by Wulan
KAIRO - Otoritas Mesir telah menekan Imam Besar Al-Azhar, Ahmed al-Tayeb, untuk mencabut pernyataan yang mengecam pengepungan oleh Israel yang menyebabkan kelaparan massal penduduk Gaza, Palestina. Kelaparan massal ini telah memicu kemarahan dunia internasional.
Tindakan otoritas Mesir tersebut menjadi ironi terbaru sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Gaza, namun cenderung memihak Israel. Para pejabat Mesir mengeklaim pernyataan Imam Ahmed al-Tayeb "sedang direvisi dan akan diterbitkan ulang", tapi sejauh ini tidak ada versi revisi yang muncul.
Negara-negara Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, pertama kalinya resmi mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kekuasaan atas Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina (PA). Sementara Mesir justru menekan Imam Besar Al Azhar untuk mencabut pernyataannya tentang Zionis, padahal dunia menyaksikan pelaparan sistemis menjadi senjata Yahudi untuk genosida. Di sisi lain, mulai banyak negara yang akan mengakui Palestina sebagai negara setelah terbuka borok Zionis Yahudi dan menyaksikan kejahatan yang tiada tara.
Hal ini diperparah dengan kondisi Para Penguasa Muslim ibarat buta dan tuli atas realita di Gaza, seolah tak ada ikatan iman mereka dengan muslim Gaza. Padahal Allah telah mengingatkan ikatan ukhuwah Islamiyah sebagai landasan hubungan antar muslim. Kepentingan dunia, jabatan dan kekuasaan telah mematikan ukhuwah Islamiyah serta menjerumuskan mereka pada kelemahan di hadapan musuh Allah. Allah SWT berfirman bahwa Umat Islam adalah umat terbaik seperti dalam firman Allah SWT QS Al Baqarah ayat 110. Bahkan kemuliaan umat akan terwujud Kembali sebagaimana janji Allah SWT dalam QS An Nur ayat 55.
_*Perjuangan Islam*_
Dan semua telah terwujud nyata dengan perjuangan Rasulullah Saw , Sahabat Rasul dan para Khalifah sepanjang peradaban Islam yang mulia. Kisah Khalifah Al Mu’tasimbillah dan sikap tegas sultan Abdul jamid II adalah potret penguasa yang menjaga kemuliaan Allah dan rasulNya, kemuliaan umat harus diperjuangkan kembali agar dapat melanjutkan kehidupan Islam. Umat harus dibangun kesadarannya akan janji Allah dan didorong untuk mewujudkannya kembali. Upaya itu membutuhkan kepemimpinan sebuah jama'ah dakwah ideologis yang tulus (ikhlas) mengajak umat untuk berjuang.
Dengan rahmat Allah, jalan dakwah akan mendapatkan hasil sepanjang menapaki thariqah Rasulullah, sebagaimana yang diemban oleh jama'ah dakwah ideologis yang tulus menerapkan Islam kaffah. Demikian juga perjuangan pembebasan Palestina akan terwujud ketika Khilafah tegak dan menyerukan jihad sebagai solusi tuntas. Umat harus memanfaatkan momentum ini genosida Gaza untuk membangkitkan Umat dan mewujudkan kemuliaan Islam. Sehingga Islam Rahmatan Lil Aalamiin bisa terwujud.
Wallahu a'lam bi Ash Shawaab.

No comments:
Post a Comment