Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Genosida Palestina Kembali Terjadi, Solusi Dunia Hanya Ilusi

Monday, March 24, 2025 | Monday, March 24, 2025 WIB
Genosida Palestina Kembali Terjadi, Solusi Dunia Hanya Ilusi

Oleh Zulfi Nindyatami, S.Pd


Serangan bertubi-tubi terjadi lagi di tengah Bulan yang suci. Lagi dan lagi Zionis Yahudi melanggarkan kesepakatan gencatan senjata yang belum usai. Mereka melucurkan roket dan tembakan ke arah warga sipil Gaza. Namun, sayangnya tidak ada satupun negara yang melakukan aksi nyata bertindak keras pada penjajah Zionis Yahudi untuk mencegah serangan yang diluncurkan tersebut. Negara-negara Arab menanggapinya dengan ‘mengecam, mengutuk’ dan lain sebagainya. Hingga saat ini belum adanya solusi terbaik yang diputuskan untuk wilayah Palestina. Berbagai solusi yang telah diintervensikan pun tidak ada ujungnya,  bahkan tidak terlihat hasilnya. Dunia seakan bungkam dengan keadaan hancurnya Gaza, misi kemanusiaan pun dicegat oleh penjajah zionis. 


Menurut otoritas Masjid Al Quds, mereka membatasi umat muslim yang ingin beribadah disana selama Bulan Ramadhan. Hal ini, terjadi hampir setiap tahunnya diberlakukan pembatasan bagi warga Palestina. Aturan yang diberlakukan yaitu, hanya 10.000 jamaah yang boleh memasuki wilayah kompleks masjid Al Quds, hanya orang tua yang berusia 50 tahun ke atas yang dapat masuk ke wilayah tersebut dengan dalih keamanan (https://international.sindonews.com, 23/3/25). 

 

Serangan kembali diluncurkan ke wilayah Gaza sejak selasa dini hari hingga kamis (20/3). Setidaknya selama 72 jam sekitar 591 warga Palestina meninggal, dan sekitar 1.042 lainnya terluka. Kemungkinan besar masih ada yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan, kata Kantor Media Pemerintah. Tidak hanya itu Menteri Keamanan Israel, Israel Katz menyatakan atas perintahnya tujuan meluncurkan serangan untuk ‘menyita’ tanah wilayah Gaza yang lebih luas.  Pemerintahan Palestina meminta untuk seluruh rakyat Gaza tetap bertahan. Agresi dan intimidasi atas genosida secara brutal ini  tidak akan menghancurkan semangat juang warga Palestina. Pemerintah Palestina meminta untuk seluruh negara mengecam dan segera melakukan aksi nyata dalam mehancurkan penjajahan Zionis Yahudi. Yang bertanggungjawab penuh atas agresi dan genosida ialah Amerika, atas perintah Trump keinginannya dalam menyapu bersih etnis warga Gaza untuk pendudukan ilegal Israel. Ancaman yang dilakukan pemerintahan Israel atas pengusiran Warga Gaza, ditanggapi oleh Hamas dengan akhirnya tetap bertahan tidak meninggalkan wilayah Gaza. Hingga saat ini diplomasi gencatan senjata terus diusahakan atas inisiasi pemerintahan Mesir dan Qatar (https://aceh.tribunews.com, 23/3/25). 


Sekitar 40 eks sandera Israel yang telah dibebaskan meminta kepada pemerintahan Israel untuk menghentikan pertempuran dan genosida. Mereka menilai, jika pemerintahan Israel terus melakukan penghancuran Gaza, itu sama seperti mengorbankan ribuan orang hanya untuk puluhan sandera yang masih ditahan Hamas. Keinginan mereka, pemerintahan Israel dan Palestina untuk melakukan negosiasi tanpa adanya genosida. Mereka ingin keluarga mereka kembali dalam keadaan aman. Saat ini ada sekitar 59 warga Israel yang disandera. Jika pemerintahan Israel terus menyerukan kampanye dan serangan genosida, itu tidak akan menjamin 59 sandera terbebas dan masih hidup (www.kompastv.com, 23/3/25). 


Seharusnya seluruh umat Islam bergembira pada saat bulan Ramadan sebagaimana pada masa Rasulullah saw.  Namun hari ini kaum muslim di Palestina tidak bisa leluasa beribadah di masjid al Aqsa karena pembatasan oleh tentara Zionis. Mereka menerapkan pembatasan jamaah salat di kompleks masjid Al-Aqsa selama Ramadan dengan dalih keamanan. Meski begitu, warga Palestina tetap menunjukkan antusiasme untuk shalat dan  ifthar di Al Quds. Zionis Yahudi tidak pandang waktu dan situasi tertentu dalam aksi genosida secara massif dan tersistem. Tujuan yang jelas dalam menyapu bersih rakyat Palestina dari tanahnya, yang merupakan pelanggaran keras hukum internasional. Pembatasan jamaah di Al Quds hingga pembantaian rakyat Gaza merupakan bukti nyata pelanggaran yang harus ditindak tegas. Namun, kenyataannya hukum internasional masih memberikan ruang segar dan longgar pada Pemerintah Zionis Yahudi. 


Fakta itu menunjukkan wilayah ini masih dalam penjajahan, karena keamanan kaum muslimin di tangan orang kafir. Umat Islam Palestina tidak boleh gentar menghadapi kejahatan Zionis yang didukung penuh AS. Ramadan semestinya digunakan untuk menguatkan azzam dalam perjuangan melenyapkan penjajahan. Tidak ada solusi-solusi yang konkrit dalam menyelamatkan Palestina di tengah sistem sekuler ini. Umat Islam tidak boleh lagi berharap pada solusi Barat dan narasi-narasi sesat soal perdamaian. Kecaman, kutukan, ancaman, atas negara-negara Barat hingga Arab tidak membuahkan hasil apapun. Meja diplomasi dan negosiasi PBB pun kosong tidak ada keputusan yang jelas. Mahkamah konstitusi internasional pun belum terlihat melanjutkan target penahanan atas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Artinya narasi berbagai solusi hanya ‘ilusi’ semata yang masih khayalan belaka. 

 

Umat muslim di seluruh dunia harus terus melangkah lebih cepat dalam mehancurkan penjajahan atas tanah kaum muslim di Palestina. Kesatuan umat menjadi modal dalam menindak kejahatan Zionis Yahudi. Namun, tetap modal besar dalam menghancurkan Zionis Yahudi melalui komando sistem islam. Entitas zionis adalah muhariban fi'lan yang wajib dihadapi hanya dengan bahasa perang yang akan efektif dan solutif jika di bawah komando seorang khalifah. Penegakkan kembali sistem islam adalah qadliyah mashiriyah yang wajib menjadi agenda utama umat Islam. Untuk itu dibutuhkan dakwah yang dipimpin oleh jamaah dakwah ideologis untuk membangun kesadaran umat akan wajibnya menegakkan kembali sistem islam dan berjuang bersama untuk mewujudkannya dan menyerukan pembebasan untuk Palestina.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update