Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MENYIAPKAN BEKAL TERBAIK

Saturday, March 15, 2025 | Saturday, March 15, 2025 WIB
MENYIAPKAN BEKAL TERBAIK


Dunia ini fana, akhirat selamanya. Maka akankah kita akan mengejar sesuatu yang fana dengan mengabaikan sesuatu yang yang membuat kita bahagia selamanya. Betapa banyak manusia dalam kehidupan dunia yang sementara ini, mereka mengumpulkan segala sesuatu untuk kebahagiaan dunia, akan tetapi abai bahkan lupa terhadap perkara yang dapat mengantarkan pada kebahagiaan yang hakiki. 

Bisa diibaratkan,ketika kita hendak melakukan perjalanan jauh, misalnya keluar kota atau bahkan pergi haji dan umrah ke Baitullah, apa yang pertama kali harus dipersiapkan? 

Tentu saja bekal, mulai dari jauh " menjaga stamina agar tubuh sehat dan mental yang kuat,bahkan sedari awal telah menyiapkan uang untuk biaya transportasi, hingga persiapan makanan, minuman, baju, hingga obat-obatan. 


Begitu juga dalam kehidupan di dunia ini. Sebagai seorang muslim, Allah SWT memerintahkan kita untuk mempersiapkan sebanyak mungkin dan sebaik mungkin  bekal dalam perjalanan panjang menuju kampung halaman yakni akhirat. Sebab, pada awalnya memang manusia pertama yaitu nabi Adam As adalah penghuni surga. Jadi, kita semua di muka bumi ini hanyalah  penghuni surga yang mampir ke dunia. Lalu dalam perjalanan yang sangat panjang ini apa yang perlu dipersiapkan agar ketika dalam perjalanan tidak tersesat . Apakah hanya cukup dengan sekedar membawa bekal makanan atau obat-obatan semata? Atau perlu membawa bekal yang akan membawa kita sampai pada tujuan akhir? Tentu,hal terpenting yang harus dipersiapkan pertama kali adalah buku petunjuk. Bagaimana mungkin seseorang akan sampai pada tujuan, ketika ia tidak mempelajari terlebih dahulu buku petunjuknya. 

Dan bagi orang muslim, Islam sudah sangat gamblang memberikan petunjuk  agar bisa selamat perjalanannya dari kehidupan dunia hingga ke Jannah- Nya. 


Rasulullah Saw bersabda;


“Aku tinggalkan kepada kalian dua hal yang jika kalian berpegang teguh kepada keduanya maka kalian tidak tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur'an) dan Sunnah Rasul-Nya.”(HR. Malik).


Telah sangat gamblang dijelaskan bahwasanya ketika seorang muslim mengikuti petunjuk Alqur'an dan As-Sunnah maka tidak akan pernah sesat selama-lamanya. Dan itulah makna taqwa yang sebenarnya. 


Lalu mengapa kita harus menyiapkan bekal itu dari sekarang, mengapa tidak nanti saja ketika sudah masuk hari tua, jawabannya adalah firman Allah Ta'ala;


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs.Al-Hasyr;18) 


Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim,perintah untuk bertakwa kepada Allah SWT itu mencakup mengerjakan apa yang Dia perintahkan dan meninggalkan apa yang Dia larang.Firman Allah SWT: (dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)) yaitu hitunglah diri kalian sebelum kalian dihitung, dan perhatikanlah apa yang kalian tabung untuk diri kalian berupa amal shalih untuk hari kalian dikembalikan, yaitu kalian dihadapkan kepada Tuhan kalian (dan bertakwalah kepada Allah) penegasan yang kedua (sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu, ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang nampak dan yang tersembunyi. 


Begitu juga dengan ayat yang termaktub dalam Alqur'anul karim;


 وَمَا تَفۡعَلُوۡا مِنۡ خَيۡرٍ يَّعۡلَمۡهُ اللّٰهُ ‌ؕ وَتَزَوَّدُوۡا فَاِنَّ خَيۡرَ الزَّادِ التَّقۡوٰى ۚ وَاتَّقُوۡنِ يٰٓاُولِى الۡاَلۡبَابِ


Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal. (Qs.Al-Baqarah;197)


Kesimpulan


Taqwa sejatinya merupakan perisai bagi seorang muslim serta sebagai pembatas antara yang haq dan yang bathil. Taqwa seharusnya dijadikan sebagai standar baku yang harus diambil ketika hendak melakukan suatu perbuatan apapun. Begitu juga dengan taqwa itulah, kita akan dapat melewati berbagai ujian kehidupan dunia fana ini dengan hanya bersandar kepada Sang pemilik langit dan bumi.


Dengan demikian, hanya dengan bertaqwa, manusia dapat melalui fase apapun , susah ataupun bahagia. Dan hanya dengan menyiapkan kualitas taqwa yang terbaik, yang akan mengantarkan manusia pada derajat kemuliaan dan akan memperoleh kemenangan yang nyata, InsyaAllah


WaAllahu a'lam bi Ash-Showwab. 


Penulis;Miratul Hasanah (Pemerhati masalah kebijakan publik)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update