Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendidikan Generasi Adalah Tanggung jawab Negara.

Wednesday, June 04, 2025 | Wednesday, June 04, 2025 WIB Last Updated 2025-06-04T01:47:44Z


Oleh; Winnarti AMD.AFM



Sulitnya menjangkau pendidikan sangat dirasakan oleh masyarakat, terlebih lagi masyarakat kurang mampu/miskin. Ditengah gempuran ekonomi yang sulit dibarengi dengan lapang pekerjaan yang sedikit tentu hal ini menjadi tantangan bagi masyarakat untuk menjangkau pendidikan yang berkualitas. 

Tak jarang ditemui anak anak yang ingin menyambung pendidikan kejenjang lebih tinggi namun terhalang oleh biaya yang mahal.


Mengutip dari laman Tirto.id pada 19 may 2025 ,Direktur Jenderal Pendidikan Vokasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tatang Muttaqin mengatakan, faktor ekonomi dan membantu orang tua mencari nafkah menjadi penyumbang terbanyak pada tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Indonesia. Angka ATS yang disebabkan oleh faktor ekonomi adalah sebanyak 25,55 persen dan mencari nafkah sebanyak 21,64 persen.

Menganalisis soal pendidikan ala sekuler kapitalis, pendidikan dialih fungsikan sebagai lahan bisnis dan kepentingan, sehingga memudarkan tujuan mulia yakni mencerdaskan anak bangsa. Tentu saja hal ini bertentangan dengan sebuah kutipan yang sering kita dengar “ apa bila ingin melihat kemajuan suatu bangsa maka lihat lah pendidikan Generasi bangsa nya”.


Bagaimana hari ini dengan pendidikan ala kapitalis yang telah memporak porandakan generasi kita, Gonta ganti kurikulum, Gonta ganti kebijakan, alhasil semuanya tambal sulam, tumpangan tindih. Baru baru ini sedang digadang gadang kan meluncurnya sekolah rakyat untuk orang miskin dan sekolah Garuda unggul untuk orang kaya. 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bentuk konkret Presiden dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

“Pertama ini (Sekolah Rakyat) adalah bentuk konkret dari upaya presiden dalam rangka memuliakan orang miskin. Yang kedua juga mendorong orang miskin untuk bangkit, untuk lebih maju, lebih berdaya, dan nanti berperan signifikan pada Indonesia emas di tahun 2045,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (3/5/2025).


Perlu kita analisa tentang sekolah rakyat ini apa kah benar benar memberikan solusi sampai ke akar masalah pendidikan hari ini, atau hanya sekedar program populis yang ujungnya menyusahkan kebijakan itu sendiri.

*Bagaimana dengan pendidikan dalam sistem Islam?*

Islam memandang bahwa pendidikan generasi adalah hak dasar anak bahkan hak dasar syar’i warga negara sebagaimana kesehatan dan keamanan. Negara secara langsung bertanggung jawab memenuhi seluruh kebutuhan dasar publik dimana negara sebagai penyelenggara sekaligus memenuhi pembiayaan memalui Baitul Mall.

 Tidak ada perbedaan akses pendidikan bagi masyarakat miskin atau kaya, didesa atau dikota.

Dalam Islam pendidikan bukan untuk menyelesaikan masalah ekonomi negara, justru ekonomi Islam diterapkan untuk menyokong sistem pendidikan. Pendidikan Islam diselenggarakan untuk mencetak generasi bersyakhsiyah dan nafsiyah islam, untuk membangun kembali peradaban mulia. Waallahu alam bisawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update