Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hanya Khilafah Yang Akan Membebaskan Palestina

Thursday, May 01, 2025 | Thursday, May 01, 2025 WIB


Oleh: Sarinah 


Perang antara Palestina melawan Yahudi zionis laknatullah sampai detik ini belum terselesaikan.

Genosida yang terjadi di

 Gaza (Palestina) tak kunjung usai, meski polisi dunia (PBB) turut andil dalam misi perdamaian antar dua belah pihak negara yang bertikai, namun faktanya Gaza saat ini masih dirundung nestapa.


Mengutip dari media 

TEL AVIV (Arrahmah.id) Perdana Mentri Israel (Benjamin Netanyahu) pada Senin 21 April 3025 mengatakan bahwa, dia tidak akan menerima pembentukan kekhilafahan manapun di pantai Mediterania.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa respons Israel tidak akan terbatas pada Yaman, tetapi akan meluas ke Lebanon dan wilayah lainnya.


Netanyahu mengatakan, dia mengenal musuh dengan baik, dan tidak akan menerima keberadaan kekhilafahan di sini atau di Lebanon, dan berupaya untuk memastikan kelangsungan hidup zionis.


Pernyataan keras Netanyahu yang menolak ide tegaknya khilafah sesungguhnya mencerminkan ketakutan mendalam terhadap kebangkitan kesadaran umat Islam di seluruh dunia.


Klaim tersebut mengungkapkan kegelisahan para pemimpin dunia Barat terhadap kebangkitan Islam yang semakin nyata. Dimana umat Islam mulai memahami akar persoalan keterpurukan mereka dan mencari solusi hakiki berdasarkan syariat Allah, yakni jihad fii Sabilillah dan khilafah ala minhajin-nubuwwah.


Sudah seharusnya umat menyambut seruan ini. Khilafah adalah ajaran Allah dan bisyarah

( kabar gembira) dari Rasulullah yang pasti akan terwujud.

Sesuai Al-Quran dalam surah Al -Imran 55 yang artinya " Allah telah berjanji kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa" 


Ayat ini merupakan janji Allah bahwa kepemimpinan Islam akan kembali tegak menggantikan kegelapan sistem kufur dengan keadilan syariat.


Rasulullah saw bersbda" kemudian akan ada khilafah ala minhajin-nubuwwah (HR Ahmad).

Hadis ini menunjukkan bahwa setelah fase kekuasaan zalim dan kepemimpinan diktator, umat Islam akan kembali dipimpin oleh khilafah yang mengikuti jejak kenabian.


Bagi para musuh Allah, mereka akan menghalangi tegaknya khilafah. Begitu pula penguasa muslim penghianat akan mendukung para musuh Allah karna kecintaan mereka pada kekuasaan duniawi. Tidak sedikit penguasa muslim yang bergandengan tangan dengan musuh. Kecintaan mereka terhadap dunia dan takut kehilangan kekuasaan telah membutakan mata hati mereka sehingga mereka menjadi alat untuk menghalangi kebangkitan umat ini.



Maka kewajiban umat ini adalah harus mnyadarkan diri dan masyarakat akan pentingnya kehadiran khilafah. Umat harus menguatkan keyakinan dan berjuang untuk menjemput Nasrullah

 ( pertolongan Allah) dan melanjutkan kembali kehidupan Islam dan yakin akan janji Allah pasti benar.



Hari ini, tampak jelas kerusakan sistem kapitalisme sekularisme.

Kebutuhan akan adanya khilafah sudah makin nyata, oleh karena itu, perjuangan harus dipimpin oleh jamaah dakwah ideologis yang mengikuti metode Rasulullah saw. 


Para pengembannya harus makin menguatkan dakwah Kepada umat dan memanfaatkan situasi hari ini untuk membangun kesadaran umat.

Agar mereka menyadari bahwa hanya dengan syariat Islam kaffah kemuliaan Islam dan kaum muslimin akan terwujud.

Allahu a'lam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update