Pusparini
Ibu Rumah Tangga
Bulan Muharram menjadi penanda awal tahun baru Islam. Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat dari Mekah ke Madinah tahun 622 M yang menjadi titik balik dalam sejarah Islam. Rasul dan para Sahabat hijrah bukan semata karena beratnya tekanan dakwah di Mekah, tapi ini adalah Perintah Allah Swt dan Strategi Dakwah Rasul agar Islam berkembang lebih luas lagi. Hijrah juga sebagai pembuka berdirinya Daulah Islam dan penyebaran Islam keseluruhan dunia selama 14 abad, dengan menerapkan seluruh hukum-hukum Allah secara sempurna.
Bulan Muharram, bulan yang mulia, bulan penuh ampunan dan rahmat dari Allah SWT, akan tetapi umat tidak boleh melupakan esensi hijrah yang sesungguhnya yakni mengembalikan umat Islam menjadi umat terbaik dengan menerapkan Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan. Saat ini umat yang semakin terpuruk dalam permasalahan hidup yang nyata karena jauh meninggalkan Allah dan aturan Nya, terjebak dalam sistem kapitalis sekuler, terpecah belah, tertindas dan terzolimi karena tidak adanya Junnah yang melindungi. Tahun baru Islam seharusnya menjadi moment intropeksi diri bagi umat Islam, baik secara individu, masyarakat, negara bahkan dunia dengan meneladani hijrahnya Rasulullah Saw.
Muhasabah atas apa yang telah terjadi fardu bagi setiap Muslim, berdasarkan firman Allah QS. Al Hasyr (59) ayat 18 : "Wahai orang orang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha tahu atas apa yang kalian kerjakan".
Hijrah Rasulullah saw, dari Mekkah ke Madinah telah mengubah wajah umat Islam yang teraniaya dan tertindas saat itu, menjadi terlindungi dalam tatanan sebuah negara. Menjadi umat yang mulia, kuat dan disegani. Hijrah berarti keluar dari Darul kufur menuju Darul Islam ( negeri yang menerapkan hukum hukum Islam).
Pembentukan negara Islam yang berdaulat telah memberikan perlindungan bagi umat selama berabad-abad di bawah kepemimpinan para Khalifah. Dibawah panji Khilafah Islamiyah kaum muslimin bersatu dalam ikatan ukhuwah Islamiyah yang kuat dan disegani. Tidak seperti kondisi saat ini umat tercerai berai, tertindas, musibah demi musibah menimpa umat terjadi akibat ketiadaan kekuasaan Islam yang dapat menolong dan melindungi umat.
Dengan demikian moment hijrah ini menjadi moment yang sangat penting untuk keluar dari berbagai keterpurukan seperti yang terjadi pada saudara kita di Palestina. Meninggalkan sistem kapitalis sekuler yang telah membelenggu dan kembali menerapkan dan melaksanakan syariat syariat Islam secara kaffah dalam institusi kekuasaan Islam seperti yang telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabat. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 20-21 "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajat nya di sisi Allah dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridhaan dan surga-surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya."
Wallahu A'lam

No comments:
Post a Comment