Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengakui Israel Sebagai Negara Jelas Sebuah Penghianatan

Saturday, June 14, 2025 | Saturday, June 14, 2025 WIB Last Updated 2025-06-14T06:16:11Z
Mengakui Israel Sebagai Negara Jelas Sebuah Penghianatan


By : Thoyibah

Muslimah Pejuang Peradaban


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membuat pernyataan yang mengejutkan saat melakukan Konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Rabu (28/5).  Menguntip dari CNN Indonesia-- Prabowo menyampaikan Indonesia siap menjalin hubungan dengan Israel begitu Palestina dikau oleh Negara Zionis.


"Saya tegaskan bahwa kita juga harus mengakui dan menjamihn hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat dan negara yang harua juga diperhatikan dan dijamin keamanannya. Karena itu Indonesia sudah menyampaikan begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk membuka hubungan Diplomatik dengan Israel, " kata Prabowo usai pertemuan bilateral dengan Macron. 


Ucapan Prabowo ini menjadi sorotan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sebab, selama ini Indonesia menolak mentah-mentah isu hubungan diplomatik dengan Israel. 


Meski Indonesia kerap menegaskan mendukung solusi dua negara (two state solution) dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina, menjalin hubungan denhan Tel Aviv tampak bukan menjadi perhatian Jakarta. 


Sementara itu KH Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum PBNU juga menyampaikan tanggapannya mengenai ucapan Presiden Prabowo Subianto. Mengutip dari detikHikmah-- "Kh Yahya Cholil Staquf atau yang biasa disapa Gus Yahya ini menilai bahwa Prabowo menunjukkan konsistensi polisi luar negeri Indonesia yang akan selalu mendukung bangsa-bangsa di dunia dalam memperjuangkan kemerdekaan. 


" pernyataan Presiden Prabowo tentang kesiapan Indonesia mengakui keberadaan Negara Israel dengan syarat diakui dan ditetapknnya keberadaan Negara Palestina, inj konsisten yang dikukuhi Indonesia sejak semula, "terang Gus Yahya. 


tempo. com- Solusi dua negara merupakan proposal kerangka perdamaian Konflik Palestina-Israel dengan membagi kawasan saat ini dan lainnya untuk Israel. Solusi ini disepakati Perdan Menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin, dan ketua Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO  Yaser Arafat pada September 1993. Perjanjian Oslo. 


Namun tak semua pihak menerimanya. Masing-masing kubu nasionalisdi Israel dan Palestina menentang. Bahkan, Rabin dibunuh oleh nasionalis syap kanan Israel. Sementara di Palestina, kelompok Hamas mulai meluncurkan serangan pengeboman. 


Guru besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengatakan pernyataan pengakuan Israel kemaren selaras dengan kebijakan solusi dua negara yang memang didukung Indonesia. 


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan kerjasama Internasional, Sudarnantk Abdul Hakim, mengatakan dukungan Indonesia untuk Palestina tetap harua menjadi prioritas karena sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pembuka UUD1945  menegaskan bahwa Indonesia mendukung kemerdekaan bangsa lain sekaligus menolak Penjajahan.


Statemen  Prabowo yang mengatakan siap mengakui Israel sebagai negara jika Palestina diberi kemerdekaan adalah jebakan narasi, solusi dua negara buatan Inggris dan Amerika. Statement tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap perjuangan rakyat Gaza, bahkan mengkhianati perjuangan para penakluk di masa Khalifah Umar, pasukan Sultan Salahuddin Al ayubi, korban Nakba, Intifada dan martir Taufan Al Aqsa. 


Dalih statemen Presiden harus dibaca sebagai batu loncatan diplomatik untuk menekan Zionis agar mau mendengar suara kita hanyalah harapan palsu saja. Jangankan suara kita, selama ini PBB saja tidak didengar. Justru akan dianggap menjadi Presiden buruk ketika dibaca bahwa Indonesia sebagai muslim terbesar di dunia justru membuk celah normalisasi dengan pihak pembantaian muslim Gaza. 


Betul bahwa kita ingin agar genosida segera dihentikan dan Palestina segera bisa mengenyam Kemerdekaan. tetapi bukan berarti harus dengan cara seperti itu karena Zionis terbukti tidak punya niat baik dan sering ingkar janji. 


Satu-satunya solusi mengusir penjajah adalah dengan jihad semesta di bawah komando khilafah. Justru yang harus dilakukan adalah lebih serius, sungguh-sungguh dan konsisten memperjuangkan tegaknya khilafah melalui thariqah perjuangan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. 


Wallahu alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update