Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SAMPAH TANGGUNG JAWAB SIAPA?

Sunday, October 27, 2024 | Sunday, October 27, 2024 WIB

Sampah Tanggung Jawab Siapa?
Oleh : Supartini Gusniawati, S.Pd
Pada hari Rabu 16 Oktober 2024 lalu, Pjs Bupati Bandung Dikky Achmad Sidik melaksanakan kunjungan lapangan ke Pasar Baleendah Kecamatan Kabupaten Bandung, didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah, unsur Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung dan Camat Baleendah Eef Syarif Hidayatullah juga meninjau lokasi tempat pengolahan sampah (TPS) di sekitar Pasar Baleendah. (Pgrikabupatenbandung.id)
Kunjungan tersebut untuk menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembatasan atau pengurangan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat (KBB). Selain itu kebijakan optimalisasi pengelolaan atau pengolahan sampah di Bandung Raya, khususnya di Kabupaten Bandung.
Menurut Dicky, Dalam pengelolaan sampah ini menggerakkan lintas sektor di Pemkab Bandung, termasuk pengolahan sampah di pasar. TPS yang ada di pasar itu tidak hanya sampah yang dihasilkan para pedagang di pasar, tetapi di sana juga menampung sampah-sampah yang dibuang dari lingkungan sekitar Pasar Baleendah. Karena Kecamatan Baleendah tak punya TPS, sehingga sampah dibuang ke TPS Pasar Baleendah.
Menyikapi masalah sampah yang semakin serius perlu penangan yang serius pula dari berbagai pihak baik pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat. Namun sayangnya, jika kita terus berpijak kepada sistem kapitalisme maka persoalan sampah hanya berujung kepada kepentingan materi semata. Tidak ada keseriusan yang benar-benar nyata untuk menyelesaikan masalah sampah.
Permasalahan sampah dimanfaatkan oleh segelintir orang menjadi sektor bisnis yang menguntungkan, karena memiliki peluang yang besar. Mengelola sampah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah hal yang cukup menjijikan. Namun mereka tidak menyadari tingginya budaya konsumerisme adalah faktor penyumbang terbesar sampah di negeri ini. Sektor hilir dan hulu dalam mengelola sampah belum komprehensif malah saling bertolak belakang.
Berbeda dengan Islam yang sifatnya sebagai sebuah sistem kehidupan. Mekanisme pengelolaan sampah menjadi jelas dan terarah karena di awali dari konsekuensi keimanan kepada Allah SWT yang akan meminta pertanggungjawaban setiap perbuatan manusia yang didalamnya dilakukan berdasarkan atas pilihan dalam hidupnya.
Sampah adalah zat yang secara alami dalam berbagai proses hidup/kegiatan akan menghasilkan kotoran atau zat sisa. Pengelolaan yang komprehensif akan menyebabkan keseimbangan alam dan kehidupan di dunia. Dan manusialah yang punya peluang besar dalam memanfaatkan hal tersebut.
Gelar khalifatul ardh (pemimpin di muka bumi) menjadi tanggung jawab yang diemban oleh makhluk yang bernama manusia. Maka sejatinya bgitu pun dalam sampah, selayaknya manusia mampu menyelesaikan permasalahan sampah sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Dalam perspektif hukum Islam, membuang sampah sembarangan dapat dikategorikan sebagai tindakan haram karena mengandung unsur-unsur kerusakan, pengkhianatan amanah, dan gangguan terhadap orang lain. Para ulama sepakat bahwa setiap tindakan yang merusak dan membahayakan lingkungan serta kesehatan manusia harus dihindari. Sistem Islam akan tegas dalam menindak hal-hal yang membahayakan orang lain. Maka dari itu, permasalahan sampah hanya akan selesai dengan sistem Islam, karena Islam adalah solusi atas segala permasalahan umat manusia. Dan sampah adalah tanggung jawab bersama baik individu, masyarakat maupun penguasa. Wallahu a’lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update