Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelecehan Terhadap Nabi: Akar Masalah dan Solusi

Wednesday, July 16, 2025 | Wednesday, July 16, 2025 WIB
Pelecehan Terhadap Nabi: Akar Masalah dan Solusi


Oleh : Diani

(Ibu Rumah Tangga, Aktivis Dakwah)


Situasi di Turki memanas karena ada empat orang dari tim majalah Satir leMan yang kini telah di tangkap polisi memuat gambar yang dianggap menggambarkan Nabi SAW. Padahal dalam Islam, Nabi Muhammad adalah sosok suci dimana menggambarkannya sangat dilarang keras. Menteri dalam Negeri Turki, Ali Yelikaya, mengecam gambar itu dan menyebutnya tidak tahu malu. Dia mengumumkan pemimpin redaksi, desainer grafis, direktur institusianal dan kartunis leMan sudah di tahan. Pihak leMan membantah keras gambar itu adalah karikatur Nabi (Detik..com,  1/8/2025).


Sebenarnya, kasus penistaan terhadap Nabi dan simbol-simbol agama bukan kali ini muncul. Namun, kasus ini adalah kasus yang sering dan terus berulang, tidak aneh karena hal ini dianggap suatu bentuk kebebasan berekpresi dan dianggap wajar dalam sistem sekuler-liberal. Umat Islam saat ini memang ada dalam posisi lemah tidak berdaya, sehingga para pembenci Islam bebas melakukan penghinaan. Musuh-musuh Islam sudah tidak memiliki rasa takut. Jangankan melakukan pelecehan terhadap simbol agama, membunuh dan menggegenosida umat Islampun, seperti di gaza, Umat hari ini tidak bisa berbuat banyak. Dan yang kita lakukan hari ini hanya bisa marah dan mengecam.


Kondisi yang terjadi saat ini terhadap Umat telah disabdakan Nabi SAW yang menyebutkan umat Islam itu banyak dari segi jumlah, namun tidak memiliki kekuatan seperti halnya buih dilautan. "Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti halnya orang-orang menyerbu makanan diatas piring",  seorang berkata, "Apakah karena sedikitnya jumlah kami waktu itu?" Beliau bersabda, bahkan kalian waktu itu banyak sekali tetapi kalian seperti buih diatas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjakitkan dalam hatimu penyakit wahn",  "Apakah wanh itu?", Beliau menjawab, "Cinta dunia dan takut mati". (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Daud).


Itulah gambaran umat Islam saat in. Persis seperti apa yang di sabdakan Nabi SAW. Kebanyakan umat saat ini, termasuk para pemimpin Negeri Muslim, lebih memilih berada di zona yang aman. Mereka hanya melakukan kecaman demi kecaman saja, tidak lebih dari itu. Tidak ada aksi nyata yang mampu menghentikan penghinaan dan pembantaian terhadap umat saat ini.

Maka dari itu tidak ada lagi solusi nyata yang bisa menghentikan penghinaan-penghinaan ini kecuali dengan membangkitkan kesadaran umat untuk mau kembali bersatu menyatukan hati, pikiran dan perasaan untuk mau kembali bersatu melanjutkan kehidupan Islam. Karena menghina dan melecehkan simbol-simbol Islam merupakan sebuah kejahatan dan dosa besar dan para pelakunya harus di hukum dengan hukuman yang sangat berat, yaitu di bunuh. Seperti ducapkan oleh seorang ulama, Ahmad bin hambal, "Barangsiapa mencaci Nabi SAW dan melecehkannya, baik Muslim maupun Kafir maka ia wajib dibunuh".

Namun saat ini tidak ada satupun pemimpin yang berani melakukan hal tersebut. Karena itu, Umat harus berupaya kembali untuk bersatu menerapkan hukum-hukum Allah dalam kehidupan kita dan dalam sistem Pemerintahan. Dengan begitu, ketika tegak hukum-hukum Allah, tidak akan ada lagi yang berani melakukan penghinaan terhadap Islam.


wallahu 'alam bisshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update