Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pergaulan Bebas: Jauh dari Syariat, Dekat dengan Maksiat

Monday, June 16, 2025 | Monday, June 16, 2025 WIB
Pergaulan Bebas: Jauh dari Syariat, Dekat dengan Maksiat


Penulis : Irma Ismail

 (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)


Beberapa waktu lalu di Balikpapan tersebar video asusila. Sakit hati menjadi alasan sang pelaku seorang remaja yang baru lulus sekolah untuk menyebarkan video tersebut. 


Sang mantanpun bertindak dengan melaporkan ke Polresta Balikpapan pada 26 Mei 2025. Personel Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Balikpapan segera melakukan penyelidikan dan akhirnya mengamankan NK, remaja pelaku penyebaran video asusila.


Penyebaran video asusila yang dilakukan oleh mantan pacar, bukan kali ini saja terjadi. Ada banyak terjadi di mana-mana, di semua wilayah dari berbagai belahan dunia. Membuka dan menyebarkan aibnya sendiri. Banyak kasus seperti ini yang berakhir di meja hijau, bahkan putusan hukum juga dijatuhkan. Meskipun ada juga yang berakhir dengan jalan damai.


Mirisnya kasus ini banyak terjadi di kalangan remaja. Di awali dengan berpacaran, terkadang kedua orangtua mengetahui dan memberikan ijin untuk anak-anak mereka pergi berduaan. Dengan dalih bahwa sekarang bukan zaman Siti Nurbaya lagi, anak bebas untuk menentukan pasangannya nanti.  


Di sisi lain bahwa sebagian masyarakat ada yang seolah tidak begitu peduli dengan pemandangan remaja yang asyik berpacaran karena alasan tidak mau mencampuri urusan orang lain. Inilah realita kehidupan remaja sekarang ini, bahkan anak-anak yang belum baligh pun sudah mengenal apa itu berpacaran. 


Sungguh miris menghadapi situasi ini. Remaja dapat melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan, dari berbuat asusila saja sudah salah ditambah dengan menyebarkannya. Di mana rasa malu itu, karena jelas wajah pelaku juga akan nampak. Bahkan orangtua pun ikut menanggung malu. Lantas mengapa hal ini semakin banyak terjadi?


 *Sekulerisme Jauhkan Generasi dari Syariat* 


Para remaja seharusnya fokus untuk menimba ilmu tetapi malah disibukkan dengan hal-hal yang tidak berguna bahkan maksiat. Salah satu contoh pacaran atau pergaulan bebas. Akhirnya hamil di luar nikah bahkan aborsi yang dapat menghantarkan kematian bagi sang ibu. Bisa juga pemerkosaan yang didalangi oleh pacarnya sendiri hingga dibunuh karena sang pacar tak mau bertanggung jawab.


Pergaulan bebas telah menjadi gaya hidup. Hal yang terjadi dikarenakan kita hidup dalam suasana yang membatasi agama dalam kehidupan. Agama sebatas ibadah ritual dan di tempat ibadah saja. Itulah sekulerisme, sebuah ideologi yang memisahkan agama dari kehidupan. 


Pengaturan kehidupan yang membuka celah kebebasan pada manusia untuk mengatur dirinya sendiri. Standarnya adalah apakah mengandung manfaat atau tidak. Maka tak heran hotel-hotel dan penginapan tidak akan menanyakan hal yang dianggap privacy kepada tamunya. Apakah mereka suami istri atau tidak, dikarenakan itu akan menurunkan omset pendapatan. Begitu juga dengan tempat hiburan malam. Hanya berpikir keuntungan semata tidak peduli remaja ini akan hancur.


Selain itu, sistem ini berpihak kepada para pemilik modal atau pengusaha. Bagaimana kebijakan yang ada menguntungkan kepada para kapitalis. Bisa dilihat bagaimana miras, banyak kejadian akibat miras tetapi tetap saja peredaran miras terus berjalan. Penjualan alat kontrasepsi pun dengan mudah didapatkan. Paling menyeramkan adalah situs-situs porno yang dengan mudah di akses bahkan oleh remaja. 


