Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

‎Kami Rindu Kemenangan Palestina dan Umat Islam

Wednesday, July 09, 2025 | Wednesday, July 09, 2025 WIB
‎Kami Rindu Kemenangan Palestina dan Umat Islam

Oleh: Sri Yana, S.Pd.I.

 (Pegiat Literasi)

‎Kami rindu akan kemenangan Palestina, seperti kemenangan Muhammad Al-Fatih yang menaklukkan Konstantinopel. Meruntuhkan benteng terkuat pada masa itu yang berarti mengakhiri kekaisaran Romawi Timur. Sejatinya, Palestina adalah wilayah milik kaum Muslim yang wajib untuk diambil kembali dan dikuasai oleh umat Islam. Namun, hingga saat ini penjajahan bahkan genosida yang dilakukan oleh Zionis Yahudi terus terjadi di Palestina.

‎Menurut otoritas kesehatan Gaza, sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober, jumlah korban tewas di Jalur Gaza meningkat menjadi 56.412 orang, sedangkan 133.054 lainnya mengalami luka-luka. Berita terbaru, serangan Zionis Yahudi telah menewaskan 81 orang, sedangkan 422 orang luka-luka dalam 24 jam terakhir pada 7 Juli 2025.

‎Sungguh miris, melihat jumlah korban tewas di Jalur Gaza yang terus bertambah. Jelas tak tega rasanya menyaksikan saudara-saudara seiman kita terzalimi. Malu rasanya, karena tangan-tangan kaum Muslim belum ada yang mampu membebaskan Palestina dari kebengisan Zionis Yahudi yang telah memorak-porandakan negeri itu. Hati siapa yang tak perih menyaksikan kaum Muslim bertaruh nyawa di sana.

‎Ya Allah, ampunilah kelemahan kaum Muslim dalam merespons derita umat Islam di Gaza. Ya Allah, satukan kekuatan kaum Muslim agar mampu membebaskan bumi Palestina. Kami sungguh merindukan kemenangan Palestina.

‎Jelas, sudah saatnya kita mencampakkan sistem kapitalisme yang bobrok dan tidak memanusiakan manusia. Korban terus berjatuhan di sana, banyak bayi-bayi dan anak-anak tak bersalah menjadi korbannya. Kaum Zionis tanpa ampun telah meluluhlantakkan Gaza. Namun, dunia terus saja diam menyaksikan jeritan dan tangis pilu warga Gaza.

‎Nyata bahwa dunia dalam naungan sistem sekuler sukses mengikis akidah umat. Menjadikan Islam sekadar agama ritual semata. Maka tidak heran jika kaum Muslim hanya berkutat pada masalah ibadah saja seperti salat, puasa, zakat, dan haji. Sementara kewajiban lain, seperti dakwah, sering diabaikan. Padahal Islam harus terus disampaikan agar umat tercerahkan.

‎Penting untuk mengetahui bahwa saudara-saudara kita di Palestina mengalami kelaparan dan penderitaan akibat penjajahan dan genosida. Hidup dalam puing-puing reruntuhan. Bersembunyi dengan dibayangi ancaman kedinginan dan kelaparan. Hidup dalam kondisi yang mencekam. Bahkan tidak sedikit pula yang hidup di kamp-kamp pengungsian tanpa kepastian. Sulit membayangkan kepiluan mereka, terlebih saat melihat bayi-bayi mungil dan anak-anak kecil yang kehilangan masa kecilnya di tengah ancaman yang terus menghantui. Tidakkah kita iba terhadap mereka, saudara-saudara kita di Gaza?

‎Di sini, kita hidup dalam kenyamanan dan kebebasan, tetapi masih sering lalai mendekatkan diri kepada Allah. Sungguh jauh berbeda dengan kondisi generasi Gaza, yang sebagian besar adalah para penghafal Al-Qur’an, terbukti memiliki mental sekuat baja. Semangat dalam menghafal Al-Qur’an, meskipun dalam kondisi yang sangat sulit. Hal ini tidak lepas dari didikan luar biasa para orang tua yang menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan anak-anak mereka.

‎Semoga generasi saat ini mampu meneladani generasi Palestina, yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Perang pemikiran terhadap umat Islam telah begitu kuat mengakar. Mari, wahai generasi Muslim, kembali kepada sistem Islam. Rajinlah menimba ilmu agama agar paham terhadap agamanya sendiri, bukan malah takut atau fobia terhadap Islam. Ketahuilah apa yang terjadi di Gaza dan berusahalah untuk turut membebaskan mereka dari genosida yang terjadi.

‎Tidakkah kita mencintai saudara-saudara kita di Gaza? Mari kita bersatu dalam naungan Daulah Islam, yang mampu mengakhiri penjajahan di muka bumi ini melalui persatuan pemikiran, peraturan, dan perasaan. Ini merupakan janji Allah terhadap Palestina, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis tentang kemenangan dan keberkahan bagi wilayah dan penduduknya, serta janji pembebasan dari penindasan. Termasuk Masjid Al-Aqsa, tempat suci ketiga umat Islam, yang menyimpan sejarah perjuangan kaum Muslimin di wilayah tersebut. Waallahu a’lam bish-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update