Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hanya Islam yang Mampu Menjamin Keamanan Pangan dan Obat-obatan bagi Masyarakat

Wednesday, November 06, 2024 | Wednesday, November 06, 2024 WIB

Oleh Ummu Syifa
Aktivis Muslimah

Di tengah kegelisahan para orang tua terhadap maraknya penyakit gagal ginjal yang menimpa anak-anak beberapa tahun belakangan ini, yang disinyalir disebabkan keracunan obat yang mengandung etilen glikol. Kini, kita dihadapkan pada persoalan ketidakpastian soal keamanan pangan yang beredar, khususnya makanan yang dikonsumsi anak-anak.

Baru-baru ini terdapat Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLBKP) akibat Latiao yang menimpa anak-anak di sejumlah wilayah Indonesia di antaranya Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat dan Pamekasan. (bisnis.tempo.co, 2/11/24).

Saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara izin edar produk olahan makanan impor dari china, latiao tersebut sambil BPOM menelusuri kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut.

Kondisi tadi menunjukan lemahnya jaminan keamanan pangan dan obat-obatan dari negara. Seharusnya, negara bertanggung jawab memastikan keamanan setiap pangan dan obat-obatan yang beredar agar tidak mendatangkan bahaya bagi rakyat, termasuk kepada setiap produk makanan dan obat-obatan impor atau produk luar negeri.

Namun, dalam negara yang menjalankan sistem kapitalisme, hal ini bisa terabaikan karena negara bertindak bukan sebagai pengurus dan pelayan rakyat. Negara menyerahkan keamanan obat dan bahan pangan kepada semua pihak, yaitu produsen diminta jujur dalam memproduksi sesuatu dan konsumen diminta cerdas dalam memilah produk sedangkan negara bertindak sebagai pengawas melalui BPOM. Tentunya hal itu tidak akan berjalan dengan baik, karena banyak peluang produsen nakal yang tidak jujur dalam bahan produk, suap menyuap perizinan, dan mengeluarkan produk yang tidak layak. Ditambah lagi produk- produk impor banyak membanjiri tanpa diketahui oleh masyarakat kelayakan dan keamanannya untuk dikonsumsi. BPOM sendiri hanya bisa mengawasi dan mengecek produk yang terdaftar saja, sedangkan banyak produk yang tidak terdaftar tiba tiba membanjiri dan beredar. Selama sistem kapitalisme ini diterapkan, jaminan keamanan obat dan pangan tidak akan pernah terwujud.

Berbeda dengan Islam. Islam mewajibkan negara bertanggung jawab secara penuh terhadap semua makanan, minuman dan obat-obatan yang beredar dan dikonsumsi rakyat dari sisi halal dan thayyib. Kemudian negara akan menunjuk Qadhi Hisbah yaitu hakim yang bertugas menyelesaikan pelanggaran yang membahayakan hak masyarakat. Hakim ini akan berjalan-jalan di tempat-tempat umum untuk menegakkan kemakrufan, mencegah kemungkaran dan dibekali dengan polisi untuk mengeksekusi perintah dan keputusannya. Dalam hal obat-obatan dan pangan hakim ini akan mengecek tempat-tempat produksinya untuk memastikan kelayakannya sebelum beredar. Hakim ini tidak akan segan-segan menutup atau menyegel industri obat dan pangan yang membahayakan rakyat tanpa kompromi dan menutup setiap pintu suap menyuap perizinan dan kelayakan edar produk.

Sudah saatnya kita kembali kepada Islam. Hanya Islam yang mampu menjamin keamanan pangan dan obat-obatan yang beredar. Penerapan Islam secara kafah akan mampu mewujudkan kelayakan konsumsi setiap produk yang beredar sehingga mampu menjauhkan masyarakat dari bahaya yang ditimbulkan oleh obat-obatan dan pangan yang berbahaya bagi masyarakat.

Wallahu a’lam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update