(Mahasiswi STIU Darul Hikmah)
Gempuran pemikiran kufur begitu hebat menyerang generasi. Atmosfer kehidupan hedonis, liberal, dan individualis meliputi generasi saat ini. Telah menjadi rahasia umum bahwa pergaulan bebas, kekerasan di jalan, penggunaan narkoba, serta aborsi makin marak di tengah kalangan anak muda.
Dikutip dari detik.com, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana, Bali, menunjukkan tren mengkhawatirkan. Dalam lima bulan terakhir, tercatat ada 36 kasus baru. Tiga di antaranya merupakan remaja yang masih usia sekolah. Diduga, mereka tertular akibat pergaulan bebas dan seks bebas.
Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jembrana, dari 36 kasus baru tersebut, 20 di antaranya adalah laki-laki dan 16 perempuan. Sebanyak tiga kasus terjadi pada kelompok usia 11-20 tahun, 13 kasus pada usia 21-30 tahun, 12 kasus pada usia 31-40 tahun, tiga kasus pada usia 41-50 tahun, dan empat kasus pada usia di atas 50 tahun.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jembrana, I Gede Ambara Putra, dari jumlah tersebut, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia. Sisanya masih menjalani pengobatan dan ARV. (25/6/2204).
Bukankah data di atas sangat mengkhawatirkan? Generasi merupakan aset masa depan bangsa. Dengan rusaknya generasi, bisa dipastikan masa depan bangsa pun akan rusak dan terpuruk. Generasi emas yang digadang-gadang menjadi pewaris negeri hanya jadi angan semata.
*Sekularisme Biang Kerusakan*
Paham liberal yang merupakan hasil dari sistem sekuler saat ini banyak diadopsi oleh generasi, sehingga menghasilkan berbagai kerusakan. Generasi menjadi tidak beradab, berkepribadian liberal, bahkan tidak takut pada Sang Pencipta dan Pengatur, yakni Allah Taala.
Inilah efek samping diterapkannya sistem sekuler yang darinya terlahir generasi yang jauh dari nilai-nilai agama (Islam) hingga menjadi individu hedonis dan liberal. Lalu lahir pula generasi rapuh tanpa adab. Karena Pendidikan sekuler yang diterapkan memisahkan agama dari kehidupan.
*Generasi Terbaik Lahir dari Sistem Islam*
Negara tampak cukup "repot' memperbaiki kondisi generasi yang kian hari terus menunjukkan kerusakan yang makin parah. Generasi mudah menyerah, tersulut emosi, mengakses tontonan porno, kekerasan, judol dan tindakan kriminal lainnya terjadi di jalan-jalan. Narkoba dan miras pun beredar secara leluasa.
Seharusnya semua ini menyadarkan kita semua bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang dihasilkan dari sistem sekuler. Hanya ada generasi cakap ilmu, tetapi bobrok perilakunya. Maka, sudah seharusnya kita mengarahkan pandangan pada sistem Islam yang bisa melahirkan generasi terbaik.
Dalam sistem Islam, negara akan melakukan pengawasan, kontrol yang ketat, serta sanksi yang tegas terhadap perbuatan perzinaan, pornografi, miras, narkoba, tontonan kekerasan, judol dan sebagainya. Aturan Islam juga akan mengkondisikan lingkungan yang penuh dengan suasana ilmu, kerja keras, dakwah, dan jihad. Hal ini tentunya melibatkan masyarakat dan keluarga untuk ikut mengawal tumbuh kembang generasi.
Alhasil akan tumbuh darinya generasi terbaik. Sebut saja Al Arqam bin Abil Arqam (16 tahun), yang menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul Shallallahu’alahi wasallam selama 13 tahun berturut-turut, Muhammad Al Fatih (22 tahun). Penakluk Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa, Zaid bin Tsabit (13 tahun), penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani, sehingga menjadi penerjemah Rasul Shallallu’alalihi wasallam. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Qur’an, dan masih banyak lagi generasi muslim terbaik.
Maka penting kiranya untuk mencampakkan sistem sekuler liberal penyebab rusaknya generasi dan menggantinya dengan sistem Islam sebagai satu-satunya sistem yang mampu melahirkan generasi terbaik, bukan generasi rusak. Karena di tangan generasi terbaik, kaum muslimin akan kembali menjadi umat terbaik. Sebagaimana firman Allah Swt.,
كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ ١١٠
“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, melakukan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS Ali ‘Imran [3]: 110).
Wallahu a'lam bishshawab

No comments:
Post a Comment