Penulis : Dede Darmini
(Aktivis Muslimah Peduli Umat)
Deep learning diisukan akan mengganti kurikulum merdeka sabagai kurikulum baru yang akan diterapkan oleh kemendikdasmen. Akan tetapi Mu’ti menegaskan kemendikdasmen sampai saat ini masih mengkaji kurikulum pendidikan yang akan diterapkan di Indonesia dan belum memutuskan mengganti kurikulum merdeka. Beliau menegaskan bahwa Deep Learning adalah pendekatan belajar untuk meningkatkan kapasitas siswa memiliki kontekstualisasi yang mengarah pada pembelajaran Mindful, Meaningful, dan joyful. Jakarta (8/11/2024).
Dari penjelasan yang disampaikan kemendikdasmen, Deep Learning mempunyai gagasan yang sangat bagus yakni menerapkan sistem pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan berfikir kritis, eksplorasi, dan partisipasi aktif yaitu dengan mengintegrasikan tiga elemen (mindful, meaning full, joyful). Akan tetapi, dari berbagai perubahan yang diterapkan dalam sistem pendidikan nasional selama ini nyatanya tidak mampu merubah kondisi generasi yang semakin baik. Walhasil selama sistem yang menopangnya berasaskan pada sistem sekuler kapitalis, maka sabagus apapun gagasan yang dibuat maka tetap akan menghasilkan generasi yang rusak, krisis akhlak, bertingkah laku liberal (bebas), berpotensi membuat kerusakan dan kekacauan di tengah- tengah masyarakat.
Pendidikan yang diterapkan dalam sistem pemerintahan Islam, jelas mengacu pada prinsip asas akidah Islam. Dimana asas ini yang akan membentengi seluruh aktivitas yang dilakukan baik oleh pemerintah, tenaga didik, peserta didik serta seluruh elemen masyarakat. Walhasil sejarah membuktikan dari penerapan sistem pendidikan yang berbasis pada Islam menghasilkan sebuah ekosistem pendidikan yang gemilang dengan ide dan gagasan yang mengacu pada Al Qur’an dan As-sunah. Maka dari itu ketika ingin mengubah kurikulum pendidikan, maka harus dipastikan yang terlebih dahulu diubah adalah sistemnya dulu yakni beralih ke sistem islam. Wallahua’lam.
Ganti kurikulum, ganti sistem!
Deep learning diisukan akan mengganti kurikulum merdeka sabagai kurikulum baru yang akan diterapkan oleh kemendikdasmen. Akan tetapi Mu’ti menegaskan kemendikdasmen sampai saat ini masih mengkaji kurikulum pendidikan yang akan diterapkan di Indonesia dan belum memutuskan mengganti kurikulum merdeka. Beliau menegaskan bahwa Deep Learning adalah pendekatan belajar untuk meningkatkan kapasitas siswa memiliki kontekstualisasi yang mengarah pada pembelajaran Mindful, Meaningful, dan joyful. Jakarta (8/11/2024).
Dari penjelasan yang disampaikan kemendikdasmen, Deep Learning mempunyai gagasan yang sangat bagus yakni menerapkan sistem pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan berfikir kritis, eksplorasi, dan partisipasi aktif yaitu dengan mengintegrasikan tiga elemen (mindful, meaning full, joyful). Akan tetapi, dari berbagai perubahan yang diterapkan dalam sistem pendidikan nasional selama ini nyatanya tidak mampu merubah kondisi generasi yang semakin baik. Walhasil selama sistem yang menopangnya berasaskan pada sistem sekuler kapitalis, maka sabagus apapun gagasan yang dibuat maka tetap akan menghasilkan generasi yang rusak, krisis akhlak, bertingkah laku liberal (bebas), berpotensi membuat kerusakan dan kekacauan di tengah- tengah masyarakat.
Pendidikan yang diterapkan dalam sistem pemerintahan Islam, jelas mengacu pada prinsip asas akidah Islam. Dimana asas ini yang akan membentengi seluruh aktivitas yang dilakukan baik oleh pemerintah, tenaga didik, peserta didik serta seluruh elemen masyarakat. Walhasil sejarah membuktikan dari penerapan sistem pendidikan yang berbasis pada Islam menghasilkan sebuah ekosistem pendidikan yang gemilang dengan ide dan gagasan yang mengacu pada Al Qur’an dan As-sunah. Maka dari itu ketika ingin mengubah kurikulum pendidikan, maka harus dipastikan yang terlebih dahulu diubah adalah sistemnya dulu yakni beralih ke sistem islam. Wallahua’lam.
No comments:
Post a Comment