Oleh : Roslina Sari
( Analisis dan Aktivis Muslimah Dell Serdang).
Allahu akbar. Krisis Gaza menjadi lonceng kematian bagi peradaban Barat berada di depan mata. Terbitnya fajar Khilafah tidak dapat dibendung. Hal ini ditandai dengan banyaknya dukungan global dan konferensi-konferensi Gaza dari berbagai kalangan didunia.
Dilansir dari https://en.irna.ir/news/85822059/Islamic-Jihad-Arab-Islamic-nations-will-not-be-safe-from-Israel-s IslamicRepublikaNewsAgency. Gerakan Jihad Islam mengutuk serangan Israel terhadap Suriah.
Gerakan Jihad Islam Palestina menganggap agresi Israel terhadap Suriah sebagai bentuk rencana ekspansionis rezim tersebut.
Gerakan Jihad Islam mengatakan bahwa agresi Israel ditujukan kepada semua negara Arab dan Islam, khususnya Palestina, Lebanon, dan Suriah, dan bahwa wilayah Arab lainnya tidak akan aman dari agresi tersebut dan konsekuensinya.
Gerakan Palestina menganggap agresi tersebut terhadap Suriah sebagai bentuk rencana ekspansionis rezim tersebut.
Menurut kantor berita Palestina Sama, Gerakan Jihad Islam dalam sebuah pernyataan mengutuk agresi berkelanjutan rezim Israel di wilayah Suriah.
Dikatakan bahwa agresi tersebut merupakan bukti nyata dari rencana agresif dan ekspansionis rezim pendudukan terhadap negara-negara Arab dan Islam dalam rangka memecah belah wilayah tersebut.
“Agresi rezim kriminal ini terhadap Suriah adalah agresi langsung, tidak hanya terhadap bangsa Suriah tetapi juga terhadap semua bangsa Arab dan Islam, terutama di Palestina, Lebanon, dan Suriah, dan wilayah Arab lainnya tidak akan aman dari agresi ini dan konsekuensinya,” kata pernyataan itu.
Gerakan Jihad Islam juga menyerukan persatuan semua kelompok, termasuk kelompok perlawanan, untuk menghadapi agresi ini, menggagalkan tujuan mereka, dan membela bangsa Arab dan Islam serta martabatnya.
Dilansir juga dari Media SABILI.id
Koalisi Global Bela Al-Quds dan Palestina resmi membuka Konferensi Al-Ruwad ke-14 di Istanbul, Turki, pada Sabtu, (27/4/2025). Konferensi Dunia untuk Palestina yang mengangkat tema "Kemenangan untuk Gaza adalah Tanggung Jawab Umat” itu dihadiri oleh tokoh-tokoh dan pemimpin nasional, pemimpin media, budayawan, aktivis sosial, serikat pekerja, akademisi, pemuda, dan berbagai lembaga dari sekitar 60 negara di seluruh dunia.
Turut hadir pula para tokoh pejuang, ulama, mantan tahanan, serta tokoh gerakan rakyat Palestina, di antaranya: Khaled Mashal, Abdul Nasser Isa, dan Usamah Hamdan.
Konferensi itu berlangsung di tengah berlanjutnya genosida terhadap rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Forum tersebut juga menjadi ajang strategis untuk merumuskan inisiatif, mengembangkan mekanisme dukungan, serta merancang program baru yang melibatkan seluruh elemen umat - baik individu maupun lembaga- dalam upaya memerkuat perjuangan Palestina.
Sambutan Kepala Biro Politik Hamas Urusan Luar Negeri
Di dalam sesi pembukaan, Kepala Biro Luar Negeri Hamas, Khaled Mashal menyampaikan pesan kepada seluruh muslim internasional.
"Siapa pun yang menganggap permasalahan Palestina adalah urusan bersama, Al-Aqsa sebagai kiblat umat Islam, dan penjajah Zionis adalah musuhnya, ketahuilah, rakyat Gaza saat ini sedang disembelih, tetapi dunia hanya menonton.
