Oleh : Fina Fauziah
( Aktivis Muslimah )
KAB. BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melaksanakan seminar bagi generasi muda dengan tema “Talkshow Why Gen Z : Kepemimpinan Ala Gen Z” di Hotel Sutan Raja Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (23/10/2024).
Para pesertanya pun dari kalangan para pelajar SLTA di Kabupaten Bandung. Berharap kegiatan seminar ini dapat menambah wawasan bagi para peserta yang hadir, terutama para pelajar dari kalangan generasi muda. Selain itu untuk meningkatkan karakteristik kualitas generasi Z tersebut“Talkshow Why Gen Z : Kepemimpinan Ala Gen Z”, Pemkab Bandung: Meningkatkan Karakteristik Kualitas Generasi Muda
Pjs. Bupati Bandung Dikky Achmad Sidik mengatakan bahwa pelaksanaan seminar ini sebagai bentuk edukasi bagi generasi Z dalam menyikapi perkembangan kedepan.
“Kita saat ini sedang menuju Indonesia Emas 2045. Saya yakin para siswa atau generasi muda yang hadir saat ini yang akan mengalami Indonesia Emas mendatang,” tutur Dikky dalam sambutannya.
Artinya, imbuh Dikky, bahwa potensi yang ada sekarang ini, yang akan menjadi bagian dari persiapan menghadapi Indonesia Emas 2045.
Pjs. Bupati Bandung menyebutkan bahwa para siswa atau generasi muda yang hadir dalam seminar tersebut akan menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang. Apapun pemimpinnya nanti pada masa Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung Bambang Sukmawijaya mengatakan bahwa pelaksanaan seminar bagi generasi muda dengan tema “Talkshow Why Gen Z : Kepemimpinan Ala Gen Z” ini dalam upaya memberikan pengayaan, pendidikan politik dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. “Pelaksanaan Talkshow Why Gen Z : Kepemimpinan Ala Gen Z ini dalam rangka meningkatkan karakteristik kepemimpinan, dan memberikan wawasan bagi generasi muda,” tuturnya. Apalagi, lanjut Bambang, sekarang ini dihadapkan pada pelaksanaan Pilkada Serentak Nasional pada 27 November 2024, mereka akan memberikan hak suaranya.
Berbicara mengenai pemuda, pasti yang akan muncul dalam benak kita adalah jiwanya yang kuat serta semangatnya yang membara. Karena emosinya yang masih labil sehingga membuat mereka gampang terpantik ketika dihadapkan oleh sesuatu atau masalah yang ada. Meski di sisi lain, mereka sering kali dianggap apatis tetapi, pada faktanya mereka itu cepat dan tanggap terhadap apa yang mereka dapatkan terlebih mengenai hal politik. Terkhusus generasi Gen Z atau yang biasa disebut dengan Gen Z. Mereka tumbuh di area digital yang serba cepat, penuh dengan segala informasi dan teknologi yang berkembang pesat. Tentunya mereka akan mendapat banyak informasi dari segala hal yang mereka tonton. Sehingga dari tontonan itu akan mempengaruhi mereka. Oleh karena itu perlu ditekankan bagaimana mereka dalam menerima informasi yang benar dan yang mana hanya propaganda atau manipulasi politik saja.
Para pemuda sendiri mereka menyadari terjadinya berbagai kerusakan yang terjadi dalam politik demokrasi. Meskipun begitu, hal tersebut sejatinya bukanlah kemunduran demokrasi. Melainkan demokrasi itu merupakan sistem yang merusak. Sehingga para pemuda memang layak untuk meninggalkan politik demokrasi tersebut. Namun dengan demikian, para pemuda saat ini tidak memahami kesalahan demokrasi secara konseptual. Mereka masih saja percaya dengan demokrasi yang ada.
Maka dari itu, para pemuda harusnya tahu mengenai hakikat demokrasi sendiri. Mereka butuh partai politik untuk membimbing mereka memahami politik yang benar. Bukan seperti saat ini yang demokrasi justru malah merusak. Tak hanya itu, adanya partai politik itu agar para pemuda bisa melakukan perubahan politik. Hal itu dilakukan dengan memahami politik Islam dan perubahan politik menuju sistem Islam.
Sudah seharusnya, bagi para pemuda untuk bergabung dengan parpol yang shohih yakni, Islam. Agar bisa memperbaiki kehidupan masyarakat dan negara. Karena hanya dengan Islam, yang bisa mewujudkan tata dunia baru yang berbeda dengan politik demokrasi yang jelas telah gagal sejak lama. Para pemuda harus memahami kriteria parpol yang shohih yakni, memiliki ideologi shohih (Islam) sekaligus menjadi ikatan yang menghimpun para anggotanya, memiliki konseptual yang dipilih untuk menjalankan perubahan dengan mengadopsi fikrah politik tertentu, memilih metode langkah perubahan yang relevan dengan problem sistem, memilih para anggota yang memiliki kesadaran yang benar.
Menanggapi hal tersebut, penting dalam membangun narasi pada pemuda, untuk menghentikan kepercayaan mereka pada partai-partai sekuler. Sehingga mereka menyadari bahwa politik demokrasi yang dijalankan saat ini salah dan memahami bahwa satu-satunya yang mampu untuk menjalankan politik yang sesungguhnya hanyalah Islam.
Dalam Islam, tanggung jawab untuk melakukan pendidikan politik seperti ini merupakan tanggung jawab negara. Negara harus memberikan pendidikan politik sesuai dengan yang Islam ajarkan dan syariat tetapkan. Dengan demikian, akan melahirkan generasi yang tidak hanya sekedar paham akan tsaqofah Islam saja tapi juga paham dan mampu menjalankan politik Islam sesuai dengan tuntutan syariat Islam, karena berpolitik dalam Islam adalah suatu kebutuhan dan kewajiban bagi umat Islam termasuk bagi para pemuda. Hal tersebut tidak akan terwujud kecuali dalam naungan sistem Islam
Wallahu alam Bisshowab
No comments:
Post a Comment