Oleh: Ucy (Mahasiswi UMB)
Kementerian Agama meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai bagian dari upaya mereformulasi orientasi pendidikan keagamaan di Indonesia.Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif atau transfer ilmu, tetapi juga menekankan penanaman nilai-nilai cinta, kebersamaan,toleransi, dan tanggung jawab ekologis sejak dini mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.Kalbar Digital(28/07/25)
Kementerian Agama meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai bagian dari upaya menyusun ulang orientasi pendidikan keagamaan di Indonesia. Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta, kebersamaan, dan tanggung jawab ekologis sejak dini, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
kurikulum cinta tidak lain mendorong umat Islam untuk masuk jebakan pluralisme agama. Halnya ini di katakan pernyataan metri agama "tidak boleh ada yang beranggapan bahwa agamanyalah yang paling benar dan sebab itula memunculkan kebencian sesama agama.bentuk pengajaran berfokus pada perbedaan agama lain, jelas akan sangat berdampak buruk bagi seorang anak ketika dewasa kelak.Ia akan menilai tolerasi tidak hanya sekedar tidak mengangu agama tetapi justru terkalain ikatan cinta dalam kehidupan beragama
Kurikulum Berbasis Cinta didasarkan pada lima nilai utama yang disebut Panca Cinta, yang meliputi Cinta kepada Tuhan Yang Maha Es,Cinta kepada diri dan sesama,Cinta kepada ilmu pengetahuan,Cinta kepada lingkungan dan Cinta kepada bangsa dan negeri yang akan di terapkan di pendidikan.kelimah gagas ini akan di terapkan di dalam pendidikan di luar daripada agama.
Kurikulum cinta di anggap positif karena membentuk peibadia sosial yang lebih sehat sekilas kurikulum cinta memiliki kata yang unik cinta tetapi cintah kalau tidak didasari dengan keimanan makan itu bukan cintah melainkan kekufuran,kurikulum cinta mengunakan cinta universal yang tidak mampu membedakan cinta yang seharusnya,kurikulum cinta ini dikatakan pluarilsme, sama halnya meyamaratakan semua agama mengapa demikian karena sama-sama mengajarkan kebaikanan sama-sama tidak mengajarkan kekerasan.Dengan demikian , itu konsep dari pada pluralisme.Pluarilsme itu mengangap bahwasanya kebenaran itu bersifat relatif sehingga tidak boleh ada menganggap bahwa pendapatnya saja yang benar sedangkan pendapat orang lain salah.pada hakikat, ini adalah penjajah dalam bentuk pemikiran bagi umat Islam. umat Islam seolah olah di paksa untuk berfikir menggunakan standar liberal yang menyesatkan, cinta manusia lebih dikedepana dan mengabaikan cinta kepada Allah Taala.
Dengan menggunakan sistem sekuler liberal tidak mampu melahirkan perubahan yang hakiki,mengapa demikian sistem sekuler libear di buat oleh tangan manusia yang mestinya tidak mampu melahirkan peraturan yang sempurna. Islam telah di jauhkan dari kehidupan kita,keimana kita di abaikan,hukum Syarah di anggap tidak penting. Islam bukan sekedar agama melainkan peraturan hidup kita sebagaimana manusia,tetapi karena sistem sekuler libearl saat ini membuat manusia jadi asing terhadap agama sendiri.Generasi yang di lahirkan dari sistem ini hanyalah sholat dan puasa. Maka membuat cinta universal semakin menyuburkan sekularisasi.
Ironisnya, para tokoh Islam justru menyeruh para penerapan hukum Syarah dituduh sebagai radikal,namun bedah halnya dengan yang non muslim mereka sangat di hormati bahkan di rayakan.bedah halnya dengan ulama Zakir naik ditolak,sementara itu pemimpin agama lain di puja dan di puji.sikap hal ini mencerminkan standar ganda terdapa t Q.s Al-fath:29 Allah memerintahkan umat Islam bersikap tegas terhadap kaum kafir.Kurikulum cintah justru, membuat agar syariat tidak diterapkan biar tidak ada konflik,cukup agama untuk diri sendiri tidak boleh dijadikan sistem dalam negara, inilah puncak sekularisasi Islam pemisahan agama dan kehidupan.
Islam sendiri memiliki strategi pendidikan,bedah dengan didalam sistem kapitlasime.pendidikan didalam Islam merubah pemikiran manusia dengan akidah Islam.Tujuanya bukan hanya sekedar transfer ilmu tetapi memahkan,membantuk keprinadian Islam sejak dini serta metode juga berbasis Islam. Kurikulum cinta tidak memberikan cinta secara bebas justru kurikulum cintah membuat pendidikan semakin bebas.
Tidak dapat terwujud sistem Islam jika tidak dalam bentuk khilafa ( negara Islam) karena dengan negara Islam mampu mewujudkan secara keseluruhan serta konsisten dalam peraturan,kurikulum cinta ini justru membuat umat jauh dari syariat. Ia di bentuk moderator,toleratn,tapi kehilangan identitas Islamnya, pendidikan model ini tak membentuk umat jadi ragu mendakwan Islam karena khawatir di tuduh radikal, perjuangan Islam melainkan
Yang umat butuhkan pendidikan saat ini adalah keyakinan bahwa agama Islam yang paling benar tanpa keyakinan umat akan selalu dilemahkan dan hilangnya arah perjuangan.Kurikululum terbangun asas berlandaskan akidah Islam sehingga metodologinya tersususun selaras dengan Islam.Maka lahirnya generasi tangguh tidak butuh pendidikan berbasis cintah melainkan berbasis akidah Islam itu sendiri yang dengan hal itu mampu melahirkan generasi emas sosok generasi muslim yang memiliki kepribadian Islam yang kokoh,faqih,fiddin,dan memiliki jiwa pemimpin,satu-satu yang perlu umat lakukan hari ini adalah melakukan perjuang bersama agara terciptanya negara Islam.

No comments:
Post a Comment