Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

80 Tahun Indonesia Merdeka, Penjajahan Menahun bikin Rakyat Berduka

Friday, August 15, 2025 | Friday, August 15, 2025 WIB Last Updated 2025-08-15T03:40:50Z

 



Oleh; Kursiyah Azis (Penulis dan Aktivis Muslimah)


Tinggal menghitung hari, HUT RI yang ke 80 tahun akan kembali di rayakan.  Seperti biasa, aneka perlombaan yang mengiringi detik-detik hari H telah ramai di gelar keseluruh pelosok negri. Meskipun hanya sesaat, kehebohan yang tercipta sudah cukup menghibur hati rakyat di tengah duka yang sedang menganga tatkala menyaksikan ragam penindasan yang sedang di alami rakyatnya.

Sungguh miris. Ibaratnya manusia. Usia kemerdekaan Republik Indonesia sudah masuk tahap usia lanjut, sudah cukup tua. Namun sayangnya di usianya yang sudah sepuh dan telah mendapat predikat merdeka ,sejatinya masih terus terjajah di segala lini kehidupan.


Mengutip Tirto.id (7/8/2025) Kondisi Ekonomi kelas menengah di Indonesia masih pontang-panting hingga pertengahan tahun. Daya beli masyarakat masih lesu dan cenderung habis untuk sekadar urusan sandang. Padahal masyarakat yang tergolong kelas menengah termasuk penyumbang perekonomian yang cukup besar dinegri ini.

Data Badan Statistik (BPS) menunjukkan penurunan yang lumayan drastis,yang semula berjumlah 57,33 juta orang pada tahun 2019 menjadi 47,85 juta Orang pada tahun 2024 lalu. Ini artinya sebanyak 9,48 juta Orang turun kasta dari kelompok kelas menengah ke kelompok kelas bawah.


*Merdeka hanya sekadar semboyan belaka*


Sejak resmi merdeka pada tahun 1945 lalu. Para penjajah telah angkat kaki dari negri ini, tapi tidak dengan pemikiran dan sistem kehidupannya yang kini masih terus bercokol di benak rakyat dan juga pemimpin negri ini. Itulah mengapa, Kata merdeka seolah terasa kontradiksi tiap kali di ucapkan dengan lantang dan penuh semangat, namun fakta yang di indera sangat memilukan.


Kondisi ekonomi rakyat terasa sangat mencekik leher, aneka pajak laksana hantu yang terus mengintai. Rakyat tak berdaya akibat kedzaliman para penguasa, di tambah persoalan kesehatan maupun pendidikan pun tak kalah menyedihkan. Keadilan tak tampak, bahkan kebebasan beramar Ma'aruf nahi mungkar pun senantiasa di awasi oleh aparat yang di gaji dari duit rakyat. Jika sudah demikian, maka dimana letak merdeka yang sesungguhnya?


 Sehingga wajar jika Kemerdekaan yang setiap tahun di rayakan dengan penuh antusias itu sesungguhnya hanyalah sekadar semboyan belaka. Tak punya arti, hambar akibat ulah para penjajah.


*Penjajah tak Kasat Mata*


Sejarah kemerdekaan Republik Indonesia begitu jelas mengisahkan aksi heroik para Pahlawan tanah air. Meskipun pernah di jajah selama lebih 300 tahun, namun pada akhirnya kemerdekaan itu berhasil diraih. Namun kini penjajahan itu jauh lebih dahsyat, iya tak kasat mata dan nyaris tak di sadari oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Seluruh kekayaan alam yang melimpah ruah, bebas di keruk oleh pihak asing. Rakyat hanya mendapat bagian kerusakan alamnya sehingga menimbulkan bencana yang tak berkesudahan. Kehidupan rakyat masih sangat jauh dari kata sejahtera. Penguasa yang diamanahi untuk mengurus rakyat justru bergandengan tangan dengan para penjajah, segala persoalan negri menumpuk tanpa solusi yang mampu menyudahi, kesenjangan sosial terjadi dimana-mana. Namun mirisnya kita masih merasa sudah merdeka. Seolah penjajahan yang sedemikian rupa bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan 


*Sistem peninggalan para penjajah*


Jika sudah merdeka, semestinya tak ada campur tangan pihak asing manapun dalam mengurusi segala persoalan negeri ini. Kekayaan alam di kelola negara secara mandiri lalu hasilnya di kembalikan kepada rakyatnya. Namun akibat sistem peninggalan para penjajah yang di terapkan untuk mengatur kehidupan, akhirnya kemerdekaan yang sesungguhnya tak pernah benar-benar di nikmati oleh seluruh rakyat Indonesia hingga detik ini.


Perayaan HUT RI layaknya seremonial belaka yang terus berulang setiap tahunnya di iringi duka mendalam yang menumpuk tanpa solusi tuntas. Penjajah tak berhasil memerangi fisik namun jiwa dan pemikiran sukses di kuasai oleh mereka sepenuhnya. Sistem yang berlandaskan pemisahan agama dari kehidupan telah cukup lama menggerogoti tubuh negri ini, ibarat penyakit, ia sudah masuk pada tahap menahun.sulit di obati dan tak akan bisa kembali sehat.


*Kemerdekaan Hakiki hanya ada dalam Sistem Islam*


Tak ada kemerdekaan!, yang di dalamnya terdapat kebebasan saling mendzalimi, apalagi jika pelakunya adalah sesama muslim atau penguasa terhadap rakyatnya. Jika suatu negara masih merasa bangga dengan penerapan sistem buatan manusia. Penjajahan akan terus berlangsung hingga usia kemerdekaan Republik Indonesia mencapai ratusan tahun, dan selama itu pula rakyat akan terus menanggung duka yang tak berujung.


Oleh karenanya, maka sudah seharusnya sistem kufur peninggalan para penjajah di buang sejauh-jauhnya, lalu ganti dengan sistem Islam yang berasal dari Sang Maha Pencipta. Hanya sistem Islam dalam naungan khilafah yang mampu menjamin kemerdekaan yang hakiki. 


Kisah kejayaan negara-negara Islam punya banyak fase gemilang yang membentang dari zaman Nabi Muhammad ﷺ hingga era kesultanan besar. Islam membawa perubahan sosial, di antaranya : kesetaraan, keadilan, dan persatuan antar-suku. Perdagangan dan ekonomi makmur. Kehidupan sosial harmonis dengan hukum syariah. Seni, arsitektur, dan sastra berkembang indah. Islam menyebar dengan dakwah dan interaksi damai.


Kehadiran sistem Islam adalah untuk membebaskan siapa saja yang Dikehendaki, dari penghambaan kepada sesama ciptaannya ke penghambaan hanya kepada Allah SWT dan memfokoskan ketundukan hanya pada Syariah Islam. Tak ada lagi penindasan antara penguasa dan rakyatnya maupun sesama rakyat. Inilah hakikat kemerdekaan yang sebenarnya. Yakni Merdeka secara lahir maupun batin. Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update