Jelas sistem ini hanya berpikir keuntungan semata tidak peduli remaja akan hancur dan rusak. Tidak berpikir bagaimana nasib bangsa jika remajanya hidup dalam kebebasan.


Hanya saja jika diamati bahwa kebebasan yang terjadi pada remaja saat ini bukan sekedar kesalahan remaja itu sendiri, tetapi ada sistem yang merusaknya yaitu sistem sekulerisme tadi. Disamping itu  negara terkesan memfasilitasi dengan kebijakannya. Masyarakat yang terbentuk karena sekuler menjadi masyarakat individualisme sehingga atas nama hak asasi manusia, menghormati pilihan orang lain dibiarkan. Tidak peduli salah atau benar, halal apa haram.


Kerusakan semakin bertambah ketika solusi yang diberikan juga tidak menyelesaikan masalah, bahkan tidak menyentuh ke akar masalah. Terbukti masalah yang sama masih saja terus berulang. Hal ini menunjukkan bahwa sistem ini tidak mampu memberikan hukuman yang memberikan efek jera. Maka perlu solusi yang bisa menuntaskan sampai ke akar masalah.


 *Islam Memberikan Solusi* 


Islam adalah agama sempurna, tidak ada aturan yang satu berseberangan dengan yang lainnya. Islam pun mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pergaulan sosial. 


Sistem kehidupan dalam Islam menjadikan akidah sebagai dasar berpijak bagi seseorang dalam melakukan aktivitas amaliahnya. Standar haram dan halal menjadi patokannya. Ini akan menjadi faktor utama menuju terlepasnya masyarakat Islam dari pergaulan bebas.


Islam memberikan batasan dan aturan yang jelas agar manusia tidak terjatuh ke dalam perbuatan dosa. Dalam hal berpakaian Islam sudah menjelaskan perihal menutup aurat, larangan bertabaruj atau berlebih-lebihan, menundukkan pandangan juga mendekati zina, ikhtilat (bercampur baur tanpa ada alasan yang syar’i) dan khalwat (berduaan laki-laki dan perempuan) 


Firman Allah Swt:

“Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.”( QS Al Isra : 32)


“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad , Ibnu Hibban, At-Thabrani dan Al-Baihaqi) 


Jelas Islam sangat menjaga batasan pergaulan laki-laki dan perempuan. Ada aturan terkait pergaulan agar manusia tak salah melangkah. Tiga pilar kekuatan yang akan menjadi penopang bagi kehidupan yang benar, yakni ketakwaan individu, masyarakat dan sistem negara. 


Sistem Islam menegaskan bahwa negara akan menjadi pelindung dan penjaga masyarakat dari hal-hal yang akan merusak akidah. Negara menjadi garda terdepan dalam menjaga agar aktivitas kita semua sesuai dengan hukum syara’. Seperangkat aturan yang  akan direalisasikan oleh seorang Khalifah.


Pergaulan bebas adalah pintu menuju perzinaan. Mendekati zina saja dilarang apalagi berzina dan Islam sudah memberikan solusi bagi para pezina. Pelaku zina akan diberi hukuman berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pezina yang telah menikah dihukum rajam (dilempar dengan batu) sampai meninggal. Bagi pezina yang belum menikah, maka akan dicambuk seratus kali lalu diasingkan. 


Hal ini berdasarkan pada perintah Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an surah An-Nur: 2 yang artinya: 

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaannya) hukumannya mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang beriman.”


Hukuman yang akan memberikan efek jera bukan hanya kepada pelaku tetapi juga bagi masyarakat. Maka jelas bagaimana Islam menjaga masyarakat, khususnya remaja terbebas dari pergaulan bebas. Semua ini bisa terwujud ketika Islam menjadi dasar dalam bingkai negara, Daulah Khilafah.

Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update