Oleh: Lilik Solekah, SHI. (Ibu Peduli Generasi)
Menggiurkan, “proyek makan bergizi gratis (MBG) banyak di incar bandit” Bahasa tirto.id menyebutkan begitu. Terbukti banyak perusahaan besar yang mengincar program ini bahkan pengusaha-pengusaha asing seperti halnya susu yang digadang untuk program ini ada 1,8 juta ton akan diimpor dari vietnam. Bahkan pada waktu kampanye pilpres lalu Prabowo memprediksi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp. 460 Triliun.
Sekilas MBG seolah-olah program untuk rakyat dengan adanya klaim perbaikan gizi anak sekolah dan pembentukan generasi yang sehat. Tapi sejatinya yang mendapatkan keuntungan besar adalah Perusahaan besar sebagai pemasok bahan bakunya.
Upah Tenaga kerja tentu saja mengikuti keumuman ketentuan upah dalam kapitalisme. Proyek berdana besar ini tentu juga berpotensi membuka lagi celah korupsi. Dimana kita pahami bersama bahwa korupsi dalam sistem ini sudah menggurita di semua lini di semua segmentasi dan di seluruh instansi.
Selain itu sejatinya Program MBG ini ibarat tambal sulam kapitalisme dalam menyelesaikan problem generasi khususnya Kesehatan/kecukupan gizi. Yang akan diuntungkan tetaplah para korporasi.
Namun perlu kita cari terobosan atas problem generasi secara tuntas khususnya masalah kesehatan dan kecukupan gizi. Dan tidak ada cara lain kecuali dengan negara Islam. Sebab dalam negara islam yang seluruhnya diatur dengan sistem islam maka tidak perlu program khusus untuk menyelesaikan problem ini, karena kebijakan negara islam memang wajib menjamin kesejahteraan seluruh rakyatnya tidak hanya anak sekolah saja.
Hal diatas karena negara bersifat rain dan junnah yaitu pengurus umat dan pelindung umat, baik muslim maupun non muslim, laki, laki perempuan, mampu atau tidak mampu semuanya berada dibawah pengurusan negara dengan sebaik-baiknya. Melalui penerapan Sistem ekonomi islamnya akan mampu menjamin terwujudnya kesejahteraan. Mekanismenya bisa melalui tercapainya ketahanan pangan dan kedaulatan pangan oleh negara. Bukan tergantung dengan negara lain, Apalagi Negara memiliki sumber pemasukan dari berbagai macam, yang akan menjadikan negara mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya.
Negara ini kaya kok dengan sumber daya alamnya, pasti mampu untuk swasembada pangan, dan jika dikelola dengan baik kedaulatan pangan akan tercapai. Apalagi dengan para pejabat yang amanah sebagai buah keimanan yang kuat yang selalu jadi acuan dalam memilih pemimpin dalam Islam,tentu akan mampu mencegah adanya korupsi dan penyalahgunaan wewenang lainnya termasuk memperkaya diri pribadi.
Dari sini sebaik apapun programnya selama sistem kapitalisme sekuler yang menjadi landasan maka tidak ada keuntungan yang diupayakan untuk orang lain dan yang ada tetap mengeruk keuntungan sebesar- besarnya untuk diri pribadi dan golonganya.
Maka tetap suarakan Islam kaffah sebagai satu-satunya solusi dalam menyelesaikan problem generasi terutama kesehatan dan pemenuhan gizi bagi seluruh rakyat Indonesia.
No comments:
Post a Comment