Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengaktivasi Peran Gen Z dalam Perjuangan Menegakkan Islam Kaffah

Friday, November 08, 2024 | Friday, November 08, 2024 WIB

Oleh Sumiyati
Pemerhati Umat

 

Diberitakan seorang remaja laki-laki yang mengenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang tanpa disertai bet, diduga bunuh diri di area parkir Metropolitan Mall, Bekasi. (Kompas.id, 24/10/2024)

Terlepas dari siapa sosok remaja laki-laki tersebut dan apa motifnya, hal yang dilakukan membuktikan adanya problem kerapuhan mental generasi muda saat ini. dan kasus ini bukan menjadi salah satu kasus baru di kalangan generasi muda, namun menjadi kesekian kali yang tidak terlihat  maupun di Up oleh media.

Alih-alih dengan kemajuan teknologi yang begitu canggih saat ini menawarkan kemudahan segalanya, tapi malah sangat mempengaruhi kehidupan generasi muda saat ini dalam hal-hal yang negatif. Dunia maya yang mudah dijangkau kapanpun dan dimanapun sangat mempengaruhi kehidupan. Apapun yang dicari, yang ingin dilihat semuanya ada. Dunia yang sangat luas menjadi begitu mudah untuk dikuasai lewat teknologi. Sedangkan dunia yang nyata begitu sempit untuk dicari tahu. Bahkan problem atau peristiwa yang terjadi disekitarnya pun tak luput infomasinya dari media sosial.

Kasus-kasus yang menimpa gen Z saat ini begitu menyayat hati. Kerapuhan demi kerapuhan melanda. Mulai dari angka pembunuhan terus meningkat, angka bunuh diri juga ikut meningkat, pengangguran, kesehatan mental mengganggu kehidupan mereka, kemaksiatan terus merajalela menghinggapi kehidupan mereka.

Apa yang menimpa gen Z saat ini tidak terlepas dari dampak negatif dari sistem demokrasi kapitalisme yang banyak melahirkan peraturan yang rusak, mulai dari FOMO, konsumerisme, hedonisme. Gen Z hidup dalam kontradiksi. Berbagai fenomena di jalanan, media sosial, di sekitar, semua begitu tampak biasa saja. Segala maksiat dianggap lumrah, kemungkaran dan kerusakan hanya di anggap statistik, keburukan inipun kian hari kian membesar.

Sistem kapitalisme telah membutakan hati dan pikiran, seolah-olah kehidupan ini hanyalah tentang materi dan kesenangan dunia. Kehidupan saat ini malah membiarkan kapitalisme yang mengendalikannya.

Sistem kapitalisme adalah biang kerusakan yang menimpa gen Z. Demokrasi kapitalisme merupakan sumber bencana dunia dan akhirat. Sistem yang katanya mencerdaskan kehidupan bangsa nyatanya menanamkan kerusakan. Sampai kapan kita akan berharap perubahan yang benar dalam sistem kapitalisme? Tentu, tak akan pernah bisa. Sesungguhnya yang hak dan yang batil tidak akan pernah bisa disatukan.

Apa yang harus dilakukan untuk berjuang menyelamatkan gen Z saat ini?

Dalam sebuah rumah yang sangat luas, terlihat begitu indah, tertata dengan rapi, rumah tersebut penuh dengan cahaya. Memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Seketika Cahaya dalam rumah tersebut itu mulai redup. Bahkan cahaya tidak memberikan sinar apapun, semua menjadi gelap. Lalu apakah penghuni yang berada dalam rumah tersebut hanya akan diam begitu saja tanpa berusaha melakukan apapun? Tentunya tidak, sama dengan kondisi saat ini. Dengan berbagai kerusakan yang terjadi, sebagai mahluk hidup tentunya mampu bergerak. Siap berjuang mencari jalan dari setiap problem yang terjadi.

Lalu siapa yang akan melakukan?

Dari fakta yang ada, salah satu target sistem kapitalisme adalah merusak pemudanya. Pemuda adalah kekuatan, perubahan, berdaya saing, memiliki semangat juang, menjadi tonggak kesejahteraan suatu bangsa. Maka, di tangan pemudalah yang akan menjadi agen of change. Gen Z memiliki modal besar sebagai agen perubahan, termasuk membangun sistem kehidupan yang sahih.

Demokrasi menjauhkan gen Z dari perubahan hakiki dengan Islam kaffah, padahal hanya dengan sistem Islam generasi dan umat manusia akan selamat. Tentunya sebagai agen perubahan tidak akan diam dengan kondisi ini, tidak menjadi penonton kerusakan yang terjadi. Saatnya gen Z berkata tidak pada kapitalisme, tidak menggabungkan yang hak dan yang batil.

Saatnya gen Z berjuang untuk kebangkitan Islam kaffah, berjuang mengembalikan kejayaan Islam yang dulu pernah tegak. Saatnya peradaban Islam menjadi mercusuar dunia kembali. Dimana kebenaran dan keadilan menjadi pedoman. Saatnya gen Z menegakkan Islam kaffah. Hal ini merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”. (QS. Ali Imran 102)

Allah menempatkan peran pemuda sebagai sebuah kekuatan di antara kelemahan. Puncaknya semangat yang membara dan semangat itu harus disalurkan untuk mengembalikan kehidupan Islam.

Gen Z harus mengerahkan seluruh daya dan upayanya memperjuangkan Islam. Memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki, menggunakan keahliannya dalam berbagai hal. Tentunya dengan kemajuan teknologi saat ini menjadi tempat terbuka untuk menyebarkan kebenaran.

Sesungguhnya perubahan tidak akan bisa seorang diri, butuh gerakan, butuh jamaah yang akan berjuang membuat sebuah perubahan. Untuk itu, gen Z membutuhkan adanya partai yang akan membina gen Z secara sahih yang mendorong terbentuknya gen Z berkepribadian Islam, yang akan membela Islam dan membangun peradaban Islam.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update