Penduduk Gaza merasakan kelaparan dan kehausan. Jangan diam! Tidak layak bagi kita untuk berdiri diam menyaksikan jutaan saudara kita mati kelaparan dan kehausan," serunya.
Politikus Palestina itu juga memeringatkan tentang kondisi serius yang mengancam Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa. “Wilayah Al-Quds tengah menghadapi Yahudisasi, dan Masjid Al-Aqsa hampir saja dihancurkan.
Begitu pula Tepi Barat, tanahnya dirampas dan batas-batas wilayahnya dilanggar. Saat ini kita berada di momen yang sangat krusial, sebab entitas Zionis berusaha untuk melakukan aksi premanisme, dominasi, dan penguasaan atas seluruh kawasan, serta berkonspirasi terhadap semua pihak,” tegasnya.
Selain itu, Mashal menekankan perlunya menyuarakan kemarahan di hadapan para pemimpin negara masing-masing, menuntut penghentian perang, melakukan aksi lapangan, dan mengerahkan segala upaya untuk mematahkan blokade terhadap Gaza.
Dilansir dalam acara yang sama dari SindoNewsJAKARTA - Koalisi Global menggelar Konferensi mendukung Al Quds dan Palestina . Konferensi yang mengambil tema “Kemenangan Gaza adalah Tanggung Jawab Umat” digelar di Istanbul, Turki, pada Sabtu 26 April 2025.
Sekretaris ARI-BP Oke Setiadi menyampaikan, telah dipresentasikan kegiatan Aksi Bela Palestina bersama ARI-BP dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), beserta berbagai ormas dan tokoh berbagai agama di Indonesia, serta di beberapa negara Asia Tenggara, setelah terjadinya Thufanul Aqso.
"Rangkaian aksi tersebut mendapat dukungan dari berbagai tokoh lintas agama di Indonesia, sehingga dukungan atas kemerdekaan Palestina sangat besar di Indonesia," ujarnya, Senin (27/4/2025).
"Terlebih dukungan Pemerintah Indonesia yang luar biasa, sehingga kami berharap rakyat Gaza dan Palestina tidak sendirian dalam memperjuangkan kemerdekaannya," tambahnya.
Selain itu, Ketika ICJ (Int'l Court Justice) mengeluarkan keputusannya, pada Juli 2025, seluruh negara di Asia Tenggara mendukung keputusan tersebut. "Padahal kita tahu beberapa negara di Asia Tenggara, memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sejak lama, dan ada yang dimulai sejak penjajahan dimulai di Palestina, dan inilah bukti nyata Gaza menyatukan kita," ucapnya.
Allahu akbar. Dapat dilihat dari serangkaian Aksi bela Palestina dan konferensi -konferensi soal Gaza yang makin massif di berbagai tempat dengan tuntutan pengiriman tentara (jihad) dan Khilafah. Hal ini merupakan indikasi telah tumbuhnya kesadaran umat, serta harapan dari seluruh umat untuk kebebasan Palestina dari penjajahan Israel dengan solusi yang satu.
Umat telah menyadari bahwa permasalahan Palestina adalah permasalahan umat Islam seluruhnya. Umat telah bangun dari tidurnya dan telah sembuh dari lukanya.
Penderitaan gaza telah memicu persatuan umat untuk melakukan perlawanan yang sama yaitu dengan melakukan jihad dan kebutuhan Khilafah. Sebagai institusi pemersatu umat. Hal ini merupakan yang sangat mengharukan, karena gaza telah menyadarkan raksasa besar ini akan kemuliaan mereka.
Alhamdulillah.
Bahkan dengan dukungan dunia global yang mengust untuk Gaza ini mendatangkan dukungan dari pemerintah Inggris. Inggris Siap Akui Negara Palestina Bila Berdampak nyata.
Sebelumnya pada akhir April, Kantor Luar Negeri Inggris mengumumkan bahwa negaranya akan mengalokasikan 101 juta pound sterling (sekitar Rp2,2 triliun) untuk bantuan kemanusiaan dan dukungan bagi Palestina.
