Padang, nusantaranews.net - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, meresmikan Ruang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di kantor pusatnya, Jalan Pemuda 21 Padang, Minggu (17/8/2025).
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat tidak mungkin tumbuh di ruang yang tertutup.
Memberi sambutan
Langkah ini jadi bukti nyata kalau keterbukaan informasi bukan cuma formalitas, tapi benar-benar dijalankan sesuai amanat UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Lewat ruang PPID, masyarakat bisa mengakses informasi seputar layanan dan kinerja Bank Nagari dengan cara yang lebih cepat, nyaman, dan mudah.
“Kalau kita terbuka, orang lebih percaya. PPID ini jadi sarana bagi publik buat tahu lebih jelas tentang program kerja, laporan keuangan, sampai inovasi layanan Bank Nagari. Semua akan disampaikan dengan standar pelayanan yang cepat, tepat, dan mudah diakses,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir di acara peresmian, menyampaikan apresiasi tinggi untuk langkah Bank Nagari. Menurutnya, keterbukaan bukan hanya kewajiban hukum, tapi juga roh pelayanan publik.
“UU KIP ini penting, bukan sekadar aturan. Saya ingin ruang PPID Bank Nagari jadi contoh nyata bagaimana badan publik melayani masyarakat dengan transparansi,” ungkap Mahyeldi.
Ia juga menegaskan bahwa setiap badan publik punya konsekuensi hukum kalau mengabaikan keterbukaan. Karena itu, PPID harus dikelola serius, profesional, dan konsisten.
Sebelumnya, Ketua Komisi Informasi Sumbar, Musfri Yendra, menyebut peresmian PPID Bank Nagari sebagai langkah maju yang patut dicontoh.
“KI terus mendorong badan publik, termasuk BUMD, untuk lebih terbuka. Bank Nagari bisa jadi role model agar keterbukaan informasi benar-benar dijalankan,” jelasnya.
Saat ini, KI Sumbar sedang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap lebih dari 400 badan publik. Dari situ akan terlihat siapa saja yang benar-benar serius menjalankan amanat UU KIP.
“Ruang PPID jangan hanya jadi formalitas, tapi harus hidup, benar-benar jadi ruang keterbukaan informasi buat masyarakat,” tambahnya.
Hadirnya PPID di Bank Nagari membuktikan bahwa keterbukaan informasi sudah jadi kebutuhan, bukan jargon. Dengan akses informasi yang mudah, masyarakat bisa lebih percaya, sementara badan publik bisa menjaga akuntabilitas dan menghindari salah paham.
Ruang PPID bukan cuma simbol, tapi langkah nyata untuk menjadikan transparansi sebagai budaya di tubuh BUMD terbesar di Sumatera Barat. Harapannya, pelayanan publik ke depan bisa makin modern, terbuka, dan akuntabel serta menjadikan kepercayaan masyarakat sebagai modal utama membangun daerah.
Sedang membawakan aksi teatrikal Puisi "Koran Pagi"
Namun ada yang unik dari peresmian PPID Bank Nagari ini. Dimana sebelum acara peresmian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang digelar di halaman kantor pusat Bank Nagari digelar, suasana mendadak hening ketika Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Tasman, naik ke panggung. Dengan penuh penghayatan, ia membawakan aksi teatrikal pembacaan puisi berjudul “Koran Pagi”.
Puisi tersebut bukan sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah cermin kehidupan yang menyentuh, menggambarkan denyut aktivitas masyarakat setiap pagi, berita yang hadir membawa harapan, sekaligus kritik halus terhadap dinamika zaman.
Gestur tubuh, intonasi suara, serta ekspresi wajah Tasman membuat seluruh hadirin terhanyut. Setiap bait yang ia lantunkan mengalir dengan kuat, kadang lembut, kadang menggelegar, seolah menyeret penonton ke dalam suasana yang ingin ia sampaikan.
“Aksi teatrikal Pak Tasman sungguh luar biasa. Tidak hanya membacakan puisi, tetapi benar-benar menghadirkannya dalam ruang dan hati kita,” ujar salah seorang undangan dengan mata berbinar.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, tampak memberikan apresiasi penuh. Menurutnya, seni dan sastra memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan, dan apa yang dilakukan Tasman menjadi pengingat bahwa informasi bukan sekadar data, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan.
Acara yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan, perbankan, dan tokoh pers tersebut menjadi semakin berkesan berkat aksi teatrikal yang jarang ditemukan dalam forum resmi semacam ini. Tasman berhasil memadukan dunia perbankan yang identik dengan angka dan kebijakan, dengan dunia sastra yang penuh rasa dan makna.
Puisi “Koran Pagi” yang ia bawakan pun seakan menjadi simbol: bahwa setiap informasi yang kita terima setiap hari tidak hanya sebatas berita, tetapi juga bagian dari perjalanan membangun kesadaran bersama.
Dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin, aksi teatrikal Tasman menutup rangkaian peresmian PPID dengan nuansa yang tidak akan mudah dilupakan. Nal Koto



No comments:
Post a Comment