Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penghormatan Terhadap Negara Pengusung Islamophobia, Layakkah?

Saturday, June 07, 2025 | Saturday, June 07, 2025 WIB


Oleh: Sarinah


Belakangan ini kata islamophobia sering kali muncul menjadi momok yang menakutkan. Islamophobia sendiri sering kali didasari oleh ketakutan dan prasangka terhadap Islam dan umat Islam yang mungkin berasal dari kurangnya pemahaman atau pemahaman yang salah tentang ajaran islam.


Mengutip dari laman KOMPAS.com 28 Mei 2025, Indonesia mendapat kunjungan  Presiden Perancis yakni Emmanuel Marcon dan delegasinya. Prabowo selaku Presiden RI menyambut hangat dengan ucapan selamat datang kepada Presiden Perancis tersebut. Prabowo menyebut kunjungan Marcon dan delegasinya ke Indonesia sebagai kehormatan besar. 


Prabowo menjelaskan, pada tahun ini Perancis dan Indonesia memperingati 75 tahun hubungan diplomatik. Dia mengatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Perancis berawal dari saling menghormati, dan menekankan masih banyak peluang baru yang perlu mereka manfaatkan secara bersama.


Sambutan hangat dan meriah atas kedatangan kepala negara Perancis, negara yang banyak membuat kebijakan islamophobia perlu menjadi perhatian,  Bahwasanya kaum muslimin tidak boleh lupa akan negara-negara yang membuat kebijakan yang memusuhi Islam dan umatnya. Perancis adalah contoh negara yang sering membuat kebijakan yang menguatkan islamophobia, seperti pelarangan hijab, kasus kartun yang menghina Nabi Saw. dll.


 Sikap tegas yang menunjukkan pembelaan terhadap agama, seharusnya ditunjukkan oleh penguasa negeri muslim, terlebih sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.  Namun dalam sistem sekuler kapitalisme, hubungan antar negara dilihat berdasarkan manfaat, maka  wajar saja jika abai atas sikap suatu negara terhadap Islam.


Islam memberikan tuntunan bagaimana bersikap terhadap orang yang memusuhi agama Allah. Apalagi jika banyak kebijakan yang dibuat untuk menyengsarakan umat Islam 


Dalam islam, negara-negara yang ada di dunia dibagi menjadi dua, yakni Darul Islam (negara Islam) dan darul kufur ( negara kafir). Islam juga telah memberi tuntunan bersikap terhadap negara kafir sesuai posisi negara tersebut terhadap Daulah Islam (negara Islam).

  Tuntunan inilah yang seharusnya menjadi pedoman setiap kaum muslim, terlebih bagi penguasa. 

Apalagi ditengah penjajahan yang terjadi di Palestina yang mendapat dukungan dari penguasa Barat. 


Ada banyak contoh sikap tegas para Khalifah ( pemimpin) atas negara penjajah dan kebijakannya yang menghina Islam. Umat Islam seharusnya menjadi negara yang kuat dan berpengaruh dalam konstelasi hubungan negara-negara di dunia, sebagaimana pernah diraih oleh Daulah Islam dan kekhilafahan. Selanjutnya ummat harus berjuang kembali untuk mewujudkan khilafah yang menjadi adidaya dan disegani negara-negara ini.


Dalam Alquran suroh an-nur ayat 55  Allah berfirman yang artinya " Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan  bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, Dia sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai; Dia sungguh akan mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi amana sentosa. Mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Barang siapa yang tetap kufur  setelah (janji) tersebut, mereka itulah orang-orang yang Fasik.  


Dalil di atas menyebutkan bahwa Allah akan mengembalikan kekuasaan dan kehormatan kaum muslimin  dan kaum muslimin tanpa harus memberi penghormatan kepada negara yang justru tidak menghormati islam bahkan negara yang memusuhi islam. Justru negara Islam akan berlaku sebaliknya kepada negara tersebut. Karena kemuliaan hanya milik Allah dan Rosulnya. Bukan negara yang memusuhi agama Allah dan Rosulnya.

 Maka dengan itu kita harus memperjuangkan dengan sungguh - sungguh sehingga kemuliaan islam dan kaum muslimin  segera terwujud.

Sehingga kemuliaan sebagai umat dan bangsa bisa kita raih.

Allahu a'lam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update