Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaza Dibantai, Umat Islam Butuh Kepemimpinan Sejati

Wednesday, July 16, 2025 | Wednesday, July 16, 2025 WIB
Gaza Dibantai, Umat Islam Butuh Kepemimpinan Sejati

Syamsiar, S.S 

(Pena Ideologis Maros)


Gaza kembali menjadi saksi kebiadaban rezim Zionis Israel. Saat warga Palestina antre untuk mendapatkan makanan, penjajah justru membantai mereka. Sebagaimana yang diwartakan oleh dw.com, menyebutkan bahwa ada ratusan warga sipil Palestina dilaporkan tewas ditembak di sekitar pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir. Kebiadaban yang mereka lakukan menunjukkan bahwa bahkan akses untuk memenuhi kebutuhan pokok pun tidak lagi aman dari ancaman pembunuhan. Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel telah mencapai lebih dari 56.600 jiwa, sebagian besar di antaranya adalah wanita dan anak-anak.


Kondisi tersebut menunjukkan betapa kejam dan tidak berperikemanusiaannya rezim Zionis. Para penjajah bukan hanya menyerang militer atau target strategis, tetapi justru membantai rakyat sipil yang tak bersenjata, bahkan dalam kondisi paling rentan—kelaparan dan lemah.


Dunia Diam, Penguasa Muslim Tak Peduli!

Perbuatan zionis Yahudi makin melanggar perikemanusiaan dan menunjukkan kebiadaban yang begitu sangat luar biasa. Melihat kondisi rakyat Gaza semakin mengiris hati, rakyat dunia terus bergerak dan tiada henti menunjukkan dukungan dan pembelaannya terhadap rakyat Gaza. Namun, berbeda dengan para penguasa dunia internasional justru menunjukkan wajah hipokritnya. Negara-negara besar dunia yang mengklaim menjunjung tinggi HAM justru bungkam atau malah mendukung agresi Israel secara politik maupun militer. Di sisi lain, penguasa negeri-negeri Muslim yang seharusnya menjadi tameng bagi saudaranya sesama Muslim justru berdiam diri, bahkan tetap menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi dengan entitas penjajah tersebut.


Mengapa hal ini terjadi?

Diamnya para penguasa negeri Muslim terhadap konflik yang terjadi di Gaza, dikarenakan: Pertama, akar persoalan Palestina tidak dipahami dengan benar oleh mereka. Banyak yang terjebak dalam narasi "konflik dua negara" atau "perselisihan teritorial", padahal ini adalah penjajahan terang-terangan yang berlangsung selama lebih dari 75 tahun. Zionis bukan sekedar menguasai tanah, tapi ingin menghapus eksistensi umat Islam di tanah suci Palestina.


Kedua, para penguasa negeri-negeri Muslim lebih mencintai kekuasaan daripada iman dan persaudaraan Islam. Ketakutan kehilangan kekuasaan, ketergantungan ekonomi pada Barat, dan jauhnya mereka dari Islam telah membuat mereka tuli terhadap jeritan saudara-saudaranya di Gaza.


Solusi Islam

Dalam kondisi seperti ini, kaum Muslim yang telah sadar tidak boleh tinggal diam. Mereka harus terus menyuarakan kebenaran dan membangun opini umum yang didasarkan pada pemahaman Islam yang hakiki. Ini bukan sekadar soal kemanusiaan—ini adalah soal akidah, ukhuwah, dan tanggung jawab keimanan.


Maka dari itu, harus terus digaungkan makin kuat dan makin keras dukungan terhadap rakyat Gaza sebagai bentuk upaya penyadaran terhadap mereka bahwa mereka ada saudara se aqidah yang wajib ditolong. Upaya ini harus dilakukan oleh kaum muslim yang sudah sadar terlebih para pengemban dakwah. 


Peran para pengemban dakwah sebagai upaya penyadaran umat: pertama, menerangkan akar persoalan Palestina sebagai masalah penjajahan dan konspirasi global terhadap Islam. Dan juga menyampaikan bahwa solusi sejati bukanlah konferensi internasional atau bantuan kemanusiaan semata, tapi pengusiran penjajah dengan kekuatan militer di bawah kepemimpinan Islam.


Kedua, mengajak umat untuk menuntut para penguasa negeri Muslim agar menghentikan hubungan dengan Israel dan menggerakkan pasukan untuk membebaskan Palestina. Dan juga menjelaskan bahwa hanya dengan tegaknya Khilafah Islam, jihad dapat dilaksanakan sebagai sistematis, legal, dan terorganisir—bukan sekadar perlawanan rakyat sipil yang tak sebanding dengan kekuatan militer penjajah.


Ketiga, dakwah tidak boleh melenceng dari metode yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ, yakni membangun masyarakat dengan pemikiran Islam, membentuk kesadaran politik Islam, dan mempersiapkan perubahan sistemik menuju pemerintahan Islam.


Di tengah tekanan, para pengemban dakwah harus menjaga keistiqamahan, meningkatkan kemampuan, dan menguatkan hubungan dengan Allah, karena kemenangan sejati bukan semata hasil perjuangan, tapi juga pertolongan dari Allah SWT.


Palestina bukan hanya soal tanah yang dijajah—ini adalah panggilan iman. Setiap darah yang tertumpah, setiap anak yang terbunuh, setiap ibu yang kehilangan anaknya, adalah panggilan bagi kita semua: Apakah kita akan terus diam atau mengambil bagian dalam perjuangan ini?


Saatnya umat Islam bangkit, tidak hanya dengan emosi sesaat, tapi dengan kesadaran ideologis dan perjuangan strategis. Saatnya kita kembalikan izzah Islam dengan tegaknya Khilafah dan jihad fi sabilillah untuk membebaskan bumi para nabi—Palestina tercinta.


Wallahu A'lam Bisshowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update