Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam, Sistem Istimewa untuk Jabar Istimewa

Thursday, May 29, 2025 | Thursday, May 29, 2025 WIB
Islam, Sistem Istimewa untuk Jabar Istimewa


Oleh : Isah Azizah


Pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan menang Pilgub 2024 berdasarkan hasil rekapitulasi KPUD Jawa Barat. Mereka memborong 62 persen suara sah.

Pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 20 Februari 2025.


Dedi Mulyadi yang dikenal dengan sebutan "Bapak Aing" ini, dalam penjabaran visi-misinya, menyiapkan 9 program unggulan untuk di Pemprov Jabar. Sembilan program itu mereka sebut dengan istilah '9 Lengkah Ngawangun Jabar Istimewa' (Sembilan langkah membangun Jabar Istimewa).


Untuk lebih detailnya, berikut ini 9 program unggulan yang menjadi janji politik Dedi Mulyadi (KDM) dan Erwan Setiawan.


1. Pembangunan Infrastruktur Jalan sampai ke Pelosok Desa dan Pemukiman perkotaan.


2. Pembangunan Jaringan Irigasi di seluruh wilayah pertanian, serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi pertanian organik, melalui konektivitas pertanian berbasis kehutanan, perkebunan, peternakan, dan perikanan.



3. Pengembangan pendidikan berkarakter, SMA/SMK gratis dan penambahan ruang kelas baru guna menjaga kesetaraan jumlah ruang kelas sekolah negeri SD, SMP, dan SMA/SMK.


KDM mengeluarkan surat edaran yang mengatur pendidikan dengan konsep Gapura Panca Waluya.



(JabarProv.go.id, Senin, 5 Mei 2025)


4. Pengembangan lapangan kerja baru, dengan mendorong investasi di wilayah Kabupaten/Kota bertata ruang industri, serta pariwisata, ekonomi kreatif, dan smart city.


5. Penyempurnaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten/Kota dengan penambahahan layanan khusus, seperti Kesehatan Ibu dan Anak, Penyakit Jantung, Sarana Cuci Darah, Kanker, Penanganan Stroke dengan sarana bedah syaraf, layanan operasi dan layanan lainnya yang selama ini tersentralisasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, serta Pemberian Beasiswa Dokter Spesialis Putra Daerah Sesuai dengan Kelangkaan dan Karakteristik Penyakit Masyarakat.


6. Pengembangan industri pengobatan berbasis kearifan lingkungan.


7. Mencetak 10.000 Manajer Putra Daerah, melalui Beasiswa di Politeknik Berorientasi Terapan;


8. Pengembangan Pengelolaan Sampah Mandiri Sampai Dengan Tingkat RT (Rukun Tetangga).

Penataan Kampung Nelayan, tempat pelelangan ikan, Pelabuhan pendaratan kapal nelayan serta normalisasi muara di pesisir Jawa Barat.


9. Mendorong peningkatan kesejahteraan Kepala Desa, Perangkat Desa, RW, RT, Linmas, Kader PKK, Kader Posyandu, Guru Agama, Ajengan, serta Penguatan Pembangunan Desa Berbasis Kearifan Lingkungan dan menyejahterakan kepala desa dengan berbagai cara.


Analisis 9 Program Ungggulan 


Program KDM memang memiliki daya gebrak luar biasa sehingga banyak harapan tersimpan padanya untuk meraih kesejahteraan. Akan tetapi ada baiknya kita lihat beberapa program tersebut pada keadaan nyata yang terjadi di masyarakat.


Pertama, Pembangunan Infrastruktur.

Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur, masih ada seratusan ribu rumah di Jawa Barat yang belum menikmati aliran listrik. Fakta ini diungkapkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kepala Dinas ESDM Ai Saadiyah Dwidaningsih mengatakan, hingga Desember 2024 tercatat ada 121.871 rumah yang masih membutuhkan sambungan listrik. Rumah-rumah yang butuh sambungan listrik itu tersebar di 1.737 desa di Jawa Barat.

(DetikJabar, Kamis, 23 Januari 2025).


Kedua, Peningkatan Kualitas Pendidikan.

Program KDM terkait solusi penanganan anak bermasalah dikirim ke barak militer masih menuai pro-kontra. Menurut pakar pendidikan sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), Zendy Wulan Ayu Prameswari SH LLM, kebijakan tersebut perlu dikaji lagi lebih mendalam.


