Oleh : Suhirnan, S.Pd
(Pemerhati Publik)
Pada saat ini peperangan yang terjadi di Palestina belumlah usai, setiap hari ada saja korban berjatuhan akibat perang tersebut. Berbagai solusi yang ditawarkan untuk menghentikan genosida ini namun tak kunjung ada solusi yang pasti tinggal hanyalah tawaran solusi tanpa adanya penyelesaian masalah. Penderitaan yang dirasakan oleh Palestina terutama anak-anak di Gaza sangatlah dalam, hingga dunia mengecam apa yang telah dilakukan oleh orang-orang Israel tapi apakah akan mengentikan keegoisan Israel?
Mengutip tirto.id (23/12/2024) Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsian Palestina (UNRWH), Philippe Lazzarini menyatakan bahwa Israel telah melanggar semua peraturan di Jalur Gaza akibat melancarkan serangan militer selama 14 bulan sejak 7 Oktober 2023 dengan korban lebih dari 45.200 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Sedangkan Mahkama Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahana Israel, Yoav Gallant atas kejahatan perang dan terhadap kemanusiaan di Gaza serta mengahadap kasus genosida di Mahkama Internasional (ICJ) yang melakukan perang di Gaza.
Bahkan yang lebih memperihatinkan adalah setiap jam, 1 anak tewas di jalur Gaza akibat serangan yang dilakukan Israel, sekitar 14.500 anak Palestina meninggal dunia, mereka yang selamat pun terluka secara fisik maupun emosional berdasarkan Badan Pengungsian Palestina (UNRWH). (www.beritasatu.com, 25/12/2024) beberapa hari lalu serangan Israel kembali mengahancurkan Rumah Sakit Kamal Adwan merupakan salah satu fasilitas kesehatan utama yang masih beroperasi di jalur Gaza Utara dan menjadi sasaran operasi pengeboman besar-besaran oleh tentara Israel. (news.republik.co.id, 28/12/2024)
Kondisi Palestina di Gaza saat ini sangatlah mengenaskan utamanya anak-anak. Kaum muslim tidak bisa lagi berharap pada dunia Internasional temasuk para pemimpin muslim yang saat ini masih belum sepenuhnya membantu Palestina. Adakalanya menjadikan isu Palestina hanya untuk pencitraan malah justru mengambil solusi 2 negara arahan Barat yang justru pengusung Kapitalisme yang jelas tidak bisa menyelesaikan problematika di Palestina dan perang ideologi ini.
Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam sistem Kapitalisme Sekuler tidak ada keadilan di dalamnya, bahwa sistem inilah yang telah memberikan jalan para penjajah Zionis untuk membantai anak-anak di Gaza dan menguntungkan mereka (Barat). Berapa banyak solusi yang ditawarkan oleh pemimpin muslim namun tak kunjung disetujui karena adanya hak veto sehingga apapun solusinya bila masih berdasarkan sistem hari ini maka tidak akan menyelesaikan problematika umat khususnya Palestina. Minim keadilan, yang berkuasa hanyalah bagian dari mereka yang tentu hanya menguntungkan pihak Barat. Kaum muslim harus sadar bahwa penyatuan pemikiran dan perasaan sangatlah berpengaruh besar akan kebebasan kaum muslim yang telah terdzolimi di seluruh dunia. Kaum muslim harus punya agenda untuk penyatuan pemikiran dan perasaan tersebut hingga kemudian menggerakkan umat muslim untuk bergerak membela Palestina.
Problematika di Palestina akan terselesaikan bila kaum muslim melek dengan apa yang terjadi di Palestina dan mau belajar terhadap permasalahan umat muslim. Para pemuda akan dengan mudah memahami dan membangkitkan pemikiran dan perasaannya untuk membela Palestina. Untuk itu umat muslim yang kritis perlu mencari tahu dan bergabung dengan kelompok dakwah ideologis untuk menyadarkan umat dan mendorong para pemuda muslim untuk mengusir Zionis yahudi laknatullah dari tanah Palestina.
Jika penyadaran umat muslim berhasil maka negaralah yang akan mengambil alih tugas tersebut sesuai fikrah dan thoriqoh Islam dan hanya bisa dilakukan oleh partai politik ideologis. Olehnya para pemuda harus menuntut tegaknya khilafah dan mengangkat seorang khalifah untuk memimpin kaum muslimin untuk mengirim pasukan tentara dalam membela Palestina dengan mengikuti etika dan aturan yang tidak melanggar.
Rasulullah pernah bersabda dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah SAW. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan.” (HR Bukhari No. 3015 dan Muslim No. 1744)
Dan larangan menghancurkan bangunan dan fasilitas umum dalam Surat Al-Qashas ayat 77, Allah berfirman :
“…dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”
Dengan demikian untuk dapat menghentikan penderitaan anak-anal di Gaza adalah dengan bersatunya umat muslim di seluruh dunia dengan jihad. Allah SWT berfirman :
“Dan perangilah olehmu di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tapi jangan melebihi batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Baqarah :191)
Wallahu a’lam bishawab
No comments:
Post a Comment