Oleh: Izzah Saifanah
Tak ada kata-kata yang mampu menggambarkan penderitaan dahsyat yang telah dirasakan muslim P4lestin4 sejak Oktober 2023 lalu. Dunia menjadi saksi nyata ketidakmampuan kaum muslimin di seluruh dunia menuntaskan fenomena genosida tersadis di abad ke-21. Terlepas dari sejarah masa lalu Israel dengan cita-citanya merebut paksa tanah air P4lestin4 (baca: penjajahan), nyatanya genosida Israel terhadap P4lestin4 mempertontonkan sisi lain yakni tentang siapa yang tengah menguasai sistem kekuasaan dunia dengan segala embel-embelnya yang nyata memusuhi Islam; umatnya, ajarannya, dan visi misi agamanya.
Sejatinya penderitaan yang dialami saudara kita di P4lestin4 tidak akan pernah berakhir selama sistem kapitalisme sekuler menguasai dunia. Amerika Serikat (AS) sebagai negara adidaya saat ini menjadi backing kuat dalam agresi yang dilakukan Zionis Yahudi kepada P4lestin4. Zionis Yahudi Israel dipilih sebagai anak kesayangan AS di wilayah Timur Tengah, karena AS melihat Israel bisa dijadikan sebagai alat untuk mengamankan potensi SDA berupa minyak bumi. AS juga menjadikan Israel sebagai pembendung pengaruh kekuatan lain di wilayah tersebut.
Terlebih sejak runtuhnya Daulah Khilafah pada tahun 1924, ide nasionalisme yang dijajakan Barat kepada kaum muslim telah berhasil memecah belah persatuan umat. Umat Islam terbagi menjadi negeri-negeri kecil yang tak berdaya. Sekularisme sukses memisahkan kehidupan kaum muslim dari agamanya. Oleh karenanya, sebagian umat abai dan tak paham terhadap agamanya. Akibatnya mereka merasa tak perlu terikat dengan hukum syariat dan memilih sistem politik demokrasi sebagai pengganti sistem politik. Dengan begitu, akhirnya umat Islam makin mudah dikuasai kaum kafir Barat.
Solusi hakiki untuk masalah P4lestin4 haruslah bersandar pada syariat. Masalah P4lestin4 adalah masalah Islam dan seluruh kaum muslim. Pasalnya, Tanah P4lestin4 adalah tanah kharajiyah milik kaum muslim di seluruh dunia. Statusnya tetap seperti itu sampai hari kiamat. Tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain, apalagi kepada perampok dan penjajah seperti Israel. Sama seperti sikap yang ditunjukkan oleh Sultan Abdul Hamid II yang menolak sama sekali segala bentuk penyerahan tanah P4lestin4 kepada kaum kafir meskipun hanya sejengkal.
Karena itu sikap seharusnya terhadap Israel yang telah merampas tatnah P4lestin4 adalah sebagaimana yang telah Allah SWT perintahkan, yakni perangi dan usir! Demikian sebagaimana firman-Nya:
﴿قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ﴾
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin .” (TQS At-Taubah [9]: 14)
Allah SWT juga berfirman:
﴿وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ﴾
“Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (TQS Al-Baqarah [2]: 191).
Berdasarkan ayat di atas, Israel harus diperangi dan diusir dari tanah P4lestin4. Dengan kata lain jihad fi sabilillah terhadap Israel wajib dilancarkan. Apakah hal itu bisa dilakukan saat ini oleh para rezim di dunia Islam? Tentu saja bisa jika mereka mau. Namun, rasa-rasanya sangat kecil kemungkinannya bahkan mustahil hal itu mereka lakukan.
Pasalnya, tidak satu pun rezim di negeri-negeri Islam saat ini yang menjadikan akidah dan syariat Islam sebagai asas dan standar dalam bernegara, termasuk dalam politik luar negeri mereka dengan mengadopsi jihad fi sabilillah. Padahal jihadlah cara satu-satunya untuk mengusir siapapun yang telah merampas tanah milik kaum muslim, termasuk Israel yang telah merampas tanah P4lestin4.
Karena itu penyelesaian tuntas masalah P4lestin4 tidak lain adalah dengan mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariat Islam. Itulah sistem Islam yang mengikuti manhaj kenabian. Islam, sebagai satu-satunya pelindung umat yang hakiki, yang bakal melancarkan jihad terhadap siapa saja yang memusuhi Islam dan kaum muslim.
Dengan kekuatan jihad pula, Islam akan sanggup mengusir Israel dari tanah P4lestin4. Dengan membaca QS Al-Isra’ [17]: 4-8, kita bisa memahami bahwa Yahudi hanya dapat dikalahkan dengan “hamba-hamba Allah yang memiliki kekuatan besar”. Dengan Islam, Yahudi sang penjajah P4lestin4 pasti bisa dikalahkan. Jadi benarlah, solusi tuntas persoalan P4lestin4 adalah Khilafah dan jihad. Tanah P4lestin4 dalam naungan Islam terjaga dengan baik. Para khalifah dan panglima perangnya dengan semangat jihad bertaruh nyawa dan darah untuk tanah P4lestin4. Jihad dan sistem Islam satu satunya harapan, dan inilah tugas bersama umat Islam seluruh dunia.

No comments:
Post a Comment