Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kehadiran Macron Angin Normalisasi Dengan Zionis Semakin Erat

Thursday, June 12, 2025 | Thursday, June 12, 2025 WIB
#opininusantaranews, #opini, #nusantaranews


Oleh : Siti Zaitun


Kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Prancis Macron ke Indonesia menghasilkan kerja sama investasi antara Indonesia dengan Prancis untuk hilirisasi nikel. Data BPS menunjukkan nilai investasi Prancis ke Indonesia tumbuh signifikan dalam enam tahun terakhir. Pada tanggal 2018, investasi Prancis ke Indonesia mencapai 49,63 dolar AS dengan total 408 proyek. Naik drastis pada 2019, menjadi 167,35 dolar AS. 

Tempo.co, 29/05/2025.


Kehadiran Macron yang membawa investasi disambut antusias pemerintah Prabowo, bahkan dikatakan kedepan relasi Indonesia dengan Prancis makin kuat. Sebagai negara muslim, seharusnya Indonesia tidak menutup mata bahwa Macron adalah pemimpin sebuah negara yang memiliki pandangan anti- Islam. Para politisinya menyerukan anti-muslim secara terang- terangan sehingga kehidupan muslim disana menghadapi tekanan. 


Saat dipimpin Nicols Sarkozy, muslimah di Prancis dilarang menggunakan nikah di wilayah publik, bagi yang melanggar dikenai denda, Prancis juga membiarkan koran Charlie Hebdo memuat karikatur Nabi Muhammad.  Macron menganggap sebagai bentuk hak asasi manusia, yaitu bebas berekspresi. Seorang guru bernama Samuel Paty yang tewas dipenggal kepalanya oleh seorang muslim gara-gara menujukan karikatur Nabi saat mengajar, malah diberi penghargaan anumerta, Legion of Honor, oleh Macron. Ini sebuah penghargaan sipil tertinggi Prancis. 


Dimasa kepemimpinan Macron, UU Anti- Separatis yang dipandang anti muslim disahkan pada Agustus 2021. Sejak itu, ada 718 masjid, sekolah muslim, lembaga yang dianggap radikal, telah ditutup. Bahkan, pada 2024, Prancis melarang pada atlet muslimah yang menggunakan hijab diajang Olimpiade Paris 2024. Dengan alasan terkesan mengada-sds yakni mencegah ' proselytism', sebuah istilah yang diartikan sebagai tindakan mengajak orang lain untuk mengikuti ajaran agama atau sikap politik tertentu dengan gaya hidup sehari-hari. 


Oleh karenanya, sungguh aneh dan disayangkan, Indonesia malah menggelar karpet merah bagi Prancis yang jelas- jelas mengidap islamofobia akut. Tdak hanya itu, Prancis berada dalam gerbong yang sama dengan Amerika dan negara Barat lainnya, penjajah yang gencar melakukan makar untuk menghancurkan umat Islam. 


Prancis dan Demokrasi perlu digarisbawahi pula, Prancis adalah tempat lahirnya konsep sistem demokrasi modern yang diterapkan di banyak negara saat ini. Akibat dominasi pihak gereja di Eropa yang bersikap zalim telah membangkitkan kemarahan rakyat dan puncaknya terjadi Revolusi Prancis pada 1799. peristiwa yang berdampak panjang dan luas pada tatanan kehidupan masyarakat. Ide-ide agama digantikan oleh prinsip baru yaitu liberte, egalite, fraternite( kebebasan, persamaan, dan persaudaraan). 


Berpegang pada prinsip baru, ruang publik harus dikosongkan dari kehadiran Tuhan atau kebenaran apa pun yang bersifat final. Tidak ada kebenaran mutlak, semua bersifat relatif. Sebagai konsekuensinya, urusan negara harus terpisah dari agama. Sistem pemerintahan yang bisa mengakomodasi prinsip sekularisme adalah sistem demokrasi. 


Dengan slogan kedaulatan ditangan rakyat, masyarakat mengalami euforia, meyakini sistem demokrasi bisa memberikan ruang bagi rakyat dalam proses bernegara. Realitasnya, demokrasi hanya memberikan celah sempit bagi aspirasi rakyat, ia justru dirancang sebagai pintu lebar bagi negara- negara Barat melanggengkan penjajahan terhadap negara- negara muslim yang tercerai-berai pasca keruntuhan Daulah Utsmaniyah pada tanggal 3 maret tahun 1924.


Normalisasi dengan Israel Sebagai pemimpin negara yang sangat jelas menunjukkan garis politik anti- Islam, kedatangan Macron ke Indonesia bukan semata untuk kepentingan ekonomi, tetapi memiliki tujuan politik. Terbukti, setelah bertemu dengan Trump, disusul oleh Macron, Prabowo membuat pernyataan yang mengejutkan sekaligus mengecewakan umat Islam. 


