Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mungkinkah Pelayanan kesehatan Gratis Terwujud Dalam Sistem kapitalis.?

Monday, February 10, 2025 | Monday, February 10, 2025 WIB
Mungkinkah Pelayanan kesehatan Gratis Terwujud Dalam Sistem kapitalis.?

Oleh: Emy


Pemerintah akan memberikan skrining atau cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang berulang tahun, mulai Februari 2025. Program ini bertujuan,  meningkatkan kesadaran akan kesehatan sejak dini dan mendektesi penyakit lebih awal. Caranya bisa dilakukan di fasilitas kesehatan, dengan mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile atau langsung datang bagi yang tidak memiliki ponsel. Masyarakat yang berulang tahun pada bulan Januari hingga Maret 2025 juga tetap bisa mendapatkan pemeriksaan gratis hingga April 2025.


Berdasarkan keputusan Menteri kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025, ada empat  kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan layanan skrining atau cek kesehatan gratis saat ulang tahun. 

Bayi baru lahir (usia dua hari), tujuannya mendektesi penyakit sejak dini. Beberapa penyakit yang diperiksa pada bayi baru lahir meliputi: 

Kekurangan hormon tiroid sejak lahir, kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD), kekurangan hormon adrenal, penyakit jantung. Adapun anak usia balita hingga persekolah juga bisa mendapatkan pemeriksaan gratis saat ulang tahun, dan Dewasa (usia 18-59 tahun) mendapatkan pemeriksaan lebih luas.


Setelah program makan bergizi gratis terlaksana,  walaupun kedepannya belum tentu akan bagaimana, karena selama program MBG berjalan banyak sekali masalah yang terjadi. Kini muncul lagi kebijakan baru terkait cek kesehatan gratis bagi yang berulang tahun. Kebijakan yang dikeluarkan seolah memudahkan atau pro pada rakyat, namun pada hakekatnya malah menyengsarakan rakyat. Seperti halnya kebijakan  yang baru-baru ini viral terkait kelangkaan gas 3kg atau gas melon, alhasil akibat dari kebijakan itu  rakyat sengsara, yang lebih miris lagi mengakibatkan korban jiwa.


Kesehatan adalah hak dasar setiap individu masyarakat. Kebijakan yang dikeluarkan bertujuan memudahkan rakyat mengecek kesehatannya. Namun dibalik itu rakyat yang telah menjadi anggota BPJS sekarang  disulitkan, dengan Rumah Sakit swasta yang biasa melayani pelayanan anggota BPJS kini akses untuk anggota BPJS ditutup hanya melayani pasien umum yang mampu membayar saja. Oleh sebab itu,  masyarakat berusaha mendapatkan pelayanan kesehatan Rumah Sakit pemerintah walaupun akses lokasi lebih jauh. Padahal selama ini masyarakat tidak gratis untuk mendapatkan pelayanan kesehatan itu, mereka harus membayar iuran BPJS setiap bulannya. Sebenarnya istilah jaminan kesehatan sangatlah tidak sesuai dengan faktanya dan seolah menipu, tetapi yang lebih tepatnya adalah asuransi untuk kesehatan.


Kesehatan adalah hak setiap individu masyarakat, semestinya negara berkewajiban menjamin kesehatan bagi seluruh rakyatnya, karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar rakyat. Dengan cara memberikan pelayanan kesehatan tanpa diembel-embeli dengan iuran atau pungutan apapun. Tetapi sangat disayangkan, dalam sistem kapitalisme peran negara hanyalah sebagai regulator bagi para kapitalis. Karena negara tidak berperan sepenuhnya sebagai penyelenggara sistem kesehatan rakyatnya, karena dibalik peran negara ada kaum kapitalis yang mendampinginya. Jadi pada intinya para kapitalislah yang diuntungkan pada setiap kebijakan yang dikeluarkan.


Dalam Islam, kesehatan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi seluruh masyarakat,  yang menjadi tanggung jawab negara. Negara berkewajiban menyediakan fasilitas  yang diperlukan seperti Rumah sakit, klinik, dokter ahli dan juga fasilitas-fasilitas lainnya. Hal ini dapat diwujudkan dengan sistem ekonomi Islam, negara akan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki, yang akan mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya termasuk kebutuhan layanan kesehatan. Disamping itu,  pemimpin adalah pengurus segala kebutuhan rakyatnya.

Seperti sabda Rasulullah Saw: "Imam (penguasa) adalah pengurus rakyat dan Ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya.(H.R al-Bukhari).


Oleh sebab itu, sudah saatnya kita sebagai umat muslim membenahi diri, harus dapat memilah dan memilih serta  melihat fakta yang terjadi. Sudah jelas sistem kapitalis sekuler yang diadopsi oleh negara yang mayoritas muslim ini sangat menyengsarakan rakyat. Syariat Islam adalah satu-satunya solusi yang hakiki. Pemimpin dalam Islam berperan nyata menjadi pelayan umat, dan yang mampu meri'ayah seluruh rakyatnya. Karena semua kebijakan yang dikeluarkan, sesuai dengan akidah Islam yang bersumber langsung dari Allah SWT, sehingga segala sesuatu disandarkan kepada kehalalan dan keharamannya. Oleh sebab itu sudah saatnya kita kembali kepada aturan-aturan Allah Swt yang akan membawa keberkahan didunia dan akhirat.


Wallahu alam Bisshowab


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update