Oleh: Mei Widiati, M.Pd.
Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret, tahun 2025 mengangkat tema "Accelerate Action". Percepatan aksi kesetaraan gender diklaim mampu mengatasi seluruh permasalahan yang menimpa perempuan termasuk muslimah, benarkah demikian?
Sebuah peradaban, jika di dalamnya terdapat hari ayah, hari ibu atau hari anak, menunjukkan bahwa peradaban tersebut tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.
Faktanya, hari ini kehidupan perempuan bukannya semakin membaik, malah melenggang kepada keterpurukan yang lebih dalam.
Artinya setelah digagas 30 tahun yang lalu, dengan adanya pertemuan di Beijing tahun 1995, yang melahirkan Beijing Declaration on Action, dengan program kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dianggap berjalan lambat, maka perlu dilakukan percepatan. Anggapan mereka problem utamanya adalah mengapa perempuan selalu ditimpa masalah (ekonomi, akses kerja dan akses pendidikan), disebabkan adanya adanya budaya patriarki, sehingga wanita tertinggal di segala bidang.
Puncaknya mereka menuntut kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesempatan kerja.
Sebenarnya ide-ide kesetaraan gender sudah lama disuarakan kenapa harus ada akselerasi? Menurut mereka kesetaraan gender baru tercapai tahun 2158. Akselerasi aksi dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan dan mempercepat dalam memajukan perempuan dan hak anak perempuan, serta untuk menghancurkan patriarki.
Berpijak pada Kesalahan
Kesetaraan gender, terjadi karena penerapan sistem sekuler kapitalis, yang melihat segala sesuatu punya potensi ekonomi yang bisa dieksploitasi. Perempuan didorong sekolah tinggi, bekerja dan keluar rumah.
Menurut Hillary Clinton (mantan menteri luar negeri AS), membiarkan perempuan tidak bekerja, seperti membiarkan seonggok tulang di atas meja. Kesalahan paradigma, bahwa menganggap perempuan berdaya, berperan bila menghasilkan materi.
Seperti lagu lama yang terus diputar, pemikiran kesetaraan gender ini terus dijajakan kepada perempuan termasuk muslimah, hingga banyak perempuan muslim yang ikut menyuarakan. Organisasi-organisasi perempuan, baik organisasi mahasiswa atau kemasyarakatan ikut bersuara, seperti Aisyiyah, Muslimah NU, Patayat, HMI Wati, IMMAWATI, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, OSIS, dan sebagainya.
Kesetaraan gender bukan berasal dari Islam, sehingga merusak fitrah perempuan, menyebabkan semakin kompleks permasalahan perempuan. Perempuan dituntut berperan ganda, sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (ummun wa rabbatul bayt), sekaligus tulang punggung keluarga. Beban yang terlalu berat, menyebabkan perempuan rentan mengalami stress dan kehancuran rumah tangga.
Masihkah berharap percepatan aksi kesetaraan gender, akan membawa kemuliaan perempuan?
Bentuk Kemuliaan Perempuan dalam Islam
Alloh SWT memerintahkan manusia untuk bertakwa nengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan. Ketika laki-laki san perempuan sama-sama bertakwa kepada Alloh SWT, maka mereka akan diberikan kemuliaan dan kehormatan dunia dan akhirat. Hal ini telah dijanjikan Alloh pada seluruh hambaNya, melalui firmanNya.
QS. An-Nahl ayat 97
"مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ"
Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan".
Ayat ini menekankan pentingnya beramal sholih dan beriman kepada Alloh. Alloh menjanjikan kehidupan yang baik dan pahala yang besar bagi mereka yang beramal sholih dan beriman. Ini menunjukkan bahwa Alloh sangat menghargai amal sholih dan iman seseorang, dan akan memberikan balasan yang sesuai.
"Dunia itu perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita sholihah" (HR. Muslim).
Dalam Islam perempuan merupakan nikmat Alloh yang paling mulia, apabila ia bertakwa kepada Alloh, ia adalah perempuan sholihah yang diibaratkan sebaik-baiknya perhiasan dunia.
Tak hanya itu, perempuan dinilai sangat istimewa karena perempuan dinobatkan sebagai tonggak peradaban dunia. Karena dari rahim perempuanlah generasi-generasi penerus terlahir di dunia dan karena didikan perempuan pulalah generasi tersebut mengarahkan ke mana peradaban dunia ini akan dibawa.
Kemuliaan seorang perempuan terletak pada saat ia mengandung anak dan melahirkan anaknya (jihadnya perempuan yaitu saat melahirkan), membesarkannya, mengurus keluarganya dan menaati suaminya.
Bagi kaum perempuan, bersabarlah dalam ketaatan. Sesungguhnya hukum-hukum syariat yang Alloh perintahkan untuk perempuan merupakan rahmat Alloh, bukan sebagai penindasan, bukan juga diskriminasi atas perempuan sebagaimana dituduhkan oleh musuh-musuh Islam, yang mengatakan bahwa Islam mengekang kaum perempuan, tidak benar. Islam memberi aturan-aturan khusus bagi setiap kaum perempuan, agar mereka tetap terjaga akhlak dan kehormatannya sebagai seorang perempuan.
Wallaahu a'lam bishoshowab
.jpg)
No comments:
Post a Comment