Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tes Kehamilan Bagi Siswi SMA, apakah Efektif Mencegah Pergaulan Bebas? 

Saturday, February 08, 2025 | Saturday, February 08, 2025 WIB


Oleh : Hesti Muharani


Terkait kasus video viral yang menunjukkan tes kehamilan terhadap siswi SMA di Kabupaten Cianjur, Dinas Pendidikan Jawa Barat mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, terutama bagi guru. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat, Nonong Winarni, menyampaikan hal ini saat menanggapi video viral dari SMA Sulthan Baruna di Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur.

Menurut Nonong, tidak semua kegiatan di sekolah pantas dijadikan konten untuk kemudian diunggah ke media sosial, Terlebih jika berkaitan dengan peserta didik, guru tidak boleh sembarangan membuat konten yang melibatkan siswa, kecuali jika konteksnya positif, seperti prestasi siswa atau kegiatan sekolah yang sifatnya terbukademikian disampaikan kepada Kompas.com di Pendopo Bupati, Kamis (23/1/2025). 

Karena kecerobohan guru dalam bermedia sosial, akhirnya video tersebut viral , sehingga banyak warganet yang mengomentari kejadian tersebut, ada yang mendukung namun sebaiknya ada yang mengkritik atas kebijakan sekolah tersebut.  

Dalam  unggahan video viral tersebut,  menunjukkan tes kehamilan  terhadap siswi SMA di Kabupaten Cianjur, pihak sekolah telah mengklaim bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah kenakalan remaja , khususnya pergaulan bebas. Tes ini dirasa penting untuk mencegah pergaulan bebas di tengah maraknya kebebasan pergaulan, bahkan banyak sampai terjadi kehamilan seperti kasus yang terjadi di sekolah tersebut. 

Namun pemeriksaan ini menunjukkan adanya sesat pikir dalam menghadapi rusaknya pergaulan bebas pada remaja hari ini. Tes kehamilan sangat jelas bukan upaya untuk upaya pencegahan, apalagi  tidak selalu terjadi kehamilan meski melakukan seks bebas. Belum lagi dari sisi hanya perempuan yang diperiksa, padahal hari ini remaja laki-laki juga sama rusaknya.

Inilah akibat diterapkannya sistem buatan manusia sekuler kapitalisme. Di mana sistem ini memisahkan kehidupan dengan agama yang hanya mengutamakan segala hal yang berbau manfaat dan materi. Perilaku manusia pada sistem ini, sama sekali tidak dikaitkan dengan aturan Sang Kholiq. Hidup bebas berdasarkan hawa nafsu.

Selain itu, terkait dengan tes kehamilan di sekolah, justru dengan tes kehamilan ini akan mengakibatkan masalah kesehatan jiwa pada siswi yang dinyatakan positif hamil. Langkah ini pun jelas tidak mampu mencegah kehamilan remaja.  Terlebih ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap rusaknya pergaulan remaja hari ini seakan-akan generasi hari ini sudah menganggap pergaualan bebas seolah menjadi bagian dari kehidupan. Sudah tidak ada lagi batasan antara laki-laki dan perempuan yang seharusnya mampu menjaga kehormatan mereka. Ini adalah buah dari cara pandang hidup sekulir kapitalis pada generasi, dimana mereka menjauhkan peran agama dalam mengatur kehidupannya. Agama hanya dipakai dan diperhatikan saat melakukan ibadah ritual saja, sementara saat bergaul dengan lawan jenis mereka tidak lagi mejadikan agama sebagai aturan, alhasil generasi hari ini bertingkah laku sebebas-bebasnya. Telah terjadi aktivitas ikhtilat atau campur baur antara laki-laki dan perempuan. Mereka berpacaran bahkan zina menjadi hal yang biasa mereka lakukan dan hamil di luar nikah pun tak terhindarkan

  Oleh karena itu membutuhkan upaya menyeluruh yang menyentuh akar masalah, yaitu dengan mengganti sistem kehidupan sekuler kapitalisme yang menjadikan remaja mengikuti hawa nafsunya dan mengutamakan kesenangan jasmani, dan abai pada halal dan haram. Beralih kepada sistem Islam , dimana Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur semua aspek kehidupan termasuk aturan pergaulannya. Hal ini akan menjaga kemuliaan manusia dan menjaga kehidupan. 

Selain itu, sistem pendidikan yang diterapkan haruslah sistem pendidikan Islam. Karena sistem pendidikan Islam berasas akidah Islam akan melahirkan generasi yang berkualitas, berkepribadian Islam dan paham tata pergaulan Islam. Pemahaman yang dimiliki akan menjaga generasi tetap dalam ketaatan dan mencegah dari berbuat haram termasuk gaul bebas. Generasi juga akan terjaga dari pemikiran sesat seperti pergaulan bebas, dan hak asasi manusia

Dengan penerapan sistem Islam secara keseluruhan,  generasi akan terjaga pergaulannya dan tercegah dari pergaulan bebas dan kerusakan akhlak lainnya.  Keimanan yang kuat akan menjaga generasi selalu dalam ketaatan dan jauh dari kemaksiatan.  Kontrol masyarakat dan penerapan sistem sanksi Islam yang tegas akan menjaga keselamatan  generasi  dari pemikiran rusak dan perbuatan maksiat. Kehadiran negara yang seperti ini akan mencegah rusaknya generasi dari pergaulan bebas dan generasi akan senantiasa terjaga.

Untuk itu semua, sangat jelas suport sistem sangat diperlukan, agar rahmat dan berkah dari Allah SWT kita peroleh, dan hanya bisa terjadi jika sistem yang diberlakukam adalah sistem yang bersumber dari Sang Kholiq, Syariat Islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Araff ayat 96 :

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan”. Wallahualam bisshawab









No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update