Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Meraih Keberkahan di Bulan Ramadan

Thursday, March 06, 2025 | Thursday, March 06, 2025 WIB Last Updated 2025-03-06T08:20:27Z




Oleh. Prastika

(Guru madrasah)


Begitu gembiranya seorang muslim muslim menyambut bulan suci Ramadan. Tak henti-hentinya berucap rasa syukur kepada Allah Swt. yang tiada bandingnya. Setiap mukmin begitu bahagia karena di tahun ini dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan yang begitu banyak keistimewaan. Alhamdulillah.


Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa melebihi bulan-bulan lainnya. Di bulan ini ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap kaum mukmin yaitu menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya.


Allah Swt. telah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa." (TQS. Al-Baqarah ayat 183)


Seorang muslim akan memiliki derajat yang tinggi karena ketakwaanya. Ketakwaan juga merupakan bekal hidup di dunia agar mendapat keselamatan di akhirat kelak.


Sebagaimana firman Allah Swt., "Berbekallah kalian. Sungguh sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kalian kepadaku, hai orang-orang yang berakal." (TQS. Al-Baqarah ayat 197)


Dalam kitab Al-hakam Al-Qur'an Imam Ibnu Al-Arabi menyampaikan bahwa Al-Qur'an memberikan  penjelasan atas frasa "la'allakum tattaquun" (agar kalian bertakwa) yang terdiri dari  uraian sebagai berikut:


Pertama, derajat takwa yang diraih oleh seorang mukmin adalah ia akan senantiasa tersadarkan bahwa perbuatan dan perkataan yang  Allah haramkan, baik pada saat bulan Ramadan ataupun bukan akan selalu dijauhinya. 


Kedua, seseorang yang menjalankan ibadah puasa sejatinya akan  bisa menahan segala hawa nafsunya. Dirinya pun akan bisa menekan syahwat untuk melakukan kejahatan. Karena sesungguhnya ibadah puasa itu bertujuan untuk melemahkan hawa nafsu, bukan melemahkan fisik. Jika syahwat lemah maka akan menguatkan ketakwaan kita kepada Allah dan akan senantiasa menjalankan semua perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya. Lebih jauh ia pun akan terdorong untuk mengikuti hukum-hukum Islam dengan penuh semangat dan keikhlasan. 


Ketiga, puasa atas seorang mukmin akan berbuah ketakwaan kepada Allah Swt. Ia akan menghindari perbuatan yang menyerupai kaum kafir dan tidak akan mengikuti langkah langkah setan. Dengan ketakwaan ini pula seorang muslim akan menghindari  pemikiran atau adat kebiasaan peradaban kaum kafir yang jelas bertolak belakang dengan Islam. 


Imam Ath-Thabari, menafsirkan Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183, antara lain mengutip penjelasan Imam Al-Hasan, "Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang takut terhadap perkara apa saja yang telah Allah haramkan atas diri mereka sekaligus melaksanakan perkara apa saja yang telah Allah titahkan kepada mereka." (Ath-Thabari, Jami' al-Bayan li Ta'wil Al-Qur'an, I/232-233)


Firman Allah dalam Al-Qur'an yang menggambarkan tabiat orang bertakwa ada dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 1—4. Di dalamnya dijelaskan bahwa kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya, ini petunjuk bagi orang yang bertakwa, yaitu yang mengimani hal gaib, mendirikan salat, yang mereka menafkahkan sebagian rezekinya, juga mengimani kitab-kitab yang diturunkan  sebelumnya, serta mengimani kehidupan akhirat. 


Firman Allah Swt. dalam surah Ali Imran ayat 133—135 bahwa Allah memerintahkan kepada umat manusia agar bersegera meminta ampunan kepada-Nya dan hendaklah meraih surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Lebih lanjut bahwasanya Allah telah sediakan untuk orang-orang yang bertakwa yakni yang menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang ataupun sempit, Allah sediakan pula untuk orang-orang yang bisa menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan juga orang-orang yang selalu teringat akan dosanya, dan memohon ampun kepada-Nya. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Allah Swt. 