Zendy menegaskan bahwa orang yang dikenai kebijakan adalah anak sekolah. Jika dilihat dari segi hukum perlindungan anak, kebijakan masuk barak militer dapat bertentangan dengan prinsip utama dalam Konvensi Hak Anak.


"Tempat ini memiliki potensi besar melanggar prinsip Hak Hidup, Kelangsungan dan Perkembangan Anak," katanya, dilansir dari laman Unair, Jumat (16/5/2025).

(Detik.com, Jumat, 16 Mei 2025).


Ketiga, Penguatan Layanan Kesehatan.

Saat ini masyarakat dibuat khawatir dengan adanya program kesehatan nasional berupa uji klinis vaksin TBC. 

Selain Indonesia, Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi juga menjadi tempat uji klinis.


Di samping kekhawatiran diperlakukan sebagai kelinci percobaan, kekhawatiran tentang kapitalisasi vaksin ini mencuat dengan ungkapan Mentri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyebut uji klinis ini membantu Indonesia membangun daya tawar untuk memproduksi vaksin.


"Sekaligus bisa menegosiasi nanti kalau ini sudah jadi, kita bisa lakukan produksinya lebih cepat di Bio Farma di Indonesia,".

( BBC.com, 12 Mei 2025).


Keempat, Pengembangan Ekonomi Kreatif dan UMKM.

Persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada September 2024 adalah 7,08%, yang merupakan penurunan dibandingkan Maret 2024 dan 2023. Jawa Barat memiliki jumlah penduduk miskin terbesar kedua di Indonesia, setelah Jawa Timur. 

Ini berakibat kepada rendahnya daya beli masyarakat sehingga berdampak kepada sepinya UMKM disamping ada hal-hal lain terkait kualifikasi UMKM yang masih rendah dilihat dari teori bisnisnya.


Kelima, Reaktivasi jalur kereta api. 

Program ini masih merupakan pekerjaan rumah yang besar karena bekas jalur yang dimaksud sebagian besar sudah "rata" dengan tanah. 


Keenam, Program Ketahanan Pangan.

Sebanyak 3.67 juta jiwa penduduk Jawa Barat masih menjerit kesulitan memenuhi kebutuhan hidup diakibatkan harga barang yang kian melangit. 


Ketujuh, Pemberian Makanan Bergizi Gratis.

Kebijakan presiden ini memang kebijakan yang secara teknis tidak terealisasi dengan baik. Hanya beberapa sekolah yang dijadikan sekolah unggulan yang mendapatkannya. Dari sisi pendanaan pun menuai banyak kritik terkait tersendatnya aliran dana kepada para pemilik rumah makan yang telah bekerjasama untuk pengadaan makan gratis ini.


Kedelapan, Peningkatan Pelayanan Publik.

Berikut beberapa fakta terkait sulitnya layanan publik, birokrasi yang berbelit, sumber daya manusia (SDM) yang kurang kompeten, korupsi dan pungutan liar, kurangnya aksesibilitas, kurangnya informasi, kurangnya kepastian, kurangnya respon terhadap keluhan masyarakat dan keterbatasan infrastruktur:


Kesembilan, pembangunan desa.

Beberapa desa tertinggal di Jawa Barat termasuk Bogor, Jonggol, Jasinga, Parungpanjang, dan Tenjo, yang umumnya berlokasi di perbatasan. Secara keseluruhan, Jawa Barat memiliki 326 wilayah yang masih berstatus sebagai desa tertinggal. 


Sistem Kapitalisasi, Sulit Realisasikan Program Unggulan


Sembilan program KDM ini secara narasi sangat baik dan dinilai bukan pencitraan. 

Menurut Pakar Komunikasi Politik UI, Effy Z Rusfian membeberkan hasil pengamatannya terkait apa yang dilakukan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ini.


"Yang dilakukan (KDM) adalah political branding lewat political impression management, itu dibentuk dengan interaksi-interaksi sosial," kata Effy.


"Yang diperlukan adalah sebenarnya monitoring, evaluasi, karena kalau kita membiarkan sesuatu perlakuan atau suatu tindakan dari pejabat publik yang tidak ada evaluasinya, apakah kita mau seperti kejadian yang berulang kali yang buruk-buruk terus," kata Effy.