Dalam konferensi pers yang dihadiri Macron di Istana Merdeka pada 28 Mei, Prabowo mengatakan Indonesia membuka peluang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Meskipun diikuti dengan persyaratan apabila Israel mengakui kemerdekaan Palestina. Solusi dia negara dianggap jalan tengah untuk menyelesaikan konflik antara Israel dengan Palestina. Padahal usulan ini jelas justru memperkokoh keberadaan entitas penjajah Yahudi. Secara tidak langsung, Prabowo memberi pengakuan pada imperialisme dan genosida pada rakyat Palestina. 

Dibalik kerja sama ekonomi yang disampaikan kepublik, kehadiran Trump dan Macron memiliki irisan yaitu mengencangkan opini menuju normalisasi hubungan dengan Israel. Trump sudah berkeliling ke Saudi Arabia, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Ini upaya mengkondisikan negara- negara muslim yang berada di sekitar Baitulmaqdis. Pun perubahan signifikan terjadi di Suriah, negara yang berbatasan dengan Palestina. Presiden barunya Ahmed a- Sharaa telah mengindikasikan kesediaanya untuk mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Israel. 


Fakta ini menyadarkan kita bahwa negara-negara muslim sedang diarahkan kejurang kompromi ideologis demi strategis geopolitik pragmatis. Secara perlahan apa yang menjadi target Barat yaitu pengakuan secara resmi seluruh negara terhadap eksistensi Israel sudah didepan mata. 


Pengkhianatan oleh Penguasa Muslim sejak Israel mengokupasi Palestina, sudah ratusan bahkan ribuan rakyat Palestina terbunuh. Jutaan terusir dan harus berpindah dari satu tenda ke tenda yang lain. Korban yang berjatuhan di antara nya ada wanita dan juga anak-anak yang masih dibawah umur. Dan banyak anak-anak yang kehilangan orang tua, dan banyak yang kehilangan anak- anak mereka. Kelaparan melanda rakyat Palestina sehingga tubuhnya tinggal kulit membalut tulang, menjadi pemandangan yang sangat memilukan. 


Genosida ini disaksikan oleh mata dunia. Namun, umat Islam tidak bisa berbuat banyak karena para penguasanya benar-benar sudah kehilangan nurani kemanusiaan. Mereka malah berkomplot mendukung Zionis Yahudi, baik langsung maupun tidak langsung. Alih-alih mengirimkan tentara dan senjata untuk mengenyangkan entitas Yahudi dari Palestina, mereka justru berjabat tangan dengan penguasa kafir


Kunjungan Trump ke Timur Tengah disambut dengan pertunjukan kemeriahan yang mewah berhasil membuat kesempatan bisnis yang bernilai  fantastis. Bahkan keluarga Kerajaan Qatar dikabarkan menawarkan sumbangan untuk Trump berupa sebuah jet jumbo mewah Boeing 747- 8 yang diperkirakan bernilai sekitar 400 juta dolar AS. Ini adalah pengkhianatan sangat menyakitkan bagi rakyat Palestina dan kaum muslim. 


Jelaslah apa yang dilakukan para penguasa muslim merupakan perbuatan yang Allah haramkan. Bekerja sama dengan negara kafir fi'lan makin menjerat kaum muslimin dalam cengkeraman penjajahan Barat. Genosida terhadap rakyat Palestina pun akan terus berlangsung. 


Kita tidak bisa membiarkan kondisi ini. Kaum muslimin dan Palestina harus diselamatkan yaitu dengan mengikuti metode perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Tahap pertama adalah fokus pada persatuan umat untuk menghadirkan sebuah kekuatan tandingan bagi negara Barat, institusi negara yang dipimpin seorang pemimpin muslim yang bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya dan menerapkan syariat Islam. Umat Islam akan bangkit dan berdiri kuat menjadi umat yang terbaik. Saat itulah jihad dimobilisasi dengan kekuatan penuh dan memohon pertolongan dari Allah, Palestina kembali ke pangkuan kaum muslimin. 


Dibutuhkan para kader- kader dakwah yang terus- menerus menyerukan pembebasan Palestina mengikuti metode dakwah Rasulullah. Melalui lisan- lisan penyeru kebenaran yang ikhlas, umat Islan bersatu menurut penerapan hukum Allah SWT. Secara total. Perjuangan ini tidak mudah, tetapi bagi kader- kader dakwah yang mendedikasikan waktu terbaiknya demi kemuliaan Islam, Allah ganjar dengan sebaik-baiknya pahala. 


" Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan kami hapus kesalahan- kesalahannya dan mereka pasti akan kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. " ( QS Al- Ankabut;7). 


Wallahua'lam bishowab


#opininusantaranews, #opini, #nusantaranews

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update