Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Palestina Membutuhkan Tegaknya Kepemimpinan Islam

Wednesday, April 02, 2025 | Wednesday, April 02, 2025 WIB

 

Oleh Salma Hajviani 

Ibu Rumah Tangga


Israel dengan brutal melanjutkan operasi daratnya di Rafah, Gaza Selatan. Serangan ini dilakukan pada saat gencatan senjata masih berlangsung antara Israel dan Hamas, yang dimulai sejak pertengahan Januari lalu. Serangan itu menyebabkan lebih dari 59 ribu warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak meninggal dunia sejak agresi dimulai Oktober 2023. (cnnindonesia.com, 21/3/2025)


Di saat berlangsungnya serangan Israel terhadap Gaza, perhatian masyarakat berkurang karena tertutup dengan persoalan-persoalan dalam negeri. Fokus utama yang sebelumnya tertuju pada penderitaan warga Gaza kini mulai teralihkan oleh dinamika politik, ekonomi, dan sosial di dalam negeri. Isu-isu seperti kebijakan pemerintah, permasalahan ekonomi, serta konflik internal membuat perhatian publik terhadap masalah Palestina menjadi tidak sebesar sebelumnya.


Umat Islam perlu memahami bahwa solusi sejati bagi Palestina tidak cukup hanya dengan bantuan kemanusiaan, tetapi juga perubahan sistemik yang mampu mengakhiri penjajahan secara menyeluruh. Selama ini, berbagai upaya diplomasi dan bantuan kemanusiaan memang memberikan manfaat jangka pendek, tetapi tidak menyentuh akar permasalahan utama, yaitu hilangnya kekuatan politik dan militer yang mampu melindungi Palestina. Oleh karena itu, umat harus membangun kesadaran akan pentingnya kepemimpinan Islam yang mampu menyatukan kekuatan kaum muslimin dan menegakkan keadilan sejati bagi rakyat Palestina serta seluruh dunia Islam.


Dalam sistem pemerintahan Islam, negara akan bertindak secara tegas dalam membela kaum muslimin yang tertindas, termasuk dengan memberikan bantuan pasukan ke Gaza jika dibutuhkan. Kepemimpinan Islam yang berlandaskan syariat tidak akan diam melihat penjajahan dan penindasan terhadap saudara seiman. Sebagai bentuk tanggung jawabnya, negara Islam akan mengerahkan segala sumber daya, baik diplomasi, ekonomi, maupun kekuatan militer, untuk membela dan membebaskan wilayah muslim yang terjajah.


Dengan tegaknya Islam menjadikan manusia diatur oleh syariat Islam, yang membawa keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan dalam kehidupan. Syariat Islam memberikan aturan yang adil dan menyeluruh, mencakup aspek spiritual, sosial, ekonomi, dan politik, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Ketika hukum Allah Swt. diterapkan secara kafah,  kezaliman dapat dicegah, hak-hak rakyat dijamin, dan keadilan ditegakkan.


"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah terhadap mereka, agar mereka tidak memalingkanmu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu." (TQS. Al-Maidah[5]: 49)


Ayat di atas menunjukkan bahwa hukum Allah Swt. wajib diterapkan dalam pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat, serta tidak boleh mengikuti hukum selainnya.


Rasulullah saw. bersabda:

"Barang siapa mati sedangkan di pundaknya tidak ada baiat (kepada pemimpin Islam), maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah."

(HR. Muslim No. 1851)


Hadis ini menunjukkan bahwa setiap muslim wajib terikat dengan kepemimpinan Islam yang menerapkan syariat secara menyeluruh.


Tegaknya kepemimpinan Islam adalah kewajiban setiap muslim, karena hanya dengan penerapan syariat secara menyeluruh umat dapat mencapai keadilan dan kesejahteraan yang hakiki. Untuk mewujudkannya, umat harus berjuang dengan mengikuti metode yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. yaitu melalui dakwah yang sistematis dalam bentuk jamaah.


Rasulullah saw. dan para sahabat membangun perubahan masyarakat dengan mengedukasi umat, menyeru kepada Islam secara pemikiran, serta membentuk kelompok dakwah yang memiliki visi jelas dalam menegakkan Islam. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya terlibat dalam perjuangan ini dengan mendukung dan menjadi bagian dari gerakan dakwah yang bertujuan untuk mengembalikan kepemimpinan Islam sebagai solusi bagi umat dan dunia.


Dengan demikian, umat harus dibentuk kesadaran dan dibangun kekuatannya agar dapat terus bersuara dan menuntut pemimpin negeri muslim segera menerapkan syariat Islam kafah sebagai aturan kehidupan. Dengan begitu, mereka juga akan mau dan mampu mengirimkan pasukannya dengan sepenuh kekuatan untuk berjihad di tanah Palestina, serta memperjuangkan hak dan membela saudara seiman yang ada di sana. 


Wallahu a'lam bishshawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update