Dengan demikian, apakah program unggulan ini akan mudah direalisasikan?


Sistem Kapitalisme adalah sistem yang dikenal dengan 4 konsep kebebasan yakni bebas berakidah, bebas berpendapat, bebas berprilaku dan bebas berkepemilikan.


Gebrakan yang dilakukan oleh KDM terkait mengembalikan fungsi gunung sebagai hulu sungai dan sumber mata air serta mengatasi banjir di lembah (baca: di kota) akan berbenturan dengan aturan di atas kewenangannya sebagai gubernur.


Sebagai contoh, pada bangunan EigherIzin pendirian Eiger Adventure Land, yang terletak di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), bukan oleh Pemkab Bogor. Izin tersebut ditandatangani oleh Siti Nurbaya sebagai Menteri LHK pada 24 April 2019.


Secara teknis, selain Eigher banyak lagi kawasan serapan air yang sudah beralihfungsi. Alih fungsi itu tidak hanya terjadi di Bogor dan Cianjur, tapi terjadi juga di Bandung, Bandung Barat, Subang, Kuningan dan lain sebagainya. 


Dampak pembongkaran itu adalah ganti rugi terhadap investor yang harus dikeluarkan oleh KDM.


Misalnya, Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor. Kerugian yang ditimbulkan akibat pembongkaran tersebut mencapai Rp 40 miliar. 


Hal itu menggambarkan bagaimana bahwa program istimewa demi keberpihakan kepada rakyat sulit terlaksana di negeri ini. Negeri ini sudah tercengkram kapitalisme di berbagai lini. Membutuhkan perubahan sistemik untuk perubahan menyeluruh.


Islam, Sistem Istimewa Menjadikan Jabar Istimewa


Jabar secara khusus, dan dunia secara umum hanya akan sejahtera dengan diterapkannya sistem Islam yang istimewa.

Keistimewaan sistem Islam pasti terealisasi nyata karena sistemnya yang sempurna berasal dari Pencipta.

Dimulai dengan konsep bahwa setiap perbuatan manusia terikat dengan hukum Allah, maka turunnya berbagai aturan juga akan berdasarkan pada syariat Islam.


Kesejahteraan rakyat tercermin pada pemenuhan kebutuhan pokok. Sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Maka, Islam telah mengaturnya dengan penyediaan lapangan pekerjaan untuk laki-laki sebagai tulang punggung yang berkewajiban menafkahi keluarganya. Sebagaimana firman Allah SWT pada Surat Al-Baqarah ayat 233 :


Artinya: "Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara makruf."


Rasulullah SAW pernah mengajarkan seorang pemuda Ansor untuk mencari kayu bakar dan menjualnya, menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan kerja keras adalah sumber rezeki yang halal. 


Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW fokus pada pembinaan ekonomi masyarakat, termasuk membuka lapangan pekerjaan dan mengembangkan infrastruktur. 


Setiap warga negara hanya wajib berusaha untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan saja. Untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan dan keamanan negara secara langsung melayani dengan anggaran yang sudah dialokasikan.


Negara Islam, atau Khilafah Islam, adalah negara yang menjadikan Islam sebagai asasnya. Islam sumbernya berasal dari wahyu Allah SWT, baik dari al-Quran maupun as-Sunnah. Karena itu dalam Negara Islam, seluruh pos pemasukan dan pengeluaran negara pun memiliki landasan yang kuat dari al-Quran dan as-Sunnah; juga Ijmak Sahabat dan Qiyas Syar’i.

Secara ringkas, pos pendapatan dalam APBN Negara Islam menurut Zallum (2003) terdiri dari 12 kategori: pendapatan dari harta rampasan perang (anfaal, ghaniimah, fai dan khumus); pungutan dari tanah yang berstatus kharaj; pungutan dari non-Muslim yang hidup dalam Negara Islam (jizyah); harta milik umum; harta milik negara; harta yang ditarik dari perdagangan luar negeri (‘usyur); harta yang disita dari pejabat dan pegawai negara karena diperoleh dengan cara haram; harta rikaz dan tambang; harta yang tidak ada pemiliknya; harta orang-orang murtad; pajak; dan zakat.