Ramadan adalah bulan yang luar biasa sebab Allah memberikan begitu banyak keberkahan bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa. Satu di antaranya adalah dibukanya pintu surga dan ditutupnya  pintu neraka.


Sebagaimana sabda Rasulullah saw., "Sungguh telah datang bulan Ramadan. Bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa. Dan di bulan Ramadan pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan- setan dibelenggu." (HR. Ahmad)


Diturunkannya Al-Qur'an pada bulan Ramadan yang mulia ini memperlihatkan betapa Al-Quran merupakan petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia supaya mereka tidak tersesat dan mendapat keselamatan dalam kehidupan. Apabila manusia tidak berjalan di jalan yang benar maka manusia akan mengalami kegelapan dalam kehidupannya.


Maka dari itu, Allah menurunkan  Al-Qur'an agar manusia selamat di dunia dan akhirat hingga kebahagiaan hakiki akan mereka dapatkan. Oleh sebab itu, seorang mukmin wajib bersyukur atas kehadiran bulan Ramadan.


Sebagaimana di jelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 185.  Yang artinya,

Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).


Di bulan Ramadan ini pula pahala akan dilipatgandakan. Di mana seharusnya ini akan menjadikan kaum muslim bersemangat dan termotivasi untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Dalam hal ini, hendaknya kaum muslim bersungguh-sungguh memanfaatkan di setiap saat di bulan Ramadan ini baik detik, menit, jam, dan harinya agar memperbanyak amal ibadah juga ketaatannya. 


Banyak amalan lain di bulan Ramadan yang pahalanya akan dilipatgandakan sehingga semakin terpacu bagi seorang muslim untuk melakukan amalan tersebut. Mulai dari membaca dan memahami Al-Qur'an, berzikir, dan memanjatkan doa kepada Allah.


Selain itu juga seorang muslim seharusnya lebih meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas ibadahnya. Dengan cara ditambahnya amalan-amalan saleh seperti bersedekah kepada kaum duafa, memberi makan pada fakir miskin, berdakwah, melakukan amar makruf nahi mungkar, perbanyak silaturahmi, menjalin ukhuwah, dan lain-lain. 


Adanya Lailatul Qadar di bulan Ramadan, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, hanya Allah-lah yang maha Tahu kapan terjadinya malam Lailatul Qadar. Momentum ini seharusnya menjadikan kaum muslim semakin tambah semangat beribadah untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar. Terutama di waktu malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadan untuk memperbanyak ibadah juga melantunkan Al-Qur'an.


Sesuai firman Allah Swt. di dalam surah Al-Qadar ayat 1—3. Yang artinya, "Sungguh Kami telah menurunkan Al-Qur'an pada saat Lailatul Qadar. Tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan."


Di Bulan Ramadan ini umat Islam bisa menjadikannya sebagai sarana menghapus dosa juga menjadi perisai mereka dari siksa panasnya api neraka. Yang pasti, mereka menjalani puasanya dengan keikhlasan sesuai syariat tentunya. 


Maka dari itu, kita sebagai hamba Allah Swt. seharusnya melayakkan diri kita menjadi hamba Allah yang istimewa.  Sebagai seorang hamba yang tentunya senantiasa selalu bersyukur dengan datangnya bulan Ramadan yang istimewa.


Umat Islam di bulan ini diajak untuk memperbanyak amal saleh khususnya lebih meningkatkan lagi amal dakwah dan amar makruf nahi mungkar. Dakwah ini kini bisa ditujukan pada banyak kezaliman yang dilakukan oleh penguasa. 


Di bulan Ramadan ini pula janganlah kita sia-siakan kedatangannya. Sambutlah Ramadan dengan penuh suka cita dan tingkatkan diri kita agar semakin kuat dan istikamah dalam perjuangan menerapkan Islam kaffah agar segera terwujud.


WalLahu a'lam bi ash-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update