Oleh Khatimah
Pegiat Dakwah
Sungguh dalam Islam telah digambarhan, bahwa kaum muslim dimana pun berada ibarat satu tubuh. Ketika ada dari bagian tubuh yang sakit pasti akan terasa oleh seluruh anggota tubuh lainnya. Itulah perasaan sakit yang seharusnya dimiliki muslim seluruh dunia. Namun apa yang terjadi pada kaum muslim saat ini, ketika saudara Palestina terus mendapatkan kezaliman, mereka seolah-olah tidak ada apa-apa?
Pada hari Rabu (19/3/2025), Israel menyerang Gaza bagian tengah dan selatan untuk memperluas perimeter keamanan dan menciptakan zona penyangga parsial antara utara dan selatan melalui darat. Setelah seblumnya mengeluarkan ancaman terhadap penduduk tersebut. Melalui Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengikuti usulan Presiden AS, memberi peringatan terakhir bagi warga Gaza untuk mengembalikan para sandera dan hancurkan Hamas, dan memberi kesempatan bagi yang ingin pindah ke belahan dunia lain dapat pergi. (BeritaSatu.com 20/03/2024)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan ini "baru permulaan" akan terus berlanjut hingga Israel mencapai tujuan perangnya, dengan menghancurkan Hamas dan membebaskan seluruh sandera yang ditahan oleh kelompok militan tersebut. serangan yang menewaskan lebih dari 400 orang dalam satu hari, menjadi hari paling berdarah sejak awal perang pada 2023. (CNBCIndonesia 19/03/2024)
Roya News melaporkan dari hasil informasi sumber lokal yang dikutip oleh Palestinian Media Centre, selama bulan Ramadan ketegangan yang terjadi di Yerusalem semakin meningkat. Ketika terjadi penyerbuan di kompleks Masjid Al-Aqsa oleh pasukan Israel, mereka mencopot 2 toa masjid yang ada di ruang Salat Qibli, pengeras suara tersebut biasa digunakan untuk mengumandangkan azan selama bulan Ramadan. Selain mencopot pasukan Israel juga memperketat pembatasan bagi warga Palestina yang ingin beribadah di masjid. (SerambiNews 13/03/2024)
Semenjak 7 Oktober 2023 hingga kini, serangan terhadap Palestina terjadi terus menerus tiada henti dan makin brutal. Genjatan senjata yang digaungkan itu hanya pengkhianatan, muslim Palestina terus menderita, bahkan di bulan Ramadan tidak ada ketenangan untuk mereka melaksanakan ibadah nya seperti kaum muslim di negeri lainnya, seperti Indonesia.
Perhatian mayoritas muslim sepertinya makin berkurang karena tertutup beragam persoalan di dalam negeri. Belum lagi akibat adanya sekat nasionalisme membuat kaum muslim tercerai berai, hanya mencukupkan mengurusi urusan negeri nya masing-masing.
Konflik Palestina telah mengikis rasa kepedulian penguasa muslim, ketertindasan tanpa adanya pelindung sudah sangat nampak jelas, mereka hidup sendiri dengan kelaparan, kedinginan tanpa adanya tempat tinggal. Ini menjadi bukti nyata jika sesungguhnya kaum muslim tidak memiliki pemimpin yang bisa menjaga keselamatan nyawa, harta dan tempat tinggal wilayah mereka.
Semenjak kepemimpinan Ustmaniyah di Turki dihapus, negeri Syam khususnya Palestina menghadapi berbagai peperangan, kedatangan kaum Yahudi telah meminggirkan penduduk Palestina hingga terpojok di Jalur Gaza. Hal tersebut menjadi sebab terjadinya beberapa perang melawan kelompok hamas dengan alasan menyerang kelompok teroris. Namun rudal senjata nuklir dan bom diarahkan ke Gaza secara brutal. Tidak peduli itu pemukiman warga sipil, sekolah ataupun rumah sakit.
Umat Islam harus menyadari bahwa persoalan Palestina bukan hanya sekadar masalah kebangsaan, namun karena ketiadaan pemimpin yang mampu melindungi nyawa, harta dan kehormatan kaum muslim khususnya di negeri yang sengaja dilemahkan. Bukankah Israel itu hanya kelompok kecil yang pasti bisa dikalahkan jika umat muslim bersatu. Namun karena sokongan AS kelompok kecil itu menjadi jumawa (sombong). Dunia Islam terdiam hanya menonton dengan kondisi yang tidak berkesudahan ini.
Sungguh menjadi bukti nyata ketiadaan pemimpin (khilafah) menjadi pencetus kaum muslim tak berdaya, tidak memiliki kekuatan dan junnah (pelindung), sehingga bisa di perlakukan semena-mena oleh bangsa kafir, maupun sesama muslim yang bersekutu dengan penjajah. Kepemimpin Islam akan membebaskan umat dunia dari penjajahan, khilafah akan mengirimkan pasukan untuk berjihad melawan pasukan zionis.
Maka tidak dapat ditawar-tawar lagi bahwa wajib mengembalikan kepemimpinan dan persatuan umat ini. Umat mulia dibawah panji khilafah Islamiyah, terbukti selama 13 abad menguasai 2/3 belahan dunia. Dengan kekuasaan negara Islam mampu melindungi, memuliakan serta memiliki kekuatan besar untuk mengirimkan militer yang membuat musuh-musuh tunduk dihadapan kekuasaan Islam.
Di sisi lain, bagi kaum muslim di Indonesia juga di negeri-negeri muslim dengan tegaknya Khilafah akan menjadikan semua manusia terbebas dari kezaliman, penderitaan yang dilakukan permainan sekutu barat dipastikan harus usai. Umat dunia akan diurus dengan syariat Islam, aturan terbaik dari Allah swt. sehingga akan terwujud kesejahteraan dan keberkahan serta menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Terwujudnya kepemimpinan Islam adalah kewajiban setiap muslim, sebagaiaman yang telah Allah Swt. Firmankan dalam Al-Qur'an surat
Al-Maidah ayat 8 artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Umat harus berjuang untuk mewujudkan kewajiban yang menjadi mahkota kewajiban tersebut, agar tidak ada lagi darah kaum muslim yang tumpah di tangan-tangan kotor kafir dan sekutunya, konflik Palestina dan negeri lainnya harus usai, karena Rasulullah saw.bersabda dari Barra' bin Azib ra. "Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak" (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani)
Dibutuhkan adanya jamaah dakwah islam ideologis, yang akan mengarahkan umat berjuang meneladani jalan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Berjuang mewujudkan khilafah sejatinya adalah berjuang meraih kebebasan Palestina dan negeri-negeri lainnya dari kezaliman penjajah. Hanya dengan ijin Allah dan keistiqomahan kaum muslim semua akan terwujud. Sudah semestinya sebagai umat Rasulullah saw. seharusnya ikut terlibat dalam perjuangan kebebasan Palestina tentunya sesuai kemapuan yang dimiliki, bisa dengan dakwah, tulisan ataupun mengkaji Islam lebih luas agar memahami apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan ini. Karena sungguh dengan itulah sebenar-benarnya ukhuwah Islamiyah.
Wallahua'alam bissawab.
No comments:
Post a Comment