Jadi, tak perlu MBG (Makan Bergizi Gratis), cukup dengan politik ekonomi Islam dan distribusi kekayaan yg adil seluruh rakyat mampu untuk sehat dan kuat.


Adapaun terbaik kualitas SDM pemerintah, Islam menciptakan pemerintahan yang baik dengan menegakkan aturan Allah  karena Allah. Dengan kebenaran yang bisa ditegakkan maka akan tercipta good governance yang menciptakan keadilan dan meminimalisasi perbuatan yang merugikan masyarakat seperti korupsi. Sistem Islam mampu mencegah tindak pidana korupsi dengan jawabir dan zawajir.



Terkait pendidikan, Islam memiliki sistem pendidikan yang melahirkan generasi cemerlang. Pendidikan militer sudah disiapkan pada anak laki-laki  yang berusia 15 tahun. Barak militer bukan disiapkan sebagai solusi anak nakal dan bermasalah, tetapi latihan untuk kepentingan jihad fisabilillah.


Kecemerlangan sistem pendidikan Islam bukan isapan jempol belaka. Bertahan 13 abad, banyak catatan sejarah menorehkan tinta emas pada peradaban dunia.


Beberapa lembaga pendidikan Islam kala 

itu antara lain, Nizhamiyah (1067—

1401) di Baghdad, Al-Azhar (975—

sekarang) di Mesir, Al-Qarawiyyin (859—

sekarang) di Fez, Maroko, dan Sankore

(989—sekarang) di Timbuktu, Mali, 

Afrika. Lembaga pendidikan Islam ini

pun menerima para siswa dari Barat. 

Paus Sylvester II, sempat menimba ilmu

di Universitas Al-Qarawiyyin.


Literasi warga negara Khilafah saat itu pun lebih tinggi 

daripada Eropa. Perpustakaan Umum Cordova (Andalusia) memiliki lebih dari 400 ribu buku. 

Ini termasuk jumlah yang luar biasa untuk ukuran zaman itu. Perpustakaan Al-Hakim (Andalusia) memiliki 40 ruangan yang di setiap ruangannya berisi lebih dari 18 ribu judul buku. Perpustakaan Darul Hikmah (Mesir) mengoleksi sekitar dua juta judul buku. Perpustakaan Umum Tripoli (Syam) mengoleksi lebih dari tiga juta judul buku.


Pada masa Khilafah lahir banyak ulama di bidang tsaqâfah Islam. Filosofi Islam, mazjul-mâddah birrûh, yang mengintegrasikan belajar dan kesadaran akan perintah Allah SWT. menjadikan tsaqâfah Islam sebagai inspirasi, motivasi, dan orientasi pengembangan matematika, sains, teknologi, dan rekayasa hingga melahirkan banyak ilmuwan dan teknolog founding father disiplin ilmu pengetahuan modern.


Sumbangan para ulama dan ilmuwan muslim mereka adalah para perintisnya. Sebut saja Ibnu Sina (pakar kedokteran), al-Khawarizmi (pakar matematika), Al-Idrisi (pakar geografi), Az-Zarqali (pakar astronomi), Ibnu al-Haitsam (pakar fisika), Jabir Ibnu Hayyan (pakar kimia) dan lain-lain.


Kemajuan pendidikan pada masa keemasan peradaban Islam ini, bahkan telah terbukti menjadi rujukan peradaban lainnya. Hal tersebut antara lain diungkapkan oleh Tim WallaceMurphy (WM) yang menerbitkan buku berjudul What Islam Did for Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization (London: Watkins Publishing, 2006). Buku WM tersebut memaparkan fakta tentang transfer ilmu pengetahuan dari Dunia Islam (Khilafah) ke Dunia Barat pada Abad Pertengahan.


Rasulullah saw. bersabda :

طَلَبِالْعِلْمِكَانَفِي سَبِيلِاَّللَِّحَ,َّتَّىََرََِِْمَنْخَرَجَفِي

“Siapa saja yang pergi untuk mencari ilmu, maka ia sedang berada di jalan Allah hingga jalan pulang."

(HR At-Tirmidzi). 


Dengan berbekal ayat Al-Quran dan salah satunya hadits tersebut, manusia menjadi makhluk terbaik dan mulia mengisi peradaban dunia ini. 


Wallahu a’lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update