Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hentikan Pelaparan Sistemik Gaza Dengan Jihad dan Khilafah!

Saturday, August 16, 2025 | Saturday, August 16, 2025 WIB

                      Oleh Layli Hawa 
               (Aktivis Dakwah Islam)


Gaza, hingga hari ini belum kunjung menemukan titik terang atas konflik yang diderita akibat kezaliman Israel. Kebiadaban Israel laknatullah semakin brutal, tidak hanya menjajah, mengusir, membombardir, menyiksa, tapi juga memblokade bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza. Hal ini tentu menjadi salah satu faktor utama yang semakin memperparah krisis kelaparan di Gaza. 

Sejak eskalasi militer terbaru di akhir 2024 hingga pertengahan 2025, Israel secara sistematis membatasi bahkan menutup akses masuknya bantuankemanusiaan ke Gaza. Pintu Rafah di perbatasan Mesir ditutup total sejak Mei 2025 setelah serangan militer Israel. Jalur Kerem Shalom dan Erez pun dikendalikan sepenuhnya oleh otoritas Israel dengan pengawasan ketat.

Atas dasar inilah kasus kelaparan masif, kematian akibat malnutrisi, hingga fasilitas Rumah Sakit lumpuh akibat kehabisan bantuan obat-obatan, listrik, dan makanan. Jelas ini adalah pelaparan sistemik. Gaza butuh pertolongan nyata yang akan mengakhiri penderitaan mereka hingga tuntas. 

Dunia Masih Diam, Akidah Kaum Muslim Dipertanyakan

Berbagai tindak kekejian Israel terhadap warga Gaza nampaknya tidak membuat dunia terguncang, bahkan para penguasa-penguasa muslim dunia tidak bergeming. Kecaman tinggalah kecaman yang tidak menghasilkan apapun. Karena nyatanya penguasa masih sibuk menjalin hubungan diplomatik dengan negeri penjajah. 

Miris, melihat kondisi saudara muslim di Gaza membuat kita bertanya, "Dimana rasa kepedulian sesama?", "Dimana kepedihan yang dirasakan jika anggota tubuh lain sedang terluka?". Aqidah Islam bukan sekadar ucapan belaka. Aqidah Islam adalah keyakinan yang menuntut pembelaan terhadap umat Nabi saw ketika saudara seiman disakiti. 

Gaza telah menjadi saksi dari salah satu tragedi kemanusiaan terburuk abad ini. Diamnya dunia bukan hanya tidak membantu, tapi secara langsung memperkuat kejahatan Israel terhadap warga Gaza. 

Solusi Pragmatis Adalah Ilusi Mematikan

Meski berbagai diskusi oleh PBB dilakukan mulai dari two-state solution (solusi dua negara), saran untuk meninggalkan wilayahnya, hingga ketidakberdayaannya para pemimpin dunia mengerahkan tentara militer, bukti nyata keberpihakan dunia terhadap penjajah. 

Solusi demi solusi tetapi tidak kunjung membuahkan hasil tuntas selama hak veto berada di tangan Amerika. Sebab hak penuh yang dimiliki AS tidak pernah berpihak kepada korban, justru menunjukan dukungan terhadap pelaku yaitu Israel untuk merebut tanah mulia Palestina. 

Selama tidak ada kekuatan militer yang memerangi Israel, selama hanya menunggu belas kasih PBB atau Amerika, maka penderitaan Gaza akan terus berulang. Oleh karena itu, tidak ada solusi lain yang dapat menghentikan penjajahan atas Gaza selain jihad.

Gaza Butuh Solusi Kaffah : Jihad dan Khilafah

Sejarah selalu menunjukkan bahwa penjajahan tidak akan pernah dibebaskan melainkan melalui jihad fi sabilillah. Karena jihad bukan pilihan tetapi kewajiban ketika kaum muslim atau wilayahnya diserang. Allah swt bahkan memerintahkan dalam surat Al-baqarah ayat 190 untuk memerangi siapa saja yang memerangi kaum muslimin. Bukan sekedar negosiasi atau diplomasi melainkan aksi. 

Bahkan, penderitaan Gaza tidak akan tuntas sampai umat Islam memiliki perisai yang menyatukan negeri-negeri Muslim dalam satu kepemimpinan Islam yaitu Daulah Khilafah Islamiyah. Yang bisa mengerahkan tentara militer dengan satu komando dibawah perintah seorang khalifah. 

Rasulullah saw bersabda: 
"Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu adalah perisai, tempat orang-orang berperah di belakangnya dan berlindung kepadanya." (HR. Muslim)

Cukup sudah kecaman kosong. Cukup sudah dengan solusi palsu. Cukup sudah berdiam diri. Gaza tidak hanya butuh simpati, tetapi solusi hakiki. Saatnya menghentikan pelaparan sistematis dengan menggelorakan seruan kepada tegaknya Khilafah, menyuarakan pengerahan jihad oleh negeri-negeri muslim, menolak kompromi pengkhianatan. []

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update