Barat menyadari Krisis Gaza justru membuka pintu yang lebih lebar bagi arus kesadaran umat akan kewajiban dan urgensi khilafah.
Ini menjadikan semua upaya yang dilakukan untuk menghadang khilafah menjadi sia-sia.
Artinya krisis Gaza telah menjadi lonceng kematian bagi peradaban Barat sekaligus menandai terbitnya fajar khilafah. Segala upaya dan apa yang dilakukan Barat selama ini untuk menghalangi tegaknya khilafah telah gagal. Semua propaganda, rencana-rencana, segala makar dan tipu daya tidak bermanfaat sedikitpun untuk menghalangi kebangkitan umat.
Masalah Israel yang diciptakan Barat untuk memalingkan umat dari mengembalikan khilafah setelah runtuhnya khilafah ternyata berbalik arah malah menjadi pemicu kesadaran umat untuk bersatu.
Sungguh maha benar segala firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam QS. Ali 'Imran(3) : 54
وَمَكَرُوْا وَمَكَرَ اللّٰهُۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَࣖ
Mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya dan Allah pun membalas tipu daya (mereka).
Allah juga berfirman dalam QS. At-Taubah(9):32
يُرِيدُونَ أَن يُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَيَأْبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ
Artinya: Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
Namun perlu difahami dan menjadi sebuah renungan serta evaluasi. Meskipun tegaknya khilafah merupakan keniscayaan sejarah, tapi wajib bagi para pengemban dakwah untuk lebih massif menggencarkan dakwah penegakkan khilafah di semua kalangan hingga terwujud opini umum yang tegak di atas kesadaran umum tentangnya.
Kepastian sejarah akan terulang lagi akan kembali nya peradaban Islam sebagaimana peradaban mulia yang pernah memimpin dunia lebih kurang 13 abad lamanya yaitu kembalinya Khilafah Islamiyyah adalah merupakan janji Allah dan bisyarah Rasul-Nya.
Hadist dari Hudzaifah ra. yang berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,
تَكُوْنُ النُّبُوَّة فِيْكُمْ مَا شَاء اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُم يَرْفَعَهَا الله إِذَا شَاء أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّة فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا الله إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا فَيَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُم تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَرِيَّةً فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ “
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi, dan Al-Bazzar)
Kabar gembira dari Rasulullah ini bahwa Khilafah 'ala minhajinnubuwwah akan kembali lagi tegak setelah berakhir nya masa kepemimpinan diktator yang hari ini menguasai dunia yaitu sistem kapitalisme global yang saat ini dipimpin oleh barat penjajah yaitu Amerika dan sekutunya yaitu negara-negara Eropa Kristen.
Hari ini barat dengan kapitalisme globalnya diambang kehancuran. Peradaban Barat yang busuk ini telah membuahkan penderitaan yang mengerikan. Gaza adalah simbol penderitaan umat manusia dan dunia Islam adalah puncak kejahatan kapitalisme global. Yang akhirnya membuat umat bangun dan sadar dari tidur panjangnya dalam tirani kapitalisme. Gaza telah menjadikan umat dan dunia bersatu untuk melawan kejahatan kapitalisme. Allahu akbar.
Arus kebangkitan ini yang dipicu oleh penderitaan gaza. Dan kesadaran ummat ini tidak serta merta membuat pengemban dakwah bersantai dan terlena. Karena tugas dakwah ini harus makin gencar disampaikan kepada umat seluruhnya tanpa kecuali. Dakwah justru harus meningkat dan dibutuhkan berlipat ganda upaya.
Karena umat harus dibimbing dan dipimpin dalam kesadarannya dengan langkah yang benar. Agar meraih pertolongan Allah. Dan tidak boleh terpalingkan dari segala hal yang memalingkannya. Umat harus diayomi dan disadarkan sepenuhnya. Agar bangkitnya hakiki dan revolusioner.
