Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PESTA HOMOSEKS MAKIN MELUAS,SAAT GAYA HIDUP MAKIN BEBAS

Monday, June 30, 2025 | Monday, June 30, 2025 WIB Last Updated 2025-06-30T10:17:33Z

 

PESTA HOMOSEKS MAKIN MELUAS,SAAT GAYA HIDUP MAKIN BEBAS


Pesta haram kembali mengguncang jagat maya. Keberadaannya semakin mengkhawatirkan masyarakat di negri ini terutama para orang tua, dikarenakan amal terlaknat tersebut takut menimpa pada anak-anaknya yang implikasinya tentu sangatlah berbahaya bagi kesehatan mental generasi. Azab yang menimpa kaum nabi Luth seharusnya dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi setiap insan yang ingin mendapatkan kehidupan yang tentram dan aman serta bagi keberlangsungan kelestarian generasi. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya sarana dan prasarana kehidupan yakni paham kebebasan berkehendak,nyatanya bukan membawa pada kebaikan moral dan etika. Sebaliknya,perilaku sebagian  manusia hari ini tidak lebih seperti binatang bahkan lebih bejat lagi. Gaya hidup bebas yang diadopsi dari pemikiran sekuler telah menggerus nalar manusia sehingga aktivitas yang dilakukan justru mengundang murka Allah SWT. Seperti yang baru-baru ini terjadi,  yaitu polisi membongkar kasus dugaan pesta seks sesama jenis di sebuah vila kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor. Sebanyak 75 orang diamankan dalam penggerebekan tersebut. Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, mengatakan penggerebekan dilakukan menyusul laporan dari masyarakat. Saat operasi pada Minggu (22/6/2025) dini hari, petugas menemukan 74 pria dan satu perempuan yang diduga tengah mengikuti pesta seks sesama jenis di lokasi tersebut. "Jadi 74 orang berjenis kelamin laki-laki. Puluhan orang diduga pesta seks gay ini berasal dari wilayah Jabodetabek. Modus pesta seks sesama jenis ini dikemas dalam acara family gathering dengan tema "The Big Star".(Liputan6.com) 


Liberalisme penyumbang kerusakan generasi


Miris, negara yang mayoritas penduduknya muslim ternyata tidak memberikan efek domino bagi meningkatnya kualitas intelektual dan pemahaman yang benar yang bersandar pada nilai-nilai spiritual agama. Gaya hidup liberalistik yang menuhankan kebebasan berekspresi menjadi bintang dalam kehidupan yang melingkupi generasi saat ini. L76TQ dengan gerakan terselubungnya terus menghinggapi kehidupan yang menyebabkan moral manusia semakin parah. Semua itu bukanlah terjadi secara alami yang, akan tetapi semakin menipisnya ketaqwaan individu telah menjerumuskan mereka kepada perbuatan yang menyimpang. Masyarakat yang acuh terhadap setiap tindakan kemaksiatan dan pelanggaran hukum syara' juga memberi andil besar semakin tersebarnya penyakit sosial tersebut yang berakibat kerusakan generasi yang semakin meluas dan berimplikasi pada rusaknya tatanan interaksi yang ada ditengah masyarakat. Interaksi yang terbangun adalah yang penting tidak saling mengganggu, maka aktivitas maksiat jalan terus. Dan unsur terpenting kebejatan moral tersebut adalah karena peran negara yang mandul terhadap segala sesuatu yang menyimpang. Bukannya menyelesaikan, bahkan negara saat ini yang mengadopsi paham sekularisme liberal cenderung menjadi inisiator bagi langgengnya penyimpangan  seksual dengan terbitnya UU TPKS yang seolah-olah isinya memihak para kelompok pemuja garis pelangi tersebut. 


Pelajaran berharga dari kaum nabi Luth


sebuah kisah yang menceritakan tentang umat Nabi Luth yang penduduknya melakukan perbuatan keji yaitu homoseksual. Homoseksual atau liwath merupakan salah satu jenis orientasi dalam LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). LGBT adalah perbuatan asusila yang terkutuk dan menunjukkan bahwa pelakunya mengidap penyimpangan psikologis dan tidak normal.


Pandangan Islam terhadap homoseks


Dalam pandangan Islam, LGBT termasuk daripadanya perilaku homoseksual merupakan sebuah penyakit. Dikarenakan fıtrah manusia yang telah dianugerahkan Allah SWT yaitu dengan melestarikan keturunan demi keberlanjutan kehidupan manusia. Firman Allah SWT;


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ ….


"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak….”(As.An-Nisa;1) 


Tak hanya itu, perilaku LGBT merupakan penyimpangan fitrah yang telah diciptakan Allah SWT atas manusia, bahkan atas seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh sistem kehidupan yang memberikan ruang kebebasan secara mutlak bagi manusia yakni ideologi kapitalisme yang menjadikan ukuran kebahagiaan adalah bersifat materi yaitu rasa bangga walaupun harus menabrak norma-norma sosial yang ada. Tersebab,persoalan diatas adalah problem sistemik, maka yang seharusnya yang dilakukan tidak hanya sekedar perubahan yang bersifat pragmatis,akan tetapi diperlukan revolusi mental dengan cara perubahan yang bersifat sistematis yaitu berhijrah secara totalitas dari penerapan sistem kapitalisme menuju kepada penerapan sistem Islam secara kaffah. Hanya dengan hal tersebut, sistem kehidupan yang ideal akan dapat terwujud dengan sempurna. Oleh karena pilar utama penerapan syari'at Islam adalah ketaqwaan individu yang akan membentuk pribadi muslim yang penuh dengan ketaatan dan berusaha menjauhi perkara yang menjadi larangan-Nya. Adapun pilar selanjutnya adalah kontrol masyarakat yang dibangun atasnya suasana keimanan yang menjadikan kehidupan ditengah masyarakat diliputi aktivitas amar makruf nahi mungkar yang darinya dapat meminimalisir tindakan kriminal maupun tindakan terhadap penyimpangan syari'at. Dan yang terpenting adalah pilar yang terakhir yaitu negara sebagai perisai bagi setiap hal yang mendatangkan kemudharatan bagi manusia. Sebab, sejatinya fungsi negara dalam sistem Islam sebagai penjaga agama. 


WAllahu a'lam bi Ash-Showwab. 


Penulis;Miratul Hasanah (Pemerhati masalah kebijakan publik)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update