Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak-anak Palestina Terus Teraniaya, Dimana Para Pemimpin Islam?

Friday, January 17, 2025 | Friday, January 17, 2025 WIB

Oleh Arini Faiza

Pegiat Literasi

Nasib tragis yang dialami anak-anak Gaza semenjak 7 Oktober 2023 sungguh merupakan kejahatan yang keji. Badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA menyatakan bahwa setiap jam satu anak meninggal dunia akibat serangan Israel. Hingga kini setidaknya 14.500 anak telah tewas. Kalaupun selamat, mereka terluka secara fisik dan emosional, tidak dapat mengakses pendidikan, dan terpaksa mengais puing-puing bangunan. Mereka kehilangan nyawa, masa depan, dan juga harapan.

Meskipun dewan keamanan PBB telah menyerukan gencatan senjata, dan mahkamah pidana internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang yang menyebabkan kematian anak-anak Gaza, namun hingga kini kedua petinggi zionis itu seakan tak tersentuh dan kebal hukum. (beritasatu.com, 25/12/2024)

Apa yang telah dilakukan entitas Yahudi terhadap warga Gaza sungguh di luar batas kemanusiaan. Puluhan tahun mereka menjajah tanah kaum muslimin, bahkan satu tahun terakhir, serangan pun semakin brutal dan mengarah pada genosida. Tidak satu negara pun di dunia ini sanggup menyelamatkan rakyat Palestina, para pemimpin Islam hanya bisa mengecam. Sementara seruan PBB dan sanksi dari Mahkamah Internasional tidak jua diindahkan.

Hingga saat ini penyelesaian yang disuarakan para pemimpin dunia adalah solusi dua negara, yang jelas-jelas tidak akan memberikan keadilan bagi rakyat Palestina. Terlebih usulan ini diserukan oleh barat, yang notabene pendukung Zionis. Seperti diketahui bahwa Amerika Serikat adalah penyokong genosida dengan cara memasok persenjataan, uluran dana yang fantastis untuk Israel. Bahkan AS berkali-kali melakukan veto terhadap keputusan PBB terkait sanksi yang ditujukan untuk entitas Yahudi tersebut. Dengan dukungan ini, maka tidak heran apabila mereka semakin besar kepala dan tak henti menyerang saudara kita di Gaza.

Begitu banyak anak-anak yang menjadi korban penjajahan Zionis di Palestina. Jangankan mendapatkan hak atas makanan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan, jaminan keamanan hidup saja tidak ada. Amerika Serikat dan sekutunya seharusnya menjadi pihak yang bertanggung jawab atas terbunuhnya warga Gaza, sebab mereka lah yang mendukung peperangan ini.

Sejarah telah mencatat bahwa Palestina adalah tanah kaum muslimin yang telah berada di bawah kekuasaan Islam ketika dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khaththab ra. pada tahun 15 H. Dan tidak pernah terlepas selama dalam naungan kepemimpinan Islam. Namun, sejak Khilafah Utsmaniyah runtuh pada 1924, di tahun 1948 Zionis berhasil merampas tanah kaum muslim itu secara ilegal dengan bantuan dari barat. Mereka menduduki lebih dari separuh wilayah dan mengusir warganya secara paksa. Sejak saat itulah pembantaian terus dilakukan oleh Israel.

Berdirinya negara Zionis atas dukungan AS sejatinya untuk menjaga eksistensi ideologi kapitalisme dan menjaga kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, sekaligus menghambat tegaknya kembali Kekhilafahan Islam yang merupakan perisai umat. Barat sangat faham bahwa umat muslim akan bangkit sebagai ideologi di bawah naungan kepemimpinan Islam. Atas dasar ini lah mereka terus mendukung entitas Yahudi dengan berbagai kejahatannya di Palestina. Oleh karena itu, konflik yang saat ini terjadi bukan hanya persoalan kemanusiaan saja atau perbatasan dua negara, tetapi perseteruan antara dua ideologi.

Untuk menghentikan penjajahan dan penderitaan rakyat Palestina hanya bisa dilakukan dengan mengusir Zionis selamanya dari tanah yang diberkahi itu, dengan jihad untuk membela saudara seiman dan menegakkan syariat Islam. Allah Swt. Berfirman:

“Perangilah mereka dimana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (QS Al-Baqarah: 191)

Namun, jihad hanya bisa dilakukan jika ada seruan dari para pemimpin Islam dengan cara mengirimkan tentaranya untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Tetapi hal ini tampaknya hanya harapan kosong semata, sebab, penguasa negeri-negeri muslim saat ini tidak berdaya menghadapi tekanan barat, dan tidak mampu berbuat apa-apa selain mengecam perbuatan biadab Zionis. Mereka takut kehilangan kekuasaan yang selama ini direstui oleh AS sebagai negara adidaya.

Karenanya, persatuan umat menjadi hal yang urgent agar rakyat Palestina dapat segera terbebas dari penjajahan. Keberadaan pemimpin Islam dengan pemerintahan yang menerapkan hukum syariat secara menyeluruh akan menyatukan seluruh kaum muslimin, dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad. Rasulullah saw.bersabda:

“Sesungguhnya Imam/Khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung.” (HR Muslim)

Hukum syariat mengatur aktivitas dakwah dan jihad sebagai visi politik luar negeri negara yang menerapkan sistem Islam. Sehingga kaum muslim akan terlindungi dari penindasan dan penjajahan, hak-hak mereka sebagai warga negara baik muslim maupun non muslim, dewasa atau anak-anak akan terpenuhi.

Terlebih untuk anak-anak, Islam memandang bahwa mereka adalah aset bangsa, generasi penerus yang harus senantiasa dijaga keselamatan, kesejahteraan juga hak-hak lainnya seperti pendidikan, keamanan, nafkah, nasab dan lain sebagainya. Untuk itu negara lah yang berkewajiban untuk memenuhinya.

Penerapan hukum syariat dalam pemerintahan akan mewujudkan hak-hak tersebut dengan mengembalikan fungsi keluarga, lingkungan masyarakat, dan negara. Tegaknya institusi Islam dengan satu komando dari Khalifah akan menghilangkan batas-batas nasionalisme di antara negeri-negeri muslim saat ini. Khalifah akan mengerahkan militernya untuk menyelamatkan anak-anak yang teraniaya di Palestina dan belahan bumi lainnya.

Dengan adanya institusi yang menerapkan aturan Islam kafah akan menyatukan negeri-negeri muslim, dan menyerukan perjuangan hakiki terhadap kaum Zionis penjajah. Saat ini umat harus terus menerus menyuarakan penyelesaian hakiki dan sahih yang akan menyelamatkan rakyat Palestina, bukan penyelesaian semu seperti solusi dua negara.

Wallahualam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update