Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menggalang Kekuatan Global Untuk Membebaskan Palestina

Friday, April 25, 2025 | Friday, April 25, 2025 WIB

 



Oleh: Feby Arfanti Mahasiswi (STAI) YPIQ Baubau 


Roma: Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza, dengan menyatakan bahwa setidaknya dua juta orang - yang sebagian besar mengungsi - saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apa pun, dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan utama mereka.(Metrotv. 20/04/2025)


Terlebih lagi penutupan perbatasan yang sedang berlangsung oleh Israel, yang mencegah pengiriman pasokan pangan penting ke Jalur Gaza. Padahal Gaza sangat membutuhkan kebutuhan pangan secara terus-menerus. WFP menegaskan jika ini terus berlanjut maka warga sipil Palestina di Gaza sudah menghadapi kondisi kemanusiaan yang mengerikan, akibat kekurangan sumber daya penting yang menopang kehidupan mereka.


Salah satunya, pada apa yang di alami warga Gaza bernama Majida Qanan. Qanan menjelaskan, ini kali ketiga dirinya menyiapkan daging kura-kura untuk disantap keluarganya setelah tersingkir ke Khan Yunis akibat genosida yang dilakukan Israel. Sebagai imbas dari pengepungan dan genosida yang di lakukan Israel.(CNN Indonesia. 19/04/2025)


Penderitaan yang menimpa warga Palestina semakin bertubi-tubi. Kehilangan rumah, kehilangan anggota keluarga, di bombardir terus menerus, tidak adanya penanganan medis yang memadai dan krisis pangan yang sedang terjadi.


Banyaknya korban jiwa, banyaknya warga Palestina berseliweran entah kemana, tangisan anak kecil dimana-mana, teriakan warga Palestina yang mempertanyakan kaum muslimin yang selalu menggema dan bom yang terus-menerus menghujani warga palestina hingga terhempaslah potongan-potongan tubuh sampai berceceran dimana-mana.


Apa lagi yang kita inginkan?. Jika seruan jihad saja  yang dikeluarkan oleh International Union of Muslim Scholars (IUMS), hingga hari ini belum bisa membangkitkan para penguasa-penguasa muslim untuk mengerahkan pasukannya. Padahal fatwa ini didukung oleh lebih dari selusin ulama yang memiliki reputasi tinggi di kalangan umat Islam. Masi berharap juga pada solusi dua negara, yang ujung-ujungnya para zionis itu malah melanggarnya dan ironisnya pembelaan terhadap mereka di sebut sebagai Self defense (membela diri).


Terlebih lagi banyak penguasa muslim justru menjalin hubungan akrab dengan zionis Yahudi dan Amerika Serikat, mengapa demikian? Semenjak hadirnya ideologi selain Islam yaitu sekularisme kapitalisme menjauhkan agama dari kehidupan menjadikan umat hari ini cinta terhadap dunia abai terhadap kehidupan akhirat.  Seperti sabda rasulullah Saw, umat Islam hari ini banyak tapi apalah daya mereka terkenal penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati), itulah sebabnya tidak ada pasukan yang di kerahkan ke Palestina. Jadi strategi yang di usung negara-negara barat hari ini memberikan senikmat-nikmatnya kehidupan dunia. Dan memecah belah umat dengan menghadirkan nasionalisme sehingga umat Islam terpecah menjadi negara-negara dan sulit untuk menyatu, sebab masing-masing mempertahankan negaranya.


Jika saja negara-negara muslim menyadari akan adanya hal tersebut, bayangkan saja jika mereka menyatu untuk melakukan jihad di palestina pastilah kemenangan berada di tangan kaum muslim. Dan hal itu sebenernya  bisa mendukung  kuat karena  sejatinya  jumlah negara  islam sangatlah banyak jumlahnya.

Negeri-negeri muslim yang di berkahi Allah, memiliki kaum muslim dengan sumberdaya yang dahsyat. Cukup untuk mengusir dan menghancurkan zionis di tanah Palestina. Dengan di karuniai sumber daya alam seperti minyak bumi dan air yang sampai saat ini menjadi tumpuan entitas Yahudi. Kaum zionis juga masih harus melewati jalur daratan, pelayaran dan udara negeri-negeri muslim untuk mengangkut logistik yang mereka butuhkan. Semestinya semua itu bisa di gunakan untuk menekan dan menghancurkan entitas Yahudi dari tanah Palestina. Tapi faktanya yang terjadi ialah sumberdaya itu di keruk habis oleh negara-negara barat yang berkuasa di tanah kaum muslim.


Maka dari itu, solusi problematika umat hari ini ialah hanya kembali kepada sistem Islam.  Yang mana tidak hanya mengatur kehidupan beragama tetapi juga memperhatikan kehidupan sosial masyarakat hingga kehidupan bernegara. Apa lagi hari ini masalahnya menyangkut tentang kehidupan saudara kita di Gaza yang sedang tertindas.


Mengingat banyaknya kaum muslim yang terbunuh di sana, bukan satu dua orang tetapi lebih kisaran ribuan. Baginda Muhammad Saw. Menggambarkan betapa mahal dan berharganya nyawa seorang muslim. Bahkan kehancuran duniapun tidak sebanding dengan itu. 

Rasulullah Saw bersabda:

"Kehancuran dunia ini lebih ringan di sisi Allah di bandingkan dengan pembunuhan seorang Muslim."(HR an-nasa'i).


Rasulullah Saw pun menceritakan besarnya kemurkaan Allah SWT atas pembunuhan terhadap seorang Muslim: 

"Andai penduduk langit dan bumi berkumpul untuk membunuh seorang muslim, sungguh Allah akan membanting wajah mereka dan melemparkan mereka kedalam neraka (HR ath-Tabarani).


Di dalam Islam wajib adanya memerangi kaum kafir dari tanah Palestina.

Allah SWT berfirman:

"Perangilah mereka (kaum kafir) di mana saja kalian jumpai kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat dimana mereka telah mengusir kalian." (TQS Al-Baqarah [2]: 191). 


Sebagaimana mereka telah memperbudak kita di negeri kita sendiri, mengeruk dan menghabiskan sumberdaya kaum muslim demi memuaskan keinginan mereka, Maka dari itu sudah saatnya umat muslim bersatu dengan menghidupkan kembali hukum Islam ini, niscaya kita akan mengalahkan entitas Yahudi bersama antek-anteknya, yang sudah menjadi malapetaka bagi umat muslim selama ini. Wallahu'alam bish-shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update