Oleh Melitha
Aktivis Muslimah
Konferensi Al-Ruwah ke-14 di Istambul Turki dibuka pada tanggal 27 April 2025 oleh Koalisi Global Bela Al Quds dan Palestina, mengangkat tema "Kemenangan untuk Gaza adalah Tanggung jawab Umat". Konferensi dunia itu dihadiri oleh para tokoh, pemimpin media, budayawan, aktivis sosial, serikat pekerja, akademisi, dan pemuda, dari sekitar 60 negara di seluruh dunia. Hadir pula para tokoh pejuang, ulama, mantan tahanan, serta tokoh gerakan rakyat Palestina seperti Khaled Mashal, Abdul Nasser Isa, dan Usamah Hamdan (Sabili.com, 28/4/2025).
Konferensi diadakan sehubungan derita muslim Gaza yang tak kunjung berhenti akibat agresi militer Yahudi. Warga Gaza terus berada dalam teror genosida. Sekitar 1.039 warga Palestina tewas sejak zionis Yahudi kembali menyerang Gaza pada tanggal 18 Maret 2025. Tentara Yahudi juga membunuh para tenaga medis, jurnalis, dan relawan kemanusiaan.
Tidak hanya membunuh, zionis Yahudi juga memblokade pasokan bantuan kemanusiaan yang masuk ke wilayah Gaza. Akibatnya 2,4 juta penduduknya terancam kelaparan dan kekurangan obat-obatan. Padahal dalam agresi militer sebelumnya, agresi militer Yahudi sudah menghancurkan berbagai fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Banyak warga Gaza yang tidak mendapatkan perawatan medis yang layak.
Derita Gaza juga mengundang fatwa jihad melawan zionis Yahudi. Sekretaris Jendral Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS), Ali al-Qaradaghi, menyerukan kepada semua negara Muslim agar segera campur tangan secara militer, ekonomi dan politik untuk menghentikan genosida warga Palestina.
Memang sudah seharusnya kaum muslim menyadari bahwa satu-satunya solusi yang sesuai ajaran Islam untuk mengatasi krisis Gaza adalah jihad fi sabilillah, yaitu dengan mengerahkan kekuatan militer untuk melindungi warga Gaza dan mengusir entitas Yahudi. Bukan dengan jalan diplomasi, apalagi retorika basa-basi yang selama ini dimainkan para pemimpin Arab dan Dunia Islam.
Atas dasar itu, para penguasa negeri muslim di sekitar Palestina wajib mengerahkan pasukan militer untuk menolong muslim Gaza. Sikap berdiam diri para penguasa tersebut adalah suatu kemaksiatan di hadapan Allah SWT. Sebabnya, Allah telah memerintahkan, Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, kalian wajib memberikan pertolongan (TQS al-Anfal :72).
Bukankah seorang muslim dengan muslim yang lain layaknya individu yang satu? Apakah mungkin seseorang mengabaikan bagian tubuhnya yang sakit? Tentu tidak. Ia pasti akan terus merawat bagian tubuhnya tersebut sampai hilang rasa sakitnya. Begitu pula seharusnya sesama muslim, jangan sampai ada seorang muslim yang mengabaikan penderitaan kaum muslim yang lain yang ada di belahan dunia manapun, termasuk Gaza.
Karena itu setiap Muslim wajib dengan sekuat tenaga memberikan perhatian, pembelaan, dan pertolongan kepada kaum muslim di Gaza. Bisa dengan memberikan bantuan material, tenaga ataupun seruan dakwah. Termasuk senantiasa mendoakan mereka agar selalu mendapatkan pertolongan Allah, sekaligus mendoakan kehancuran untuk kaum zionis Yahudi dan negara-negara pendukungnya.
Masifnya aksi bela Palestina dan konferensi-konferensi soal Gaza di berbagai tempat dengan tuntutan pengiriman tentara (jihad) dan khilafah, membuat negara Barat menyadari krisis Gaza justru membuka pintu yang lebih lebar bagi arus kesadaran umat akan kewajiban dan urgensi khilafah. Ini menjadikan semua upaya yang sudah dilakukan untuk menghadang khilafah menjadi sia-sia. Artinya krisis gaza telah menjadi lonceng kematian bagi peradaban Barat sekaligus menandai terbitnya fajar khilafah.
Meski tegaknya khilafah merupakan keniscayaan sejarah, tapi wajib bagi para pengemban dakwah untuk lebih masif menggencarkan dakwah penegakkan khilafah di semua kalangan hingga terwujud opini umum yang tegak di atas kesadaran umum tentangnya.
Dakwah ini wajib mengikuti metode dakwah Rasulullah yang target utamanya adalah melalui thariqah ummat, yakni dakwah penyadaran berbasis akidah hingga terbentuk dukungan kuat dari umat yang akan mendorong perubahan mendasar berupa dibaiatnya seorang khalifah bagi seluruh umat Islam.
Wallahu a'lam bisshawab.

No comments:
Post a Comment