Oleh: Dewi
(aktivitis muslimah Deli Serdang)
Kurang lebih sepekan lalu berbagai media off/on line memberitakan secara langsung serangan brutal IDF ke Libanon selatan. Mereka mengklaim tengah melakukan pembersihan infrastruktur militer di kawasan pendudukan dari berbagai ancaman. Ini bukan pertama kalinya Israel menginvansi Libanon. Mereka selalu melakukan penyerangan terlebih dahulu yang dilatarbelakangi balas dendam. Ini terjadi sejak pertengahan abad 20, tepatnya dimulai pada tahun 1978 silam.
Entah karena terlalu ageresif tapi bodoh atau memang mereka tidak punya nurani sehingga seenaknya saja melanggar peraturan-peraturan perang. Seperti halnya di Palestina, IDF juga memangsa banyak korban dari kalangan warga sipil karena tidak bisa menjangkau target, para milisi Hizbullah.
*Karma Berlaku dan Bumerang Melaju*
Mengklaim kemenangan atas Libanon, IDF harus menderita shock mental akibat serangan beruntun Iran yang juga dilatarbelakangi balas dendam. Serdadu yang mengaku paling maju teknologinya, cerdas isi kepalanya dan kaya akan finansial ini seketika menjadi tontonan konyol yang ditertawakan seluruh dunia pada malam 1
Oktober kemarin. Kenyataannya, tentara dan negara yang mengaku-aku paling maju dan canggih ini tidak mampu menghalau serangan ribuan roket balistik, iron drone dan rudal hipersonik yang diluncurkan Iran, menargetkan kehancuran berbagai fasilitas militer Israel. Iran sukses memporak porandakan pertahanan IDF disemua lini. Bahkan si gembong utama kejahatan perang abad ini, Benyamin Netanyahu sampai harus berlari terbirit-birit dan sembunyi di bunker-bunker selama serangan beraksi. Tidak dinyana bukan, Iran negara yang mengakui Israel sebagai negara bahkan dituding sebagai salah satu negara hipokrit yang cenderung berpihak pada penjajah justru menjadi bumerang menakutkan untuk Israel juga para sekutunya. Hingga hari ini belum ada satupun teknologi perang buatan Israel dan sekutunya yang mampu mengimbangi persenjataan perang buatan Iran hari ini.
*Islam Bersatu Runtuhlah Segala Bentuk Penjajahan Para Kafir Yahudi dan Barat*
Menilik begitu kokohnya perlawanan Palestina selama tujuh puluh lima tahun lebih adalah bukti bahwa Umat Muslim itu sangat tangguh dan tidak pernah takut kalah walau disalahkan.
Melihat ghirah negara sekufu, Libanon, Yaman yang begitu membara membuktikan bahwa Umat Muslim bukanlah karakter yang gampang menyerah apalagi tunduk tahkluk walau kezaliman mendera. Dan menyaksikan sengitnya serangan Iran terhadap zionis dengan menggunakan persenjataan yang muktahir, membuktikan bahwa Umat Muslim jauh lebih maju kecerdasannya dibanding umat-umat lain yang memproklamirkan dirinya sebagai yang terhebat. Bila perlawanan terpisah dari negeri-negeri muslim saja mampu memukul mundur mental dan persenjataan para penjajah laknatullah, tentu kita bisa bayangkan apabila seluruh negeri muslim di dunia bersatu dalam satu komando seperti ketika di zaman Daulah Islamiyah, niscaya kemenangan umat Islam pada umumnya dan Kemerdekaan Palestina khususnya akan segera terwujud.
Hanya sistem pemerintahan Daulah Islamiyah yang mampu menghalau segala bentuk rong-rongan musuh. Hanya dalam perlindungan undang-undang Khilafah Nubuwat, hak-hak kemerdekaan segala bangsa dapat diterapkan tanpa tebang pilih agama, etnis dan ras. Sebab Undang-undang/peraturan yang ditetapkan sesuai menuruti aturan-aturan Allah yang termaktub dalam Qur’an juga sabda-sabda Rasulullah SAW.
Negeri dan pemimpin yang menaati peraturan Allah dalam sistem pemerintahannya pasti akan senantiasa dilindungi dan diselamatkan dari bermacam-macam kekufuran yang menghancurkan. Sedangkan negeri-negeri dan para pemimpin yang melanggar/menantang peraturan-peraturan Allah, walau tampak maju dan digjaya pasti akan hancur pelan-pelan oleh kesombongannya karena mengikuti hawa nafsunya yang tidak berbatas.
Sudah waktunya seluruh umat dan negeri-negeri Islam bersatu mengalahkan para penjajah kafir dan kufur. Jika tidak dengan angkat senjata dan bertempur di medan perang, cukuplah dengan menyatukan pemikiran, aksi dan orasi menolak segala bentuk provokasi, agitasi juga manipulasi yang dibungkus manis oleh berbagai bentuk produk-produk, buah ide mereka yang meracuni pikiran kita. Cita-cita menyatukan umat Islam dan meraih kemerdekaan Palestina hanya bisa diwujudkan bila syari’ah-syari’ah Islam benar-benar diterapkan dalam sistem negara Khilafah yang ditegaskan kembali.
No comments:
Post a Comment