Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GEN Z, Perubahan Terletak di Pundakmu

Wednesday, November 06, 2024 | Wednesday, November 06, 2024 WIB

Oleh Ummu Junnah
Praktisi Kesehatan

Berbicara tentang perubahan kita tentunya menaruh harapan besar kepada generasi muda atau pemuda. Tetapi, ketika kita melihat kondisi pemuda saat ini harapannya seperti jauh panggang dari api. Hal ini tentu saja beralasan dengan melihat kondisi Gen Z yang begitu banyak permasalahan yang mereka alami seperti kejadian
remaja bunuh diri di Bekasi, inilah salah satu potret kerapuhan mental generasi muda. Belum lagi pergaulan bebas yang sangat memprihatinkan dan berujung hamil di luar nikah, aborsi, hura-hura, dugem, gaya hidup yang hedonistik, dan lain-lain.

Kondisi seperti di atas adalah permasalahan yang harus diwaspadai oleh orang tua, pendidik dan tentunya pemerintah yang mempunyai kewajiban untuk memastikan rakyatnya lepas dari masalah yang dihadapi.

Ketika kita ingin adanya perubahan kepada Gen Z tentunya lingkungan dan aturannya harus mendukung agar mereka terhindar dari permasalahan di atas.

Sebagai contoh, kita bisa melihat kehidupan generasi muda pada masa khilafah seperti Muhammad Alfatih sang penakluk Konstantinopel di Romawi Timur. Di usia yang masih sangat muda 25 tahun, sangat jauh dari mental yang rapuh, bundir, hura-hura, dugem, dan gaya hidup hedonistik lainnya. Mereka terjaga narkoba, minuman keras, atau sejenisnya.

Pada saat mereka memiliki masalah, mereka sudah mempunyai akar yang kuat sebagai solusi yaitu akidah Islam. Keyakinan kepada Allah, qada qadar, rezeki, dan ajal, termasuk tawakal yang sangat luar biasa. Setiap masalah bisa diselesaikan sehingga jauh dari stres atau mental illness (gangguan mental), apalagi sampai bunuh diri.

Solusi dalam Islam

Ketika Islam diterapkan dalam sebuah institusi yaitu khilafah akan membuat aturan dan lingkungan yang mendukung pemuda untuk menjadi pribadi yang tangguh, berkepribadian Islam, cerdas, produktif, sehingga terhindar dari stres, dan kehidupan yang hedonistik.

Hal apa saja yang membuat pemuda bisa hidup bahagia menjalani kehidupannya? Ada beberapa hal yang dilakukan khilafah sebagai institusi negara untuk menjaga kesehatan mental, produktivitas para pemuda yaitu:

Pertama, menyerukan setiap keluarga muslim untuk menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Anak-anak pada usia emas bisa dibentuk menjadi apapun tergantung orang tuanya. Pada usia 6 atau 7 tahun, mereka diajarkan untuk menghapal Al-Qur’an, berbagai kitab hadis, dan kitab lainnya yang berbahasa Arab. Mereka juga dibiasakan untuk mengerjakan salat, puasa, zakat, infak, bahkan berjihad.

Kedua, negara mengkondisikan dengan kehidupan yang bersih, menjauhkan generasi muda dari berbagai hal yang menjerumuskan mereka pada kemaksiatan lewat tontonan pornografi, minuman yang memabukkan, dan sebagainya. Kehidupan antara laki-laki dan perempuan dipisah dan diatur kecuali ada hajat yang memang dibolehkan dalam syariat, dan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi yang memberikan efek jera.

Ketiga, dalam Islam negara mewujudkan kehidupan masyarakat dengan mewajibkan amar makruf nahi mungkar, saling tolong-menolong, dan penuh rasa empati, juga kasih sayang. Selain itu, sistem pendidikan Islam akan mewujudkan generasi unggul bermental kuat.

Sehingga dapat dipastikan, produktivitas generasi muda dalam khilafah menjadi luar biasa. Mereka akan disibukkan dengan ketaatan pada syariat sehingga bisa melahirkan banyak karya. Bahkan, mereka dapat menjadi peneliti dan ilmuwan pada usia belia.

Alhasil rusaknya pemuda saat ini lahir dari sistem rusak yaitu sekularisme.
Sebaliknya, lahirnya pemuda yang bertakwa, berkepribadian Islam, produktif hanya bisa terwujud dalam sistem khilafah yang diridai Allah Swt.

Wallahu a’lam bishshawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update