Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Solusi Tuntas Masalah Sampah

Sunday, November 03, 2024 | Sunday, November 03, 2024 WIB

Oleh Nuni Toid
Pegiat Literasi

Miris dan memprihatinkan, itulah pemandangan yang didapati saat menjambangi Pasar Sehat Cileunyi (PSC). Betapa tidak? Sejak awal berdirinya di tahun 2011, tempat ini selalu didera permasalahan pelik. Mulai dari adanya relokasi dan revitalisasi yang memicu adanya konflik dan ketegangan di antara para pedagang, masalah infrastruktur jalan, maraknya pedagang kaki lima, hingga tumpukkan sampah yang membuat tidak nyaman banyak pihak. Padahal para penjual dipungut biaya kebersihan setiap harinya oleh pengelola dan paguyuban (kejakimpolnews.com, 19/10/24).

Masalah sampah seharusnya segera ada penyelesaian, karena bisa berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Bisa menjadi sumber penyakit, pencemaran udara, serta banjir. Apalagi jika dibiarkan hingga menumpuk di lingkungan pasar, tentu mengakibatkan para penjual dan pembeli merasa tidak nyaman dalam bertransaksi.

Mengatasi masalah sampah dibutuhkan kesadaran individu warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Harus bisa menyortir mana yang organik, dan anorganik. Cara ini penting dilakukan supaya tidak menimbulkan senyawa-senyawa aktif yang dapat membahayakan kesehatan manusia akibat tercampurnya semua jenis limbah.

Jika kesadaran masyarakat belum muncul, maka peran negara sangat penting sebagai penanggung jawab seluruh urusan rakyatnya. Mulai dari mengedukasi masyarakat sampai menerapkan sanksi bagi yang melanggar.

Menurut jurnalis bernama Dandhy Laksono, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi limbah. Pertama, di level kultural, masyarakat setidaknya diedukasi untuk mengurangi konsumsi plastik. Kedua, kebijakan politik, yakni penegakkan hukum yang tegas harus dilakukan karena level kultural dan individu berdampak kecil, sehingga dampaknya bisa dihabisi oleh semua kebijakan struktural. Jadi bukan hanya warganya yang harus sadar, negara pun sama.

Sayangnya sistem kapitalisme-sekuler yang diterapkan di negeri ini, menjadi penyebab utama masalah sampah susah terselesaikan. Kapitalisme yang orientasinya hanya pada materi semata, menyebabkan produksi plastik tak terkendali. Negara kurang bersungguh-sungguh terkait kekurangan dana, infrastruktur, penyediaan tanah buangan sampah, dan masalah lainnya, padahal rakyat harus membayar. Solusi yang diberikan hanya bersifat tambal sulam saja. Kapitalisme hanya memosisikan penguasa sebagai regulator yang seringkali berpihak pada oligarki bukan rakyat.

Berbeda dengan kapitalisme, Islam mewajibkan seorang pemimpin untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan perannya sebagai pengurus rakyat, yaitu dengan memberi edukasi tentang bahaya sampah. Beberapa hal yang bisa dilakukan negara adalah: Pertama, penguasa akan mengembangkan riset terpadu untuk menemukan teknologi mutakhir. Baik dalam menyediakan kemasan alternatif yang ramah lingkungan maupun dalam teknologi pengolahan yang mumpuni. Kedua, rakyat diberikan bantuan khusus untuk inovasi penyediaan alternatif plastik. Ketiga, negara akan memperhatikan pendirian pabrik untuk mendaur ulang limbah yang diizinkan. Sementara sampah yang tidak dapat didaur ulang akan diproses dahulu sebelum dibuang, sehingga tidak membahayakan masyarakat, hewan, maupun alam. Keempat, negara membentuk tim ilmuwan untuk mempelajari dan mengembangkan cara-cara baru untuk menghilangkan risiko dan bahaya bagi umat.

Negara bersungguh-sungguh mengerahkan upaya serta dana agar rakyat selamat dari berbagai pencemaran lingkungan. Semua itu dilakukan sebagai tanggung jawabnya kepada Allah SWT. Berbanding terbalik dengan kapitalisme sekular. Akibat agama tidak berperan maka tidak akan benar-benar mengurus rakyat karena rasa takut kepada Allah terkikis nyaris habis. Buktinya korupsi gila-gilaan. Utang menggunung mengurangi budget mengurus rakyat. Bila pemasukan negara dirasa kurang, maka beban rakyat akan ditambah dengan naiknya pajak. Belum lagi dengan berbagai pungutan seperti untuk membuang sampah.

Alhasil hanya Islam solusi tuntas menyelesaikan persoalan termasuk sampah. Maka sudah dipastikan lingkungan akan bersih, indah, dan sehat. Keadaan pasar pun akan kembali sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai sentral jual beli masyarakat. Allah Swt berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

Begitulah permasalahan sampah yang terjadi sekarang. Semua karena pemimpin negeri ini tidak menerapkan aturan yang bersumber dari Allah Swt, yakni Islam kafah. Sehingga jauh dari keberkahanNya. Maka agar kehidupan kita dijauhkan dari berbagai masalah, hanya satu solusinya, yaitu dengan menerapkan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan.

Wallahu a’lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update