Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

 #KaburAjaDulu : Sesat Pikir Generasi Dibentuk Oleh Sistem Sekuler Kapitalisme

Tuesday, February 11, 2025 | Tuesday, February 11, 2025 WIB


Oleh : Enung Nurhayati

Belakangan ini, warganet berbondong-bondong menyerukan tagar #KaburAjaDulu di sejumlah media sosial, termasuk X (Twitter). Bahkan sempat menjadi topik tren unggahan di Indonesia dalam media sosial X. Masifnya penggunaan tren #KaburAjaDulu juga menjadi sinyal kekecewaan masyarakat yang begitu besar terhadap pemerintah Indonesia. Hal-hal seperti pendidikan yang layak, lapangan pekerjaan, dan jaminan kualitas hidup dipandang netizen X sebagai sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh pemerintah Indonesia dibandingkan di negara lainnya.

Kondisi ini tentu tidak lepas dari pengaruh digitalisasi terutama sosmed yang menggambarkan tentang kehidupan negara lain yang lebih menjanjikan. Kualitas pendidikan yang rendah di dalam negeri bertemu dengan banyaknya tawaran beasiswa ke luar negeri di negara maju semakin memberikan peluang untuk "kabur". Sulitnya mencari kerja bertemu dengan banyaknya tawaran kerja  di LN baik pekerja terampil maupun kasar dengan gaji yang lebih tinggi di negara maju. Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari Fenomena brain drain yang menjadi isu krusial dalam konteks globalisasi/liberalisasi ekonomi  yang semakin menguat, dan makin memperlebar kesenjangan antara negara maju dan berkembang, menciptakan ketidakadilan dalam akses terhadap sumber daya dan kesempatan.
Hal ini menggambarkan kegagalan kebijakan politik ekonomi dalam negeri memberikan kehidupan sejahtera. Sistem Kapitalisme yang dijadikan sebagai asas negeri ini adalah akar masalah kondisi ini.  Kesenjangan ekonomi tidak saja terjadi di dalam negeri, namun juga di Tingkat dunia, antara negara berkembang dan negara maju. Jadi generasi juga harus memahami, ke manapun mereka pergi (kabur) untuk menghindari masalah, maka di tempat barupun akan mebgalami masalah yang sama. Karena sistem yang bercokol di dunia saat ini adalah fasad. Maka akan melahirkan berbagai kefasadan. Ketika dirasa di luar negeri ada begitu banyak kemudahan. Itulah hanyalah kamuflase dari dunia barat untuk menyesatkan pemikiran generasi.

Islam mewajibkan negara membangun kesejahteraan rakyat, dan mewajibkan negara memenuhi kebutuhan asasi setiap warganegara individu per indvidu.  Ada banyak mekanisme yang harus dilakukan negara termasuk  diwajibkan menyediakan lapangan kerja bagi setiap laki-laki baligh. Baik di sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa dengan pengelolaan SDA yang Allah limpahkan kepada kaum muslimin.
Selain itu, strategi pendidikan Khilafah mampu menyiapkan SDM yang beriman dan siap membangun negara, dan negara juga peduli dan menjamin kehidupan mereka sebagai warga negara. Itulah suport sistem yang dibutuhkan umat saat ini.Tegaknya Daulah Khilafah akan menjadi Rahmat bagi seluruh alam, dan mewujudkan dunia yang adil dan sejahtera. Seperti yang Allah SWT Firmankan dalam surat Al-A'raf ayat 96 yang berbunyi,
 "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan".  
Jadi, wahai generasi ketika kalian mengalami kekecewaan karena sistem di negeri ini, jangan kabur, tapi tuntaskan. Kalian adalah agent of change yang akan membangun peradaban mulia. Wallohualam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update