By Mommy Hulya
Pemerintah kabupaten Banyumas baru-baru ini mendorong regenerasi dan diversifikasi komoditas pertanian. Sebagai informasi diversifikasi merupakan proses atau strategi untuk memperkenalkan variasi atau keberagaman atau investasi. Dalam konteks pertanian diversifikasi komoditas berarti mengembangkan atau menanam berbagai jenis tanaman atau produk pertanian, bukan hanya fokus pada satu komoditas dengan tujuan mengurangi risiko kegagalan dan kerugian yang disebabkan oleh ketergantungan pada 1 jenis produk saja, serta untuk meningkatkan keuntungan dengan memanfaatkan berbagai peluang pasar. Misal selain padi bisa menanam sayur, buah atau tanaman holtikultura lain. (radarbanyumas.com)
Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap krisis pekerja tani yang semakin mendalam. Salah satu langkah yang diambil adalah menyelenggarakan Program tanam padi serentak yang dilaksanakan di beberapa wilayah Banyumas dan termasuk Tambaksari kidul pada hari Rabu tanggal 23 April 2025. Program di resmikan oleh Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti.
Namun, meskipun langkah ini positif, terdapat beberapa kendala signifikan yang dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya tenaga kerja petani muda. Ketika masa panen tiba banyak petani yang harus inden pekerja tani untuk membantu panen. Minimnya minat generasi muda untuk bertani menjadi menjadi masalah besar yang memperburuk keadaan. Untuk itu Regenerasi petani menjadi kunci sektor pertanian tetap bertahan dan berkembang.
Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menarik generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Mereka lebih memilih menjadi pekerja pabrik atau bahkan menjadi pekerja migran (TKI) yang dianggap memberikan gaji tetap dan jaminan kehidupan yang lebih jelas. Disisi lain tantangan yang dihadapi seperti harga komoditas yang fluktuatif, keterbatasan akses serta ketidakpastian pasar seringkali membuat petani merasa tidak aman dan dihargai.
Langkah yang direncanakan pemerintah sangat bagus akan tetapi masalah utama nya tetap pada implementasi dilapangan. Selama ini seringkali kita melihat program program serupa yang hanya sebatas wacana diatas kertas dan acara ceremony tanpa adanya tindak lanjut yang konkret tanpa pendampingan yang nyata. Akses terhadap sarana produksi yang cukup dan garansi pasar yang adil. Regenerasi petani hanya akan menjadi slogan tahunan yang tidak memberikan dampak riil. Pemerintah harus memastikan bahwa bantuan kepada petani baik berupa teknologi, pelatihan dan sarana pendukung benar benar sampai dan dirasakan manfaatnya.
Dalam Islam keadilan sosial adalah prinsip yang sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu sektor pertanian harus bisa memastikan bahwa petani terutama generasi muda mendapatkan keadilan dalam hasil usaha mereka. Pemerintah harus menyediakan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan petani zaman ini, serta memastikan akses yang adil terhadap sarana produksi dan pasar.
Jika dilihat dari perspektif Islam pertanian bukan hanya sekedar usaha ekonomi, tetapi juga amal yang akan membawa keberkahan bagi seluruh umat. Dalam Al-Quran Allah berfirman:
"Dan Dia-lah yang menjadikan untukmu kebun-kebun yang berjunjung tinggi dan pohon-pohon kurma, dan tanaman yang berbagai jenis buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian." (QS. An-Nahl: 11).
Ayat ini menunjukkan bahwa bertani adalah sumber rezeki yang diberkahi jika dilakukan dengan niat yang baik dan pengelolaan yang benar.
Islam menawarkan pemecahan masalah dalam pemerintahan secara menyeluruh tanpa menyebabkan masalah pada sektor lain. Maka dari itu, sepatutnya Ideologi Islamlah yang menjadi panutan pemerintah dan masyarakat bukan malah mengadopsi ide ide kapitalisme yang hanya mementingkan kepentingan penguasa belaka. Menjadi kewajiban bersama atas setiap muslim untuk mengembalikan sistem Islam ditengah-tengah kehidupan, dengan mendakwahkannya secara konsisten. Hingga diterapkan Khilafah ditengah-tengah kehidupan. Wallahu A'lam bisshowwab

No comments:
Post a Comment