan, keamanan, tapi pada realitanya yang mereka rasakan justru sebaliknya, jauh dari harapan masyarakat. Yang terjadi justru penguasa abai dalam memenuhi kesejahteraan rakyat, kemaslahatan hidup tidak terpenuhi, tidak adanya keadilan terutama untuk masyarakat kecil. Ditambah lagi beban pungutan pajak yang semakin membabi buta. Dengan fakta-fakta inilah sehingga masyarakat mengekspresikan rasa ketidakadilan ini melalui pemasangan bendera one piece.

Seluruh lapisan masyarakat merasakan betul bahwa kondisi negara ini sedang tidak baik-baik saja. Masyarakat merasakan abainya negara dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, baik kebutuhan pokok individu, seperti sandang pangan papan maupun kebutuhan pokok kolektif seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Negara yang semestinya meriayah dengan pengelolaan sumber daya alam sebagai sumber pendapatan negara untuk mensejahterakan rakyat, yang terjadi justru sebaliknya malah menyerahkan sumber daya alam yang melimpah ini kepada pada oligarki. Oligarki yang hanya terdiri dari beberapa orang menguasai segala sendi ekonomi. 

Sementaa rakyat dibiarkan berjuang sendiri ditengah krisis ekonomi, minimnya lapangan pekerjaan serta akses publik yang kian dikomersialkan. Bahkan korupsi masih menjadi penyakit kronis di negeri ini dari tingkat desa hingga tingkat kekuasaan tinggi negara. Belum lagi pungutan pajak yang makin mencekik rakyat, bahkan negara sendiri sering menjadi pelaku kezaliman, sebagai contoh baru-baru ini adanya pemblokiran 122 juta rekening dormart oleh PPATK yang menimbulkan banyak masalah bagi masyarakat. Itulah kondisi negara Indonesia saat ini, dan mirisnya lagi ketika rakyat bersuara, justru dicap radikal dibungkam bahkan dikriminalisasi.

Lagi-lagi akar persoalan yang terus menerus terjadi di negeri ini, adalah karena diterapkannya sistem kapitalis sekuler demokrasi yang menjadikan kekuasaan hanya sebagai alat untuk melayani kepentingan segelintir elite bukan untuk menyejahterakan rakyat.

Sistem kapitalis sekuler adalah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, dan mendapatkan profit setinggi-tingginya adalah  tujuan utamanya, sehingga dari sinilah setiap kebijakan yang diambil hanya berpihak pada korporasi bukan untuk kepentingan rakyat. Sehingga rakyat dipaksa menanggung beban hidup yang semakin berat, dengan harga-harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, biaya pendidikan dan kesehatan yang sulit dijangkau. Belum lagi kebijakan beban pajak yang makin memberatkan rakyat bukan hanya disetiap transaksi yang dilakukan masyarakat tetapi juga beban pajak kepemilikan dan pajak penghasilan.

Inilah realita kehidupan negri ini sebagai konsekuensi dari penerapan sistem buatan manusia yaitu sistem kapitalis sekuler demokrasi. Penerapan sistem kapitalis sekuler ini pasti membuahkan ketidakadilan karena bertentangan dengan fitrah manusia dan akal sehat. Padahal Allah sendiri sudah menurunkan sistem yaitu sistem Islam yang menjadikan umat ini sebagai umat terbaik yang menegakkan keadilan dan menolak segala bentuk penindasan.

Oleh karena itu solusi sejatinya tak lain dan tak bukan adalah hanya dengan mengganti sistem yang rusak ini dengan sistem yang berasal dari Allah SWT yaitu syariat Islam yang diterapkan secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

Islam bukan sekadar ajaran ibadah ritual dan akhlak semata tetapi juga sistem hidup yang menyeluruh, yang mengatur semua aspek kehidupan mulai dari sistem ekonomi, pemerintahan, peradilan bahkan hubungan internasional.

Negara dalam sistem Islam sebagai junnah (perisai) umat, dan politik dalam sistem Islam adalah riayah suunil ummah yaitu mengurusi kebutuhan umat bukan sebagai alat untuk penindasan.

Kesadaran rakyat yang mulai tumbuh saat ini karena kezaliman, ketimpangan, penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh penguasa harus diarahkan menuju perjuangan yang hakiki yaitu mengubah sistem kapitalis menuju penerapan sistem Islam dibawah naungan khilafah. 

Ini tidak sekadar aksi simbolis atau kemarahan sesaat, melainkan perjuangan yang terukur dan terarah melalui dakwah pembinaan dan upaya perubahan secara sistemik, aktivitas dakwah ini harus mencontoh dakwah Rasulullah saw. di Makkah yang saat itu berhasil mengubah sistem jahiliah menjadi sistem Islam.

Dengan sistem pemerintahan Islam maka akan terwujud kuntum khairu ummah yang akan memimpin peradaban dunia, sesuai firman Allah dalam QS Ali Imran 110 "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah."

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update