Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Solusi Jitu Mengatasi Aksi Premanisme

Monday, June 16, 2025 | Monday, June 16, 2025 WIB

 

Solusi Jitu Mengatasi Aksi Premanisme

Nur Inayah


Polresta Bandung menunjukkan komitmen memberantas premanisme, demi menciptakan rasa aman masyarakat di Kabupaten Bandung. Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menegaskan, bahwa pihaknya saat ini telah menangkap puluhan preman yang meresahkan masyarakat, termasuk para pedagang kecil yang kerap menjadi sasaran.


"Preman yang sudah ditangkap sebanyak 52 orang. Jika ada yang berani melakukan aksi premanisme, akan kami kejar sampai manapun untuk kami tangkap," ujarnya saat ditemui di Mapolresta Bandung pada Jumat (23/5/2025).


Tindakan dari Kapolresta Bandung ini , tentunya patut untuk diapresiasi, namun diharapkan tindakan ini tidak cukup sampai para pelakunya ditahan saja, karena sudah bukan rahasia umum lagi, tatkala masa tahanan habis/bebas, para pelaku akan beraksi kembali.


Aksi premanisme sejatinya sudah menjadi salah satu masalah yang tak kunjung usai di negeri ini. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kasus aksi premanisme yang terjadi di berbagai daerah. Aksi premanisme ini sendiri merupakan praktik tindakan sewenang- wenang, kekerasan, intimidasi, atau pemerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok,  yang tentunya melanggar norma hukum dan sosial, dan tentunya norma agama.


Praktik semacam ini tentunya bukan hal yang baru di negeri ini,  yang berubah hanya bentuk dan wajahnya. Dulu premanisme bersifat individual dan tersembunyi. Namun saat ini tampil lebih  terorganisir dan dibungkus dalam organisasi kemasyarakatan. Dengan adanya  klaim membela masyarakat, mereka malah melakukan pemaksaan, intimidasi dan pungutan liar yang sifatnya memaksa. Bukan rasa aman yang lahir tapi ketakutan yang semakin meluas.

  

Premanisme ini pun disebabkan oleh berbagai faktor yang begitu kompleks, mulai dari kemiskinan, kurangnya kesempatan ekonomi, kurangnya pendidikan dan keterampilan, lemahnya penegakan hukum , hingga pandangan hidup sekuler- kapitalis, yang memandang kebahagian itu datang tatkala banyak nya materi yang bisa di dapat.


Diterapkannya sistem sekuler-kapitalis hari ini, yakni sistem hidup yang memisahkan agama dari kehidupan, membuat manusia berprilaku jauh dari aturan Sang Khalik , segala perbuatannya tidak disandarkan pada halal dan haramnya suatu perbuatan, akhlak maupun dampak yang ditimbulkan. Namun, selagi perbuatannya itu dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, maka akan ditempuh tanpa peduli prilakunya tersebut merugikan orang dan mendzolimi orang lain atau pun tidak, selama ada manfaat yang bisa diperoleh, karena asas manfaat lah yang dijunjung tinggi pada sistem hari ini.


Penyebab prilaku premanisme yang begitu kompleks, yang dipicu oleh berbagai kondisi di segala bidang kehidupan, termasuk akibat tidak adanya jaminan hukum yang jelas dari negara hari ini, yang membuat aksi premanisme semakin tumbuh menjamur. Kekuasaan dan kekuatan di tangan para penguasa, hanya menjadi alat yang sah untuk meraih keuntungan pribadi atau kelompok, dan jauh dari pemeliharaan urusan rakyat yang seharusnya.

 

Berbeda halnya saat sistem Islam yang di pakai untuk mengatur kehidupan manusia. Dalam sistem Islam sendiri, negara hadir untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar rakyatnya, termasuk kebutuhan untuk mendapatkan jaminan  keamanan, dan kenyamanan rakyatnya. Di dalam islam sendiri setiap tindakan yang mengganggu keamanan dan mendzalimi orang lain, merampas hak orang lain secara paksa maka tergolong pelanggaran hukum syara, yang harus di hukum secara tegas . Islam sendiri memiliki sistem hukum yang memberikan efek jawabir (penebus dosa), dan jawazir(pencegah), yang akan mampu menegakkan hukum secara tegas dan adil tanpa pandang bulu.


Pemberantasan aksi  premanisme di dalam Islam akan di tuntas secara sistematik keseluruhan, tidak hanya cukup mencangkup penindakan hukum terhadap pelaku, tetapi pencegahan nya juga melalui sistem pendidikannya, menciptakan sistem ekonomi yang tidak akan menimbulkan kesenjangan, sistem peradilan yang seadil adilnya, dan masih banyak lagi yang lainnya, ini hanya akan bisa terwujud tatkala sistem kehidupan nya di atur oleh syari'at Islam yang diterapkan untuk mengatur kehidupan secara keseluruhan. 


Maka aksi premanisme tidak cukup di selesaikan dengan hanya menindak pelakunya saja, tapi harus ada sistem yang adil, yang akan mampu menjadi solusi yang bersifat komprehensif ,yang nantinya akan memberikan jaminan keaman dan kenyamanan bagi setiap individu yang sudah menjadi kewajiban yang semestinya diberikan  oleh negara kepada setiap individu rakyatnya.


Wallahu A'lam bish shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update