Oleh: Khusnawaroh (Pemerhati Umat).
Hamas mengecam keras pernyataan anggota Kongres AS, Randy Fine yang menyerukan penggunaan bom nuklir di Jalur Gaza. Kelompok perlawanan Palestina tersebut menyebut pernyataan itu "hasutan" untuk melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.
Seruan ekstremis ini merupakan kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai pikiran politisi Amerika. Hamas menilai Seruan oleh politikus AS dari partai Republik melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.
Hamas pun menekankan bahwa seruan tersebut juga menghasut publik untuk menggunakan senjata pemusnah massal untuk lebih dari 2 juta warga sipil Palestina di Jalur Gaza, Palestina. (Antaranews.com, 21/5/2025).
Terus Berupaya Menghancurkan
Walaupun Palestina sudah porak poranda dan ribuan masyarakat kehilangan nyawa, tetapi sepertinya belum mendatangkan kepuasan bagi musuh-musuh Islam untuk terus berupaya menghancurkan Gaza, Palestina. Pernyataan anggota Kongres AS Randy Fine yang menyerukan penggunaan bom nuklir di Jalur Gaza adalah pernyataan yang tidak etis, tidak sah secara hukum internasional, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan dan agama.
Pernyataan itu menjadi bukti nyata bahwa umat Islam mendapatkan penghinaan luar biasa. Sekaligus bukti betapa bengisnya musuh-musuh Islam yang ingin memberangus Gaza, Palestina. Kondisi internal juga menjadi bukti bahwa AS merupakan musuh yang nyata bagi kaum muslim. Ia bukan ingin menciptakan perdamaian dunia, melainkan ingin menguasai dunia dan menghancurkan kaum muslim. Penjajahan yang sedang menimpa umat Islam secara umum, terkhusus yang sedang diderita saudara kita di Gaza seharusnya menuntut kita semua untuk berfikir cemerlang tentang solusi apa yang jitu untuk mengakhiri penderitaan itu.
Umat Tercerai-berai
Umat Islam saat ini bagaikan "buih di lautan" . Terlihat banyak jumlahnya, tetapi tidak tidak berdaya menolong saudaranya yang terluka dan menderita. Betapa tidak, jumlah umat Islam saat ini sudah mencapai seperlima dari penduduk dunia, tetapi pada faktanya umat Islam senantiasa tertindas dan terampas hak-haknya. Umat Islam sudah terombang-ambing dan hanya bisa berteriak dan mengutuk perlakuan Zionis Israel kepada muslim lainnya.
Mirisnya pemimpin negeri muslim juga tidak terdorong untuk menunjukkan pembelaan atas agamanya ini. Mereka tetap tidak bergeming melihat kaum muslim, tanah para nabi diambil paksa oleh para Zionis Yahudi. Kondisi ini sejatinya demi menjaga kekuasaannya, bahkan tidak segan mereka justru bergandeng tangan dengan musuh-musuh Islam, seperti AS melalui berbagai dalih, seperti menjalin hubungan ekonomi dan lainnya. Ini kian membuktikan pengkhianatan terhadap saudara muslim sendiri dan juga terhadap agama sendiri.
Kini posisi umat Islam menjadi umat yang terbaik telah terkikis. Umat Islam tidak lagi menjadi umat yang satu, terutama penguasa muslim hanya bisa menjadi penonton atas genosida, kelaparan, dan gempuran bom yang akan terus dilakukan di Gaza. Semua ini akibat sistem kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Begitu pula dengan menciptakan prinsip nasionalisme atau cinta tanah air, kaum muslimin dicerai-berai menjadi tidak saling mengenal satu sama lainnya, padahal sejatinya kaum muslimin seluruhnya adalah saudara.
Kaum Muslimin Harus Sadar
Korban genosida yang dilakukan oleh Yahudi Israel telah nampak, seperti anak-anak, orang tua, dan perempuan telah menderita di belahan bumi sana. Sejatinya kondisi ini menuntut kita untuk segara sadar, membuka mata, dan pikiran terhadap kenyataan yang terjadi di Palestina adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin. Kita patut sadar bahwa kerusakan dan kekejaman yang terjadi di Palestina menunjukkan buruknya sistem kehidupan saat ini, yaitu sistem kapitalisme sekuler.
Sudah saatnya kita merenungkan dan berpikir, bahwa genosida di Palestina membutuhkan solusi tuntas. Namun, kita tidak bisa berharap pada solusi yang ditawarkan oleh PBB ataupun AS dan negara lainnya sebab solusi yang mereka tawarkan merupakan solusi semu yang justru membuat Gaza dikuasai oleh Yahudi Israel. Menyerahkan solusi Palestina kepada pemimpin yang menerapkan sistem kapitalisme hanya akan mendulang kekecewaan yang mendalam terlebih kepada lembaga-lembaga internasional, seperti PBB yang keberadaannya justru dipelopori oleh Amerika yaitu musuh-musuh Islam.
Kembali kepada Sistem Islam
Betapa Islam adalah agama yang sempurna bukan hanya sebagai agama ritual semata, tetapi Islam adalah ideologi yang didalamnya terdapat aturan yang mampu mengatur seluruh kehidupan manusia serta mampu memberikan solusi untuk mengatasi berbagai problematika hidup, termasuk permasalahan genosida yang sedang terjadi di Palestina. Mempertahankan sistem kapitalis sekuler adalah kebodohan yang tiada akhir sebab kapitalisme adalah biang dari segala kerusakan yang tercerai-berai kaum muslim.
Tidak ada sistem terbaik untuk mengatur kehidupan manusia di muka bumi ini kecuali sistem Islam. Karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin (ahmat bagi seluruh alam). Jika sistem ini diterapkan dalam kehidupan, yang akan terjadi adalah kedamaian dan ketenangan bagi seluruh umat baik muslim maupun nonmuslim.
Sistem Islam telah terbukti kejayaannya hingga 1300 tahun lamanya. Dalam masa itu manusia hidup dalam keberkahan di bawah naungan institusi Islam yakni Khilafah. Khilafah dipimpin oleh seorang khalifah yang amanah dan bertanggung jawab, penuh dengan spirit ketakwaan serta jauh dari sifat pecundang dan pengkhianat. Kepemimpinan dalam sistem Islam tidak akan membiarkan saudara-saudara seiman hilang satu nyawa pun di tangan Yahudi. Hal tersebut terlihat bagaimana banyak kisah-kisah Rasulullah sebagai seorang Khalifah dan juga Khalifah lainnya membela saudara-saudara muslim yang dilecehkan ataupun dibunuh. Mereka siap mengibarkan bendera perang jika terdengar satu kaum muslimin mati tanpa sebab.
Islam menghormati nyawa manusia, bahkan dalam peperangan sekalipun, Islam memerintahkan untuk berlaku baik dan menjaga nyawa penduduk sipil serta fasilitas umum. Islam memiliki aturan perang yang sangat luar biasa indahnya. Inilah diantara kesempurnaan Islam, di dalam peperangan pun ada aturannya, bukan berdasar atas hawa nafsu yang membabi buta, tetapi semua dilakukan atas keridaan dari Allah SWT.
Penting bagi kita semua memahami bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik, dan untuk menjadi umat yang terbaik, tidak tersesat, tentu kita dituntut untuk menerapkan Alqur'an dan As-Sunnah di semua lini kehidupan baik individu, keluarga, masyarakat dan negara. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw. bersabda : “Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik; Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Salim Al-Hilali di dalam At-Ta’zhim wa Al-Minnah fi Al-Intishar As-Sunnah, hlm. 12-13).
Penerapan Alqur'an dan As-Sunnah jelas akan menjaga kemuliaan manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Umat Islam harus berjuang untuk menegakkan aturan Islam secara kaffah di muka bumi. Perjuangan tersebut membutuhkan upaya besar yang umat harus bergerak bersama. Umat membutuhkan adanya kepemimpinan jamaah dakwah yang tulus dan berpegang pada metode dakwah Rasulullah saw. Umat harus menyambut seruan jamaah dakwah ini untuk mewujudkan kemuliaan agama ini.
Kemuliaan hanya akan terwujud dengan Islam dan tidak akan tegak Islam kecuali dengan penerapan secara kaffah oleh Khilafah Rasyidah.
Upaya membebaskan Palestina harus senantiasa digaungkan sebab umat Islam berkewajiban membebaskan Palestina, dan itu hanya bisa dilakukan melalui jihad yang dipimpin oleh seorang khalifah. Khalifah adalah pelindung sejati pengayom umat, sebagaimana dulu Palestina berada di bawah perlindungan kekuasaan Islam. Itulah institusi politik Khilafah yang diwariskan oleh baginda besar Muhammad Saw. Para sahabat dan khalifah setelahnya. Institusi inilah yang mampu menyatukan seluruh insan manusia di seluruh penjuru dunia berlandaskan aqidah dan syariat.
Tentu saja kabar gembira dari Rasulullah Saw. akan kembalinya Khilafah di akhir zaman sangat menakutkan bagi para penjajah, orang-orang zalim, fasik, dan orang-orang kafir. Perjuangan untuk kemenangan Islam dan membebaskan Palestina sebagai tanah suci yang diberkahi adalah perjuangan kita bersama walaupun musuh-musuh Islam menghalangi dengan berbagai macam cara, tetapi Allah SWT bersama dengan orang-orang yang senantiasa menolong agamanya. Wallahu alam Bisshawab

No comments:
Post a Comment