Sehidup dakwah itu wajib mengikuti metode dakwah Rasulullah yang target utamanya melalui thariqah ummat, yakni dakwah penyadaran berbasis akidah hingga terbentuk dukungan kuat dari umat yang akan mendorong perubahan mendasar berupa dibaiatnya seorang kholifah bagi seluruh umat Islam.
Dakwah yang membangkitkan umat dari pemikiran mendasarnya yaitu aqidah islam. Yang menyadarkan mereka sebagai hamba Allah yang diciptakan Allah didunia ini untuk ibadah dengan mentaati seluruh perintah Allah yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW, karena mereka sadar mereka akan dikembalikan kepada Allah untuk dihisab di hari yaumil masyar.
Dengan dibangkitkan aqidah islamnya atas dasar Laailaahaillallah Muhammad rasulullah akan menjadi pondasi bagi pola fikirnya dan pola sikapnya sesuai dengan aqidah islam. Sehingga standar perbuatan umat adalah halal-haram yang berasal dari perintah Allah dan Rasul-Nya yaitu Alqur'an dan As-Sunnah. Dan tujuan mereka meraih ridho Allah semata.
Sehingga setiap perbuatan umat, dalam melakukan apa saja, dalam menyelesaikan seluruh permasalahan didunia ini dikembalikan kepada islam sebagai solusi.
Aqidah ini akan membentuk kesadaran umat atas ketundukkan mereka terhadap seluruh syariat Allah secara kaffah sehingga hal ini menyadarkan mereka untuk segera menegakkan sistem pemerintahan yaitu berdasarkan Kitabullah dan sunnah Rasulullah yaitu Khilafah sebagai konsekuensi keimanan mereka pada Allah Robbul 'izzati dan Rasulullah SAW.
Aqidah islam yang terbentuk dalam diri dan pemikiran umat menjadikan kesadaran umat untuk melakukan perubahan inqilaby(mendasar) yaitu melakukan perubahan secara revolusioner sehingga umat memberikan dukungan yang kuat untuk penerapan syari'ah dan Khilafah. Dan meminta segera untuk memba'iat seorang Kholifah bagi seluruh umat islam yang akan mengurusi urusan mereka dengan syari'ah islam kaffah.
Hal ini tampak sebagaimana dalam metode dakwah Rasulullah dalam tahapan dakwahnya dari fase Makkah sampai fase Madinah. Sehingga dengan metode dakwahnya melalui jalan(thariqah) Ummat. Masyarakat Madinah menyerah kan kekuasaan mereka kepada baginda Nabi untuk membaiat Rasulullah SAW sebagai pemimpin negara di Madinah.
Hal ini terjadi dalam peristiwa bai'at aqobah ke 2. Beliau SAW dibaiat bukan sebagai Nabi tapi sebagai bai'at taat dan bai'at perang. Ini menandakan bahwa beliau diangkat sebagai pemimpin kaum muslimin/kepala negara daulah islam di Madinah.
Oleh karena itu umat harus diingatkan untuk meneladani Rasulullah SAW dengan metode dakwahnya ini dengan perubahan secara mendasar dan hakiki hingga kembalilah kehidupan islam kembali dengan tegaknya al Khilafah wa'dullah kembali.
Allah Subhanallahu wa Ta'ala telah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١
Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.(TQS.al ahzab:21).
Dan menyadarkan umat tentang kewajiban menegakkan Khilafah ini dan memba'iat seorang Kholifah, sebagai mana Rasulullah SAW telah bersabda:
مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ الله يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ حُجَّة لَه وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً
Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan (kepada Khalifah), niscaya ia akan menemui Allah kelak pada Hari Kiamat tanpa memiliki hujjah. Siapa saja yang mati, sementara tidak ada baiat (kepada Khalifah) di pundaknya, maka ia mati seperti kematian jahiliah (HR Muslim).
Wallahu'alam bisshawwab.

No comments:
